Kamis, 13 Januari 2011

GKPA Resort II

G K P A Resort II X’Mass 2010

Leo Tolstoy dalam salah satu bukunya, bercerita begini : ada seorang bapak yang bermimpi dalam tidurnya atau bisa juga bapak tsb sedang berhalusinasi atau apapun itu, seolah olah ada suara yang mengatakan “ Akulah Jesus Kristus, besok Aku akan datang kerumahmu “.
Saat bapak itu terbangun keesokkan harinya dan karena dia percaya Jesus Kristus benar benar akan datang kerumahnya, maka sejak pagi, bapak tsb sudah merapikan rumahnya, semua dan sekeliling rumah dibersihkan, dia memasak makanan yang terbaik, dia memakai pakaiannya yang terbaik dan tidak lupa, wajah yang terbaikpun yang akan ditampilkannya, karena yang terbaiklah yang akan diberikan kepada tamunya itu.
Ditengah tengah penantiannya, tiba lama datanglah seorang pengemis yang dekil of the kumel, yang kurus kering, yang sudah keropos, yang memohon agar dapat diberikan teh hangat, agar dapat membantu tenaganya yang sudah sangat 4 L (letih, lemah,lesu dan lelah).
Setelah urusan dengan pengemis itu selesai, gak lama kemudian datanglah seorang anak kecil yang sedang kebingungan , anak itu bingung karena gak tau dimana rumahnya, dia bingung karena gak tau kemana orangtuanya, dia juga bingung kemana dia harus bertanya, kecuali masuk kerumah bapak tsb, dengan menceritakan kebingungannya.
Kembali sang bapak tsb lupa dengan penantian kepada tamunya yang ditunggu, lalu bapak tsb bertanya kepada anak kecil itu dan berusaha untuk mengantar pulang ketempat orangtuanya, saat kembali kerumahnya, dia melihat seorang ibu yang mengatakan, bahwa anaknya sakit dan mohon dapat diantarkan kepada seorang dokter, kembali lagi bapak tsb keluar rumah untuk mengantarkannya dan kembali juga lupa dengan penantian kepada tamunya yang ditunggu.
Menjelang malam barulah bapak tsb sampai kembali kerumahnya, sekarang bapak itulah yang terkena 4 L ( letih, lemah,lesu dan lelah ).
Ditengah tengah kelelahannya dia tercenung, datangkah Jesus kristus yang kutunggu..? atau jika kutanyakan, Jesus akan mengatakan, “ Aku telah datang kerumahmu, dengan wujud seorang pengemis, wujud seorang anak kecil dan wujud seorang ibu yang kesusahan, dan Aku mengucapkan terima kasih, karena engkau telah menjalankan semua ajaran Ku, karena dimana ada kesusahan, dimana ada kehinaan, dimana ada ketidak adilan, dimana ada penindasan, dimana ada duka, dimana ada suka, dimana ada damai sejahtera dan dimana ada yang berkumpul untuk memuji dan memuliakan nama Ku, disanalah Aku berada, karena orang dinilai bukan cara bagaimana dia mati, tapi bagaimana cara dia hidup untuk kehidupan ini, baik kepada Tuhan, maupun kepada sesama manusia,
Tuhanpun tidak akan menanyakan berapa mobilmu, berapa rumahmu dan berapa hartamu, Yang nanti ditanyakan kepada kita adalah : berapa yang pernah menumpang di mobilmu, berapa yang pernah menginap dirumahmu dan seberapa besar tindakkan kasih yang engkau telah berikan kepada Tuhan dan kepada sesamamu.
Ungkapan, ilustrasi dan khotbah Natal ini ditutup dengan pesan “ Gak ada artinya, walau Jesus lahir 1000 kali di Bethlehem, kalau kelahiran Jesus ini tidak lahir dihati kita masing masing “
Amin…!
Inilah pesan dan Harapan yang disampaikan oleh Pdt.Harapan Nainggolan M.Min M.Th pada khotbahnya tgl 25 Desember 2010 di Gereja GKPA Diponegoro Resort II.

Kepada seluruh Pendeta, majelis dan jemaat GKPA,
Kami mengucapkan selamat hari Natal dan Tahun Baru 2011, kiranya KASIH dan BERKAT Tuhan selalu menyertai kita semua.

