Kamis, 26 Agustus 2010

Let our candle lights in every heart of man

Sebuah lilin yang menyala berkata “ Engkau telah menyalakan aku dan engkau dapat menikmati kehangatan dan terang yang ku pancarkan, aku tahu disaat aku dinyalakan, semakin pendek batangku dan semakin dekat pula kisahku, namun aku lebih berbahagia saat sekarang ini, daripada saat aku masih tersimpan rapi disebuah kotak lilin, sebab aku tahu., bahwa aku sungguh menjadi sesuatu yang berarti saat aku dinyalakan.

Sebagai manusia, khususnya bagi orang Kristen, kita dapat seperti lilin itu, apakah kita akan terus menggenggam erat hidup kita sendiri, atau kita mau membagikan kasih, kehangatan dan cinta kepada orang lain.

Di sekeliling kita terdapat banyak orang yang membutuhkan uluran tangan, ada banyak disekitar kita yang sakit dan mereka membutuhkan penghiburan, ada banyak disekitar kita yang putus asa dan kehilangan pengharapan, mereka membutuhkan motivasi dan dorongan,
ada banyak disekitar kita yang sedang dalam kekurangan, dan mereka membutuhkan pertolongan.
Saat ini apa yang dapat kita berikan kepada mereka..?

Tuhan banyak memberikan kesempatan kepada kita, untuk kita dapat berbuat sesuatu yang paling indah untuk mereka………, dan itu akan berarti, bahwa kita akan benar benar mengerti makna dari kehidupan orang Kristen, sebagaimana dikatakan oleh ungkapan ini :

“ Lonceng bukanlah lonceng, hingga engkau membunyikannya……… “
Lagu bukanlah lagu, hingga engkau menyanyikannya ………..,
Cinta dihatimu., tidak dianugrahkan untuk disimpan…..,
Cinta bukanlah cinta, hingga engkau menyalurkannya…… “

Kita tidak akan pernah menjadi orang Kristen sejati, hingga kita mau menjadi lilin yang menyala, yang terbakar habis, namun memberikan terang, kehangatan dan makna kehidupan, setidaknya ibadah kita kepada Tuhan, tidak mengurangi hubungan kita kepada sesama.

Kepada Ipar saya Henry Saut Harapan Siahaan SH, pada tanggal 26 Desember 2007 ini genap berumur 50 thn, kami sekeluarga mengucapkan selamat ulang tahun, kiranya kasih dan berkat Tuhan selalu menyertai Ipar dan keluarga. Amin…!




Villa “Rumah Kita”, 29 Desember 2007

Bungabondar

BUNGABONDAR, akukan kembali ..!


‘Juni - Juli 2009, saat liburan sekolah anak anak, gue dengan rombongan, yang terdiri
dari :
Gue : Domu Harahap
Istri gue : Duma R.SIregar
Anak bungsu gue : Ardith Yohanes Pardamean Harahap
Kakaknya istri : Nura IDA Siregar
Borunya kakak : Lanny ( Didin ) Batubara
Mantunya kakak : Christanto
2 cucunya kakak : Thomas dan Ica