Bogor, ‘Desember 2010

Parentas

Parentas


Adalah sebuah desa kecil yang terpencil di lereng gunung Galunggung, desa ini masuk kecamatan Cigalontang , kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat,
Tapi gue lebih seneng ke desa ini lewat kecamatan Wanareja kabupaten Garut, selain ongkosnya jauh lebih murah, jalannya juga gak ribet ribet banget,
Gue pernah pulang dari PARENTAS lewat Tasikmalaya, baru keluar desa langsung hutan belantara, pas ditengah hutan hujan keras, mau neduh, gak ada yang bisa di teduhin, mau sekedar berhenti, banyak anjing pemburu yang berkeliaran, katanya lagi nyari celeng, bagus bagus dapetnya rusa, yah., udah lanjut aja sambil main hujan, dari bogor ke garut gue naik bis ongkosnya 35 ribu, nah.,gue naik ojek dari PARENTAS ke terminal Tasik, ongkosnya 70 ribu, ngebayangkan jauhnya dan ngebayang jugakan perjalanannya kaya apa..? udah jalannya rusak parah, jalannya kecil dan sempit, tikungannya tajem2 dan jalannya naik turun, brengseknya juga, kebiasaan ojek disana, kalau jalanannya turun, mereka matikan mesin, padahal yang gue tau, kalau mesin dimatikan, daya tahan untuk memperlambat motor jadi berkurang, udah gitu kalau jalanan turun, badan kita harus nempel banget dengan tukang ojeknya, mungkin kalau cewe jadi risih, tapi kalau gay, wah., merdeka banget tuh.!
Tapi ini bukan satu ajakan untuk para gay mencari alternative wisata lho..!
Sebelum ke PARENTAS, gue tidurnya di desa Cigadog dirumah mertuanya Deddy, desa ini merupakan perbatasan antara kecamatan Wanareja di Garut dengan kecamatan Cigalontang di Tasik, sama sama terletak di lereng gunung Galunggung, cumannya kalau di Cigadog masih ada sinyal telpon, kalau di Parentas, harus naik ke bukit dulu baru dapet sinyal, lucunya., kalau pagi orang orang PARENTAS pada naik ke bukit dan pada jongkok rame rame sambil pada nelpon, yang gue bayangin, seperti orang pada be’ol di pinggir kali ( ngeres..! ).
Desa PARENTAS pernah hancur lebur, saat gunung Galunggung meledak tahun 1982, banyak warganya yang pindah kekota, dan banyak juga yang ikut transmigrasi ke Sumatra, kata warganya, berkat bantuan Harmoko ( saat itu sbg Ketua Golkar ) rumah dan desa dibangun kembali, makanya desa disana rapi dan tertata dengan baik, makanya juga, Golkarpun sampai sekarang masih berjaya disana, waduh.. Pak Harmoko, nama Bapak sangat bagus disana, gak ada niatan mau kesana tuh..?
PARENTAS adalah desa pertanian,dimana masyarakatnya tergantung dari hasil pertanian, pada umumnya tanaman sayuran menjadi komuditas utama, sedangkan padi hanya sebagian kecil saja,
Jadi kita sama sama taulah, kenapa gue ada disana dan mau ngapain disana.
Kecuali salah satu penghasil sayuran untuk pemasaran di wilayah Jawa Barat, PARENTAS dan sekitarnya juga penghasil tukang sol sepatu dan tukang cukur untuk pemasaran di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
2 kali gue kedaerah sana, 2 kali gue tidur di PARENTAS, dan 2 kali gue tidur dirumahnya Uztad Eddy,
Uztad Eddy ini mengajar ngaji bagi masyarakat disekitar PARENTAS, ada juga yang dari luar, nah., yang dari luar ini, tinggalnya di lantai atas rumahnya, setiap pagi, sesudah shalat subuh, pelajaran sudah dimulai,
Gue kalau disana, tidurnya di kamar depan, pake tempat tidur, tapi gak pake kasur, malemnya nanti dikasih kain dan sarung, maklumlah, dinginnya mana tahan kita, biasanya kalau mau tidur, telapak kaki gue bungkus pake sarung, jaket untuk bungkus badan, sedangkan kain untuk bungkus dari kaki sampai kepala, waktu pertama gue tidur disana, gak ada masalah, yang kedua ini yang bermasalah, bolak balik telentang, madep kiri madep kanan, tetap aja yang ada diotak gue, mayat, orang mati dan kuburan, gue duduk, gue berdiri, gue keluar masuk kamar, tetap juga urusan mayat dan orang mati yang ada diotak, mau baca ayat kursi, gue gak tau, mau nyanyi “ Tuhan sertaku ” mungkin dianya yang gak tau. takut sih., sebenarnya enggak, cuman karena gak bisa tidur ini yang merepotkan.
Desember kemarin waktu gue kesana, Pak Uztad bilang begini ke gue “ Pak Domu, kami warga di PARENTAS ini, sedang mengurus untuk membuat sebuah Yayasan, dimana Yayasan ini akan kami gunakan untuk mencari dana pembangunan dan renovasi madrasah kami yang sudah tidak memadai lagi, kami masyarakat kecil dari desa terpencil, tentunya sangat terbatas kemampuan pendanaannya, kami sangat berharap Pak Domu dapat mendukung kegiatan kami ini “.
Pak Uztad tau persis, gue orang batak dan agama gue Kristen, tapi apa masalahnya, kalau kita sama sama sepakat dan sependapat, bahwa urusan agama adalah urusan pribadi manusia dengan Tuhannya, sedangkan urusan gue sama Pak Uztad adalah urusan ukhuwah ihsaniyah, saling menghargai, saling menghormati dan saling bertoleransi. Indahkan..?
Gue gak kaget dengan permintaan ini, karena hal seperti itu, sudah bukan barang baru lagi untuk gue,
Di Lamongan sudah 26 tahun gue bergaul dengan mereka, dan mungkin masyarakat disanapun, belum pernah kenal dan tau namanya orang batak dan Kristen, jadi kira kira karakteristik masyarakat PARENTAS dan masyarakat LAREN di Lamongan yah., sama saja, sama sama memegang teguh ukhuwah ihsaniyah, uhkuwah wathoniyah secara ukhuwah al islamiyah.
Ke Pak Uztad, gue katakan “ saya siap untuk mendukung dan mencari dana dari teman dan saudara saudara saya, cuma kalau boleh saya usulkan, kecuali meminta dengan tangan dibawah, bagaimana kalau Yayasan pun mencari dana dengan cara usaha sendiri, ini namanya PEMBERDAYAAN, bisa dibilang pemberdayaan masyarakat desa, atau juga pemberdayaan Yayasan, dengan cara ; saya mendukung mencari dana untuk Yayasan, Yayasanpun mendukung memasarkan produk saya, dimana sebagian keuntungan yang saya terima dari setiap penjualan, akan saya serahkan kembali kepada Yayasan “
Masalahnya begini, semua masyarakat disana adalah petani, mereka menggunakan pestisida dan membelinya dikota, kalau memang produk gue itu bagus dan cocok untuk mereka, apa salahnya kan..?
Gue pernah jalankan konsep ini di daerah Kopeng dan Tawangmangu, istilah gue saat itu Pemberdayaan Gereja, sayangnya, karena dikedua daerah ini sang ketua majelis dan gembala sidangnya mau ikutan bermain, putus dijalanlah konsep ini.
Intinya, Agama tidak bisa menjamin apa apa, karena semua itu tergantung dari pribadi kita masing masing.
Jadi jangan mudah saling menghakimi .
Konsep pemberdayaan yang gue canangkan di PARENTAS masih dalam wacana, kita tunggu saja kelanjutannya, tapi setidaknya, gue sudah menikmati indahnya bukit bukit disana, dingin yang menggigit yang membuat gigi menggelutuk, ramah tamahnya masyarakat disana dan ketulusan Pak Uztad Eddy dan keluarga menerima saya untuk tidur dirumahnya.
Terimakasih Pak Uztad..! kiranya KASIH dan BERKAT Tuhan selalu menyertai Bapak dan Keluarga. Amiin..!