Kita berangkat ber 8, naik mobil APV tahun 2008 , mobilnya sewa 200 ribu/hari, cukup sempit juga sih., orangnya banyak, bawaannya pun banyak, orang per Kg nya pun banyak, kalau gue yang penting mobilnya bagus dan masih baru, karena gue gak ngerti sedikitpun masalah mesin, kalau untuk ganti ban aja, gue bisalah.,
Kita berangkat tgl 26 Juni Jam 9 malam dari Bogor, yang nyetir sampai merak dan sampai masuk kekapal Christanto, sampai Bakauhuni jam setengah 2 pagi, dan sampai situ aja Christanto bawa mobil, untuk lanjutnya gue yang bawa, bukan apa apa sih., rasanya bawa mobil malam dengan perjalanan panjang, kondisi medan jalan, serta gaya nyetir sangat beda jauh dengan yang di Jawa, perlulah orang yang expert seperti gue, ih.., sok tau banget elo tuh.
Selama perjalanan kita lebih banyak makan di jalan, dan istirahatnya hanya pada saat isi bensin, istirahat benerannya kita di Muaraenim sekitar jam setengah 3 sore, disana kita mampir dan makan ikan patin di pindang, wah., enak banget, ada pedesnya, ada asemnya dan ada yang nambah melulu, istirahat 1 jam, kita lanjut lagi perjalanan, berhubung kita mau mengejar waktu dan jangan sampai jalan malam, sedangkan sampai di Lubuklinggau hari masih terang, mau tidur juga masih kecepatan, maka kejarlah waktu dengan menaikkan kecepatan mobil, untungnya juga, jalannya mulus dan lurus lurus aja, dipaculah mobil dengan kecepatan 120 Km/jam, mungkin karena takut, atau karena nikmatnya di mobil, ada yang berusaha tidur, ada yang makan antimo supaya tidur, ada juga yang pegang handel kuat kuat, yang gak ada, atau mungkin lupa, adalah bersenandung dengan lagu lagu rohani.
Jam setengah 8 kita nyampe di Bangko, cari pasar malamnya dan makan malamlah kita disana, selesai makan, carilah hotel dan tidurlah kita disana, hotelnya biasa biasa aja, yang penting ada AC nya, dan gak ada kecoa nya, karena Bangko ini adalah kabupaten baru, kabupaten pemekaran dari Propinsi Jambi, belum banyak hotelnya, tapi sudah banyak tamunya, yah., diterima ajalah, hotel yang biasa biasa ini, tapi dengan harga yang tidak biasa, mau lanjut ke Muarobungo udah malam, dah gitu badan inipun udah remuk redam dan matapun udah 5 watt, apa hendak mau dikata, terima sajalah..!
Bangun pagi, kita dapet sarapan roti dan kopi, jam 7 nya kita berangkat lagi dan sarapan yang benernya di Murabungo jam setengah 10, gue ama Chris ganti oli dulu, yang lainnya langsung masuk restoran, makannya bebek sambel hijau, nikmat dan enak, gak terasa padahal kita udah sarapan roti, gara gara nikmat itulah, makanya kita makan pada nambah, gara gara udah tradisi, kalau lewat danau singkarak kita mampir dan makan ikan cere, mampir dan makanlah kita disana, padahal sih.,perut belum pada lapar, nyeseknya.,tempat biasa kita mampir udah lupa, jadi yang penting dipinggir danau aja kita berhenti, tempatnya memang enak, makanannya itu yang gak enak, urusan mahal, itu memang gayanya orang sana, dan disanalah ardith pertama kali nyobain yang namanya teh telur, namanya juga ardith, yang aneh aneh pasti dia coba’in.
Sampai Bukittinggi jam 3 sore, puter puter cari hotel pada penuh, mau masuk ke Hotel Dymen mahal banget sekarang, untung aja udah penuh, jadi sedikit tidak bermalu mukalah, mau masuk hotel Bagindo juga penuh, akhirnya dapet hotel Ombun Sari, tempatnya sangat strategis, persis didepan jalan raya dan menghadap langsung dengan jam gadang, permalamnya 350 ribu, lumayan jugalah hotelnya, kamarnya bersih dan cukup lebar untuk tidur rame2, pembagian kamarnya menurut jenis kelamin masing masing, jadi cukup 2 kamar dengan masing masing kamar 4 orang.
Sore ini di Bukittinggi kita jalan jalan di sekitar jam gadang, anak anak pada naik delman ngiterin jam gadang, gue ke pasar beli cassette Edy Silitonga dan denger lagu anakku na burju, tapi pake bahasa padang, dah gitu liat liat dagangan kaki 5, dan harap maklum., di Jawa aja mereka berani bermain, gimana juga kalau dikandangnya.
Makan malamnya kita makan nasi kapau, dan semua makanan di Bukittinggi memang kapau, karena disini daerahnya kapau, yah., wajar wajar ajalah. Malam ini gue dapet telpon dari Natal, ngasih tau kalau SPBU nya akan launching pada tgl 1 Juli 2009, ok deh ‘Tal., selamat selamat aja ya, semoga sukses, sorry gue gak bisa hadir, gue lagi overland ke Bungabondar nih.,
Besoknya pagi pagi banget kita udah pada ke gua jepang,ke ngarai sianok, kebon binatang dan benteng Fort de kock, gak tau ada setan beliung dari mana, selama disana gue berantem melulu ama duma, yang urusan nyetir deh, yang urusan kopi deh, pokoknya sekecil apapun masalah, pasti jadi debat mulut, kenapa ya ‘ma..?
Berhubung kita mengejar target ini malam sudah harus masuk Bungabondar, terpaksa gue harus cerewet untuk segera selesai yang berfoto foto dengan pemandangan dan monyet2 disana, jam 11 siang kita lepas landas dari Bukittinggi dan perjalanan dilanjutkan.
Selama perjalanan dari Bukittinggi ke Lubuksikaping, bener 2 mengesankan, jalannya naik turun dan berkelok kelok 1000, setir baru diputar kekiri, sudah harus dibalikkin lagi kekanan, kanannya tebing, kirinya jurang, dijalanan itu gue jalan antara 60 sampai 80 Km/jam, Christanto yang duduk didepan, tadinya gue pikir nikmatin jalan tsb, eh.., gak taunya dia lagi pucat pucat sambil komat kamit berdoa, wah., gue gak tau Chris, bilang bilang dong kalau gue larinya kecepetan.
Di Lubuksikaping kita istirahat dan makan siang, menu favorit restoran tsb ayam pop, memang enak dan nikmat dilahap, ardithpun yang menu favoritnya banyak, yang salah 1 nya ayam pop, tidak men sia sia kan kesempatan ini, nambah dan nambah lagi, rasanya selama perjalanan ini, urusan dengan makanan jadi nomer 1 deh., biaya makan tinggi banget euy..! tapi yang sangat berkesan dan selalu terkenang dengan restoran ini adalah, gue ama duma baikkan, setidaknya disini kita cease fire dulu. Ah masa sih..?
Dari Lubuksikaping ini, kita tancap langsung ke Bungabondar, hanya berhenti sebentar di kota Padangsidempuan untuk beli roti, inipun juga tradisi keluarga, belum ke Sidempuan rasanya, kalau belum beli roti disana.
Sampai di Bungabondar kita jam 9 malam, disana sudah ada ‘Bang Tunggal dan kak Pita yang datang dari Sidempuan, ada Hanni dan anaknya jacki, yang datang dari Taluk Kuantan Riau, gak menunggu lama, langsung pecahlah keheningan malam itu, mereka saling baku peluk, mereka saling cipika cipiki, mereka saling berceloteh dengan riangnya, kitapun yang mendengar hanya bisa melongo dongo aja.
Setelah selesai seremoni yang bersaudara itu, dan tanpa menunggu matahari kan bersinar lagi, berangkatlah kita ke kuburan Amang simatua gue, dan terjadi kembali hal hal yang seremonial, ada isak tangis dengan berbagai nada, ada olah tubuh dengan berbagai gaya, tinggal kita para penonton terpesona melihat tingkah sukacita mereka.
Di Bungabondar kita tinggal selama 5 hari, dan ada aja yang bilang : Ngapain sih., elo sering sering dan lama lama disana, apa gak bĂȘte..? kalau gue sih., enggak tuh, malah kalau cuman 5 hari, kayanya kecepetannya deh.,
Dan inilah sebagian kegiatan gue selama disana :
1. ikut ikutan ngebantuin bersih bersih dan ngapur kuburan mertua
2. mampir kerumah parsadaan opung dan mengunjungi saudara2 Harahap
3. mampir kerumahnya opung ni Marsan, nah., ini opung gue dari mama
3. Liat liat dan bersih2in kuburan opungnya bapak gue ( Kilian Harahap )
4. Liat liat dan bersih2in kuburan opungnya mama gue ( Sutan Malayu Srg )
Nah., inilah yg wajib, dan wajib dikunjungi pada hari pertama di Bungabondar.

Kalau di Bungabondar gue belum pernah tidur dirumah parsadaannya Harahap, biasanya gue tidur di rumah parsadaannya opung dari istri gue (Opung Hasiholan Siregar ), bukannya apa apa sih., masalahnya ada keluarga yang tinggal yang di tempat itu dan gue belum paham hubungannya dengan opung gue, kalau ditempat istri gue, rumahnya kosong, bersih, besar dan terus dirawat dengan baik, itu aja alasannya sih.,
Saat di Bungabondar, gue diajak ngeliat ama Dollah Harahap ke ladangnya opung didekat danau marsabut, letaknya persis berdampingan dengan parsulukkannya Raja Inal Siregar, tanahnya cukup luas sekitar 5000 mtr, tapi gak ada pohon pohon besar, yang ada hanya tanaman2 kecil aja, pohon besar ada hanya sebagai pembatas tanah dengan kepemilikkan orang lain, saat gue masuk ke ladang itu, rupanya ada sebagian lahan yang sudah dirambah oleh masyarakat sana dan ditanami kopi, tapi konsekwen juga mereka itu, saat gue datang , mereka minta maaf dan langsung menawarkan diri, untuk minta tanah itu disewa atau mereka beli sebagian tanah yang sudah mereka tanami, saat itu gue gak komentar, gue berfikir, yang penting mereka tau dan sadar aja,kalau tanah yang mereka tanam itu adalah tanah Harahap Jakarta. oh iya.., gue kesana naik mobil double garden barengan sama Ja Gomuk Siregar, katanya dia temen sekolah mami dan die kenal persis dengan mami, jadi bukan hanya sekedar tau dengan mami, dia juga cerita, kalau die itu punya punya peliharaan ular putih di bukit danau marsabut, katanya ular tsb gak pernah cari makan, kalau dia mau makan, mangsanya pada datang sendiri, dan ularnya baru keluar dari gua, kalau dia yang datang , bener gak sih..?
Dari sana, gue diajak lagi kesawahnya Harahap, letaknya dipinggir jalan sebelah kanan dari arah Hasang menuju pintu masuk Bungabondar, sawah itu membentang dari pinggir jalan sampai kearah bukit yang ditanami havea, areal itu dikenal dengan nama pancur pinagar, karena memang ditengahnya ada air pancuran, nah., kepemilikkan dari sawah ini yang sampai sekarang gue masih bingung, ada berbagai macam cerita tentang ini, ada versi katanya. Sudah dijual sama papi, tapi sebagian belum dibayar, ada versi lainnya, sudah dibeli oleh Harahap lain, tapi belum dibayar, ada juga versi yang sedikit kocak, pada saat terakhir papi datang ke Bungabondar, sawah tsb dibagikan papi kepada saudara2nya Harahap disana sebagai ingot ingot, bener gak sih..?
Tapi yang jelas, setiap gue kesana, pasti dikasih 1 karung beras, inipun gue ikut bingung juga, apa pemberian ini sebagai pengakuan, bahwa sawah yang mereka tanami adalah sawah opung gue, dan rumah yang mereka tinggalin di kampung arab itu, juga rumah opung gue, atau pemberian tsb sebagai tanda kita bersaudara dan inilah cendera mata dari mereka..?
Kalau cerita tentang ardith lain lagi, saat diajak ke tempat2 itu,dia bangganya bukan main, dia foto sini,foto sana, belusuk2 dia mengelilingi ladang dan sawah, di mobil maunya duduk di bak belakang, persis kaya cowboy yang kehilangan kudanya, waktu mau pulang sempet2nya dia ngantongin segumpal tanah ladang, katanya untuk kenang kenangan, waktu sampai rumah, dengan bangganya dia cerita ke andre, “ hebat lho ‘Bang., kita di Bungabondar punya tanah yang luas dan indah, dan sangat cocok untuk bikin Mall, he..he..he.., ardith memang selalu punya gaya deh..!
Kepalang tanggung, gue cerita apa adanya disini deh.,
Cerita papi dan dari cerita keluarga Harahap yang lain mengenai rumah, ladang dan sawah di Bungabondar itu begini ;
Sesudah semua opung tinggal dan menetap di Jakarta, hanya namborunya papi ( gue manggilnya Angkang Joti ) yang tinggal di Bungabondar, Angkang ini katanya tidak mempunyai anak laki, hanya punya anak perempuan, sehingga semua pengurusan, penguasaan dan keberadaan hartanya opung dibawah kendali Angkang, borunya dan mantunya, sesudah Angkang ini meninggal, tercerai berailah keberadaan hartanya opung tsb, belum lagi 1 sama lainnya saling sikut menyikut termasuk untuk tinggal dirumah tsb, akhirnya papi menunjuk uda Manan Harahap yang tadinya tinggal didekat pancuran, untuk menempati rumah tsb, itupun bukannya tidak ada tantangan dari yang lain, tapi papi bersikeras harus Harahap yang tinggal dirumah itu, dan sampai saat ini masih uda Manan Harahap beserta turunannya yang tinggal disana, yang penting untuk kami, mereka mengakui itu rumah kami, gak luculah., kalau gue ngaku orang Bungabondar, tapi gak punya rumah disana.
Waktu disana, gue ama ardith diajak Tulang Effendi Siregar ( mantri dan pemilik apotik di Sipirok ) ke Bungabondar pada masa jaman batu, lokasinya didepan SD negeri Bungabondar, disana ada patung batu gambar kodok, ada gambar gajah dan banyak pula batu batu yang sudah terbelah belah berantakkan, sebenarnya lokasi tsb sudah diberi pagar pembatas pada saat Raja Inal Jadi Gubernur Sumut, sesudah gubernurnya gak menjabat, apalagi juga sudah gak ada, sudah selesai juga lokasi tsb, sekarang ini tinggal bebatuan yang hancur dan padang rumput mini di sekitarnya. Sangat disayangkan,tapi begitulah kita., bisa membangun, tapi gak bisa merawat.
Waktu disana, gue dapet telpon dari bere gue yang namanya Coco, dia minta , supaya gue nyari kahangginya di Sipogu ( mungkin ini udah masuk kecamatan Arse ) namanya Washinton Hasibuan, nah., kesanalah gue ama duma, jalannya cukup jauh dan yang melelahkan, jalannya jelek banget, Hasibuan itu, adalah kahanggi dari Ipar gue Saner Hasibuan, dia suami dari kak Esther Harahap.
Waktu disana, gue nyari sobat lama gue di Jakarta, namanya Dolok Siregar . dulu dia pedagang piano, pemimpin paduan suara dan pengurus sekolah musik di Cinere, sekarang dia menjadi petani sayuran, drastis sekali perubahan ini, tapi barangkali inilah namanya kehidupan, kadang kita tidak dapat memilih, seperti kebiasaan gue sebagai pedagang, gak pernah gue pergi tanpa membawa produk pestisida gue, uji cobalah disana untuk tanaman sayuran dan coklat, hasilnya sangat memuaskan dan harusnya menjanjikan, tapi jangan lupa ‘bung ini Bungabondar, mereka punya cerita dan gayanya sendiri.
Waktu disana, gue ke pasar sipirok, rencananya mau nyari disc lagu lagu dan kesenian angkola mandailing, sayangnya yang gue dapet lagu lagu dangdut dengan bahasa mandailing, waktu disana, kita ke aek milas di padangbujur dan sekalian tengok tengok ke SMA plusnya Sipirok, tempatnya bagus, dengan ketinggiannya kita bisa melihat pemandangan kota Sipirok, waktu disana, nikmat kalau kita kongkow di warung kopi simpang 4 Bungabondar, bisa pagi, bisa sore, mau malempun masih ada aja yang nongkrong disana, mau main joker atau capsa..? jangan tanyalah, banyak biang biangnya disana, 24 jam terbuka untuk umum.
Waktu disana, kita ketemu dengan ipar Lintong Siregar, dulu dia preman di grogol Jakarta, sekarang berubah jadi raja adat Bungabondar, kayanya yang pada pulang ke Bungabondar jadi pada berubah drastis deh.,
Waktu disana, kita menjenguk ipar Basauli Siregar, tinggalnya persis didepan mesjid raya Padangsidempuan, saat ini penyakit asmanya sudah cukup kronis, makanya ipar ini sudah sering keluar masik rumah sakit, saat bertemu dengan anaknya Gani Siregar ( karena dia manggil gue amangboru, jadi deh., gue manggil die tulang ), die nanyain titipannya , yah., gue kasih deh., pestisida gue 1 botol besar, “ lho..koq cuman 1 amangboru, yah gue tambahin 1 botol lagi, lalu bersabdalah beliau “ obatnya amangboru bagus, tanaman coklat saya sekarang tidak ada hama dan tanamannya subur “ yah., gitulah dan hanya sebatas itu aja kelanjutannya, cumannya masih ada pesannya terakhir ; kalau kesini lagi, jangan lupa bawain obatnya lagi ya amangboru..?
Waktu disana, ardith ,thomas dan jacki mancing ikan dikolamnya tulang Effendi, kolamnya pas disebelah belakang rumah, wah., semangat banget mereka yang pada mancing, malah ditawarkan ama tulang, kalau gak puas dapet dari hasil mancing, kuras aja kolamnya, saat selesai mancing, dari hasilnya, ketahuan dari tingkat jauh tidak mereka tinggal dari kota, yang pertama dan yang dapet gede gede adalah jacki, yang kedua adalah Thomas dan ardith juru kunci. Kalau gue saat itu, hanya ngawasin aja, takutnya ada yang kecemplung ke kolam.
Waktu disana, gak lupa hari minggunya kita bergereja di GKPA Bungabondar, liat musiknya yang masih pake terompet yang gede, denger opung opung yang bernyanyi dengan cengkok pedesaan, terasa sekali yang masih tradionalnya, dan inilah komentarnya ardith ; orangsini kaya kaya ya pa.? oh.., rupanya dia melihat orang sana yang perempuan pada pake kebaya dan yang lakinya pada pake jas, inilah nikmatnya bergereja di hitaan, yang terbaik, yang mereka pake untuk menghadap Tuhan. contoh yang baik dan tentunya pantas untuk ditiru.