Bogor, ‘Januari 2011

Jumat, 07 Januari 2011

CALVARY CHARISMATIC X ‘MAS 2010

GSJA Calvary Charismatic Bogor, inilah tempat bergerejanya andre dan ardith selama ini, kalau andre mungkin sudah sekitar 8 tahun, kalau ardith mungkin sekitar 4 tahun, kalau duma, dulu sekitar 5 tahun lalu pernah lama ke gereja ini, kalau gue, inilah pertama kali menginjakkan kaki di gereja ini, mungkin gue orang yang intoleransi, atau mungkin juga, gue adalah bapak yang kebangetan , anak ke timur, istri ke barat, suaminya ke utara dan selatan, maksudnya ke gereja sesuai dengan tempat, waktu dan maunya kemana, dan kemana angin bertiup, kesanalah ku berjalan.
Gue rasa, ini cukup alkitabiah juga, karena alkitab ada mencatat “ Anak manusia tidak mempunyai tempat berteduh dan tempat menetap “ kira kira begitulah inti ayatnya.
Karena duma tgl 24 Desember akan berangkat ke Toraja, maka malam Natal tahun ini, gue, andre dan ardith sudah sepakat untuk bergereja di Calvary, bukan karena andre malam ini menjadi singer, tapi kebangetan jugalah kalau gue masih ngotot mau ke gereja di Jakarta, udah mamanya gak ada, papanya pun ngotot gak mau bareng sama mereka.