Tidak terasa sudah 5 hari kita ngendon di Bungabondar, kita sibuk dengan segala aktifitas disana, dan sibuk melihat aktifitas mereka disana.
Tgl 4 Juli 2009pagi, kita semua sudah bersiap untuk berangkat, gue udah mandi, udah ngopi dan udah seger rasanya nih badan, angetin mobil bentar, dah gitu parker yang pas untuk naikin perbekalan, tiba tiba Braaaak…! Mobil gue nabrak truk yang lagi parkir, gue bingung banget pada saat itu, kenape bisa begini ya..? akirnya gue berpikir positif aja saat itu, gue merasa pada saat perjalanan berangkat, gue terlalu percaya diri, nah., sekarang pada saat akan pulang, gue diingetin untuk lebih berhati hati dan lebih mawas diri. terima kasih Tuhan, terima kasih Tulang ., untuk pesannya, agar gue lebih careful.
Dari Bungabondar kita berangkat jam 8 pagi, berhenti sebentar untuk foto foto di lintas khatulistiwa di desa Bonjol, dah gitu berhenti lagi dipinggir jalan arah Rao, untuk makan duren, dah gitu berhenti yang rada lama di Bukittinggi, ceritanya begini ; waktu kemarin kita di Bukittinggi, kita semua udah pada pasang gaya yang wah., cari tempat dan pasangan yang pas untuk foto, eh., gak tau ceritanya gimana, semua foto foto itu pada terhapus di camera, jadi deh., kita balik lagi ke Bukittinggi hanya untuk foto dan hanya untuk foto, gak kurang kerjaan apa tuh..? kalau nginep lagi disana, udah beneran deh.,memang gak ada kerjaan, jadi selesai foto2, kita langsung tancap gas lagi dan nginepnya di Solok.
Di Solok, kita cuman numpang tidur aja, paginya langsung berangkat lagi, sampai di Muarabungo, bukannya langsung menuju Lubuklinggau, tapi kita belok kanan menuju arah Jambi, ini bener bener melintasi Sumatra, yang awalnya lewat jalur tengah, langsung pindah kearah jalur timur, rasanya cape banget lewat sini, sepanjang jalan,kiri kanannya hanya tanaman kelapa sawit , yah., jenuh, bosen, bĂȘte semua sama aja, sama sama artinya membosankan, sekitar 60 Km sebelum masuk Jambi, kita belok kanan dan menuju arah Palembang, disinipun sama aja, jalannya lurus, sepanjang jalan hujan, jalannya pun padat, di jalur inilah adik gue Bonny mengalami kecelakaan mobil pada tahun 1998, Bonny nya meninggal, teman seperjalanannya Sarpin gak apa apa, kecuali tulang ekornya yang rada bengkok. Mau masuk kota Palembang, gue gak tahan lagi, disinilah baru gantian bawa mobil sama Christ, dan barangkali ini juga pertama kalinya Christ bawa mobil ditanah Sumatra.
Di Palembang, kita nginep di hotel yang gue lupa namanya dan lupa juga nama jalannya, yang gue tau, ditengah kota, hotelnya juga masih baru, ini hotel cina, karena dibawahnya ada restoran cinanya,
Di Palembang kita ketemu dengan Samuel Sihombing, malah dia bawa pacarnya yang boru regar ke hotel, kita juga ketemu dengan Rudi Pangaribuan, dia cerita, kalau pacarnya sekarang orang batak juga, putri seorang praeses dari gereja methodis, dah gitu dia traktir kita makan sate ayam plus nasi goreng didepan hotel, nah., mereka ini adalah sahabat2 andre waktu kuliah di STAN, saat itu mereka kembali ketempat asal, sambil menunggu penempatan yang permanen.
Di Palembang kita nginep 2 hari, kita nikmati tempat2 wisata yang ada di Palembang, ada wisata perahu, kita diajak menyusuri sungai Musi dan mendarat di pulau kemarau, disana ada klenteng Cina yang sangat tua, banyak patung2 dewanya mereka, malah gue sempet berfoto dengan patung sun go kong, foto itulah yang gue pake sebagai profile picture di FB dan klenteng itu mempunyai sejarah panjang dan cerita panjang mengenai awal keberadaan dari masyarakat cina di Palembang, ada wisata sejarah, kita diajak masuk ke museum dan kuto benteng sepanjang sungai Musi, ada juga wisata kuliner, kita makan pindang ikan patin di perahu terapung, dan apapun wisata yang ada disana, semuanya selalu berhubungan dengan sungai Musi,
Waktu disana, kak Ida grup plus ardith diajak jalan dan ditraktir duren sama temen2nya dari Pelindo, kalau gue ama duma gak ikut dan nungguin di hotel aja sambil berdarling I love you, apaan sih tuh..?
Pulangnya kita lewat timur, dan nyobain jalan baru yang bisa langsung tembus di Bakahuni, rada jauh memang, tapi jalannya mulus dan sepi, kiri kanan jalan banyak tanaman tebu dan nanas, tengah malam kta sampai di Merak dan langsung gue tancap gas sendirian, karena para peserta sudah pada kecapean dan buntutnya pada tidur, kita sampai Bogor jam 2 pagi tgl 5 Juli 2009.

Inilah sejarah awal gue dengan Bungabondar :
Pertama kali kenal dan dengar nama Bungabondar sejak balita, sedangkan pertama kali menginjakkan kaki di Bungabondar pada bulan September thn 1988, pada saat itu mengantar jenazah mertua gue dari Jakarta,
Lama off tidak kesana, baru mulai lagi tahun 1993, tahun 1994 sebanyak 2 kali dan tahun 1995 kita horja, saat itu ipar gue Yunindra Siregar menikah dengan Br Matondang.
Lama lagi off tidak kesana, mulai lagi Februari 2004, pada saat pernikahan parumaen gue Debby di Sibolga dengan marga Hutabarat, Oktober 2004 gue balik lagi ke Bungabondar ama duma, andre, ardith dan ozzy, sehabis menghadiri pernikahan bere gue Astrid Hasibuan dengan Jans Siregar di Pekanbaru.
Agustus 2005 gue ke Bungabondar lagi sama Tulang Agus Siregar, habis menghadiri acara pemakaman nantulang gue di Ser Belawan Siantar.
September 2007 gue, duma,andre dan sahat ke Bungabondar, untuk menghadiri horja pernikahan anaknya Ipar gue, Gani Siregar dengan br, Harahap. Yang terakhir dan yang belum berakhir yah., Juli 2009 ini.
Ada juga sih yang bilang., “ elo kan bukan Harahap dari Bungabondar dom, tapi dari Payanggar, tapi ngapain sih sering sering datang kesana..? emangnya gue pikirin.
Bungabondar, akukan kembali…!