Thema Natal pada tgl 24 Desember 2010 ini adalah :
“ Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya “ ( Lukas 2:14 ).

Malam ini., tentunya sama dengan malam malam sebelumnya, Pdt.Okkie Elisa Laloh menunjukkan kepiawaian, kemampuan dan penguasaan alkitab dalam menterjemahkan dan memberikan ilustrasi2 sesuai thema Natal malam ini, penguasaan panggungnya, tidak kalah dengan penguasaan panggung Okkie Asokawati pada saat berlenggang lenggok di catwalk, sama sama professional, sama sama tingi dan sama sama punya nama okkie, bedanya yang satu orangnya gemuk, yang satunya orangnya kurus. Yang satu seorang Pendeta, yang satunya seorang peragawati, rambut boleh sama hitam, nama boleh sama okkie, tapi perjalanan hidup, tentunya tidak harus sama.

Pdt Okkie, dengan lincah bermain dengan kata kata yang indah dan menyejukkan, dikatakannya; bahwa pernyataan, ungkapan dan perbuatan KASIH harus terwujud dalam suasana Natal saat ini, karena Natal adalah ucapan syukur dan terimakasih kita kepada Tuhan, karena dengan Natal kita melihat kemuliaan Tuhan, dengan Natal kita melihat kebaikkan Tuhan, dan dengan Natal, Tuhan curahkan damai sejahtera kepada kita semua.








Nah., sekarang apa yang kita akan perbuat untuk semua kebaikkan Tuhan kepada kita, dan apa yang akan kita perbuat kepada sesama kita..?
Pdt Okkie memberikan resep dan ilustrasinya,
Kita semua umat Tuhan, kalau tau, mau dan bisa mengucap syukur, tentunya merasakan, bahwa berkat Tuhan selalu melimpah setiap hari dan setiap saat, tinggal bagaimana kita mau berbagi, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama kita, berkat kepada setiap orang akan berbeda dan selalu tercurah kepada kita, berkat kecil maupun berkat besar, tetaplah berkat, dan berkat akan tetap meluap dan akan mengalir kepada setiap orang yang mau selalu mengucap syukur,
Ilustrasi susunan gelas dalam bentuk piramida menunjukkan, bahwa berkat yang tercurah dari gelas yang ada dipuncak piramida, akan mengalir dan tercurah dari yang paling atas dan turun akan sampai yang paling bawah dan itu semakin melebar dan membesar,
Intinya, kalau kita tidak menjadi gelas besar, jadilah gelas kecil. kalau tidak jadi kran besar, jadilah kran kecil, kalau tidak jadi lilin besar, jadilah lilin kecil, yang penting berkat dan terang kita , selalu dapat bermanfaat kepada sesama kita. Amin…!

Pernak perniknya :
Waktu berangkat ke gereja bersama ardith , kita keujanan dijalan, baju basah,celana basah, masuk gereja duduk diatas dan kedinginan, jadi waktu ibadah dan acara nyanyi sambil bertepuk tangan dimulai, gue termasuk yang bersemangat, sembari menambah semangat untuk bersukacita natal, sekalian cari keringat untuk tidak kedinginan, sekalian juga , supaya gak kelihatan aneh dilihat tetangga jemaat.
Bubar gereja, kita salam salaman kepada Pendeta, kepada pekerja gereja dan kepada sesama jemaat sambil mengucapkan selamat HARI NATAL.
Mau langsung pulang, masih hujan, mau tetap disana , perut sudah lapar, mau makan bubur, yang ngantri panjang, yah., terpaksalah pulang sambil hujan hujanan sedikit, saat mau pulang, gue dapet berkat natal dari andre dan ardith, beliau beliau bilang “ pa., kita makan sop kambing yuuk..? ” gak perlu diulang pernyataan mereka, gue langsung bilang “iya” , khawatirnya, saat mereka cabut pernyataannnya, gue akan menyesal dikemudian hari, maklumlah., mumpung lagi gak ada mamanya, namanya juga peluang, sayang kalau tidak dimanfaatkan.

“ SELAMAT HARI NATAL 2010 CALVARY CHARISMATIC.! KIRANYA KASIH & BERKAT TUHAN, SELALU MENYERTAI DALAM SETIAP PELAYANANNYA ”.



Bogor, ‘Desember 2010