Bogor, Juli 2009

Glorio in exelcis deo

MAZMUR 145 : 9a

Sesuai dengan himbauan dari Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia, maka setiap gereja dalam ibadah Natal tahun 2009 agar menggunakan thema “ Allah itu baik “, inilah salah satu ciri khas dari gereja liturgist, sudah tata cara ibadahnya ditentukan, sekarang themapun ikut pula ditentukan, baguskah caranya seperti ini.? Yah., gimana cara kita memandangnya aja, kalau gue yang ditanya, yah., gue bilang bagus bagus aja. ( cumanya seperti jaman orde baru, segalanya serba diatur ) tapi maaf aja, sekarang ini gue lagi tidak ingin membahas masalah itu, gue lagi ingin ngebukti’in, bener gak sih ., Allah itu Baik..? tentunya dengan versi gue dong.,

Allah itu baik, tapi kita harus mengakui keberadaan dan kekuasaanNya
Allah itu baik, tapi kita harus memuji dan memuliakan namaNya
Allah itu baik, tapi kita harus selalu mengucap syukur dan berterimakasih padaNya
Allah itu baik, tapi kita mendapat ganjaran neraka,jika tidak menurut perintahNya.
Akhirnya, kitapun berbuat baik, agar mendapatkan janji surga dari padaNya.

Apakah dengan demikian Allah dan kita telah berbuat baik.?
Sejogjanya, kalau berbuat baik yang benar adalah, berbuat tanpa TAPI dan syarat apapun, kalau kita berbuat baik dengan TAPI dan syarat tertentu, namanya perbuatan kita baik, tapi tidak tulus. Kalau seperti itu sikap Allah dan perbuatan kita, yang hanya mengharapkan imbalan . Telah benarkah kita berbuat baik, tapi tanpa ketulusan.?
Bagaimana kalau kata TAPI, kita ganti dengan KARENA ITU..?

Allah itu baik, karena itu kita harus mengakui keberadaan dan kekuasaanNya
Allah itu baik, karena itu kita harus memuji dan memuliakan namaNya
Allah itu baik,karena itu kita harus selalu mengucap syukur & berterimakasih padaNya
Allah itu baik,karena itu kita mendapat ganjaran neraka,jika tdk menurut perintahNya
Akhirnya, kitapun berbuat baik, karena ada janji surga dari padaNya.

Rasanya kalau diganti dengan KARENA ITU lebih halus ya.? ada suatu kecenderungan bahwa, dari kitalah inisiatif untuk melakukan itu semua, tidak ada paksaan, dan tidak berharap mendapat imbalan, kecuali nanti kalau sudah dibangkitkan ( koq..! )

Allah itu baik, sangat baik dan terlalu baik bagi kita, Dia memberikan contoh yang sungsang, contoh yang berputar 180 derajat, yang tidak terpikirkan oleh kita manusia, kalau bahasa sinetronnya sangat dramatis,
Dia kasih anakNya, kita barter dengan dosa dosa kita
Dia lahir ditempat yang kumuh, kita rayakan ditempat yang gemerlap
Dia hidup untuk pelayanan, kita hidup untuk pekerjaan
Dia mati untuk hidup,kita hidup untuk mati.
Itulah contoh kehidupan yang sungsang, kontradiksi sekali apa yang telah diperbuat oleh Allah kepada kita, dengan apa yang kita telah perbuat kepada Allah.
Pendeta MG Panggabean pada khotbah Natal pd tgl 25 desember 2009 di GKPA menyatakan, hal yang sungsang, jika Jesus dilahirkan dikandang domba, bukan ditempat yang indah dan bersih, hal yang sungsang, jika berita tentang kelahiran Jesus, pertama kali diberitakan kepada para gembala di padang efrata, bukan kepada para imam di bait Allah. hal yang sungsang, jika harus orang samaria yang menjadi contoh untuk menolong orang yang dianiaya ditepi jalan, kenapa bukan orang jahudi sendiri, hal yang sungsang, jika ditampar pipi kiri, kita berikan pula pipi yang kanan, hal yang sungsang, jika diminta bajumu, kita berikan pula jubah kita.hal yang sungsang, jika orang yang hobbinya mengejar dan membunuh orang Kristen,malah dijadikan sebagai rasulNya.
Itulah sebabnya, kenapa ALLAH BAIK, karena Dia mengajarkan kepada kita hal hal yang sungsang, hal hal yang luar biasa, hal hal mengenai kebaikkan yang diluar pola pikir kita sebagai manusia , dimana kesederhanaan, rendah hati, tulus, penolong dan sifat mengampuni diharapkan menjadi gaya hidup kita sehari hari.
Amin…!

Bogor,06012010

Judas Iskariot

JUDAS ISKARIOT

Menurut catatan dan pengetahuan yang tertulis, judas adalah bapaknya markus didunia ini, maksudnya markus disini bukan salah 1 nama yang ada di alkitab perjanjian baru, tapi inilah julukkan yang sedang popular akhir akhir ini, kalau judas adalah bapaknya markus, maka gayus halomoan tambunan saat ini adalah turunannya yang terakhir. Tapi bukan berarti pula kalau judaspun bermarga tambunan ( repot kalau nantinya tambunan pada marah ).
Hari ini tanggal 02 April 2010, semua umat Kristen didunia mengadakan kebaktian untuk memperingati hari kematian Jesus Kristus, untuk itu mari kita
mengingat peran judas dalam proses tsb, dikaitkan dengan peristiwa peristiwa yang masih up to date terjadi akhir akhir ini,
Pada suatu malam saat Jesus sedang kumpul kumpul dengan murid muridnya di taman getsemani, datanglah judas bersama dengan bala tentara romawi untuk menangkap Jesus, untuk mengetahui yang mana Jesus dan yang mana muridnya, maka judas memberikan informasi kepada mereka, ” nanti pada saat kita sampai disana, jika saya cipika cipiki dengan seseorang, itulah kode, bahwalah Dialah Jesus yang akan kita tangkap malam ini ”.
Sangat menarik kalau kita melihat jalur cerita ini, judas benar benar berperan sebagai seorang markus yang handal, awalnya dia bernegosiasi dan berkonspirasi terlebih dahulu dengan para imam yang menentang Jesus, dia mengatakan, siap dan dapat menyerahkan Jesus kepada para imam, dengan harapan mendapatkan imbalan yang besar dan kedudukkan di bait allah.
Nah., itulah awalnya markus, ingin berbuat sesuatu, tapi mengharapkan sesuatu ,
Untuk menjadi seorang markus yang handal, belajarlah tentang pengalaman judas ini, dia seorang kepercayaan Jesus, dia seorang akuntan, dia seorang pemegang keuangan rombongannya Jesus dan dia seorang yang pintar, dia tahu persis tentang ungkapan ungkapan Jesus dan bisa dengan cepat mengartikan sesuai dengan pikirannya, saat Jesus mengatakan “tuluslah seperti merpati, dan cerdiklah seperti ular”, judas langsung bereaksi untuk jinak dan tulus seperti merpati, dengan terus menjadi murid dan melayani Jesus, tapi tetap sambil berfikir “ kalau saya terus menerus tulus dan jinak seperti merpati, maka saya akan ditipu, tapi kalau saya terus menerus cerdik seperti ular, maka saya akan jadi tukang tipu ”, akhirnya hati judas yang culas mengatakan ; saya sementara ini akan menjadi merpati dulu, dengan menjadi murid yang taat dan patuh kepada Jesus, tapi suatu saat saya akan menjadi ular dengan menjualNya kepada penawar yang tertinggi.
Tapi ada suatu ungkapan yang mengatakan “ siapa temanmu, itulah kamu “ bagai manapun culas dan piciknya diri judas, ia cukup lama menjadi muridnya Jesus, ia cukup lama melihat dengan mata kepalanya sendiri perbuatan2 Jesus selama ia melayanni Jesus, ia cukup lama bergaul dengan murid murid Jesus yang lain, karena ia pun salah 1 muridnya Jesus,ia tahu persis ajaran ajaran Jesus mengenai hidup saling mengasihi, dari semuanya itu, masa sih., gak ada satupun yang nemplok dihati judas.?
Lihatlah., pada saat dia melihat Jesus di pingpong mulai dari menghadap kayafas, dibawa ke Pontius Pilatus, dibawa lagi ke herodes dan dibawa lagi ke Pontius Pilatus, saat itu mana ada mobil penjara, yang ada Jesus harus jalan kaki sepanjang via dolorosa dan disepanjang jalan, Dia dihina, dinista, dilecehkan , disiksa dengan mahkota berduri dan yang terakhir Dia disalibkan dan mati di bukit golgata.
Manusiakah Jesus saat itu..? tidak…! Dia sepertinya seekor babi celeng, yang sedang diuber uber dan dicabik cabik oleh para anjing pemburu.
Lihatlah judas..! lihatlah.., anak manusia yang kau jual itu.? Lihatlah judas..! lihatlah., itu gurumu dan itu juruselamatmu, tapi kau tega menjualnya kepada para anjing pemburu itu.
Dan lihatlah judas saat itu., dia menangis, dia meratap, dan dia siksa dirinya sindiri tanda penyesalannya, tapi nasi sudah menjadi bubur, apa lagi yang harus dikata dan diubah, sudah keburu disteriotipkan, bahwa judas adalah bapaknya markus yang pernah tercatat dan tertulis di alkitab .
Yah udah., terima ajalah ‘das..?
Bogor, 02042010

55 tahun penuh berkat

55 thn penuh BERKAT

Tepat tgl 26 maret 2010 gue berumur 55 thn, berhubung hari itu jatuh pada hari jumat, maka gue buat acara ucapan syukurnya pada hari sabtu tgl 27 maret 2010.

Lumayan juga yang hadir saat itu, ada laut simanjuntak, ada sarpin gultom, ada Ronald siahaan, ada vania siahaan dan gacoannya supriadi, ada keluarga iya siregar dan lengkap semua pasukan dari harahap grogol, sedangkan henri siahaan yang membawakan firman Tuhan,istrinya ambar sebagai worship leader.
Gue memang hobbi buat acara ucapan syukur, selain gue bisa kumpul kumpul ama keluarga, gue juga merasakan manfaatnya kalau diliat dari gaya hidup gue ini, banyak hal yang gue dapet dari Tuhan dan dari sesama gue, gak ngebayang sampai umur 55 thn ini, gue masih sehat, masih fresh, masih merasa teenagers, walau kepala mulai sedikit botak, rambut mulai sedikit beruban, tapi itukan masih alami banget, istri masih bisa senyum, masih sering ceria daripada tidak cerianya, masih sering bersidekapan, anak anak..? andre sudah tamat sekolah dan bekerja, ardith mulai mau masuk ke sma, dan bukan sma kacangan, nah., kriteria sebagai keluarga bahagia dan penuh sukacita, sudah adakan pada keluarga gue ini..?
Atas dasar itulah, makanya gue seneng bikin acara ucapan syukur kepada Tuhan, kepada duma, kepada andre, kepada ardith dan kepada saudara2 gue. Gue berterima kasih kepada Tuhan, karena dari Tuhan gue mendapatkan berkat dan damai sejahtera, dari duma, andre dan ardith, gue dapet kebanggaan dan kehormatan sebagai kepala rumah tangga, tapi baru kepala aja dulu., kalau jadi imam..? yah.., entar entar ajalah, belanda masih jauh koq., dari saudara2., banyak hal indah yang kita dapat kenang bersama, ada perhatian, ada kasih sayang dan banyak hal yang kita dapat topang bersama, mungkin itulah salah satu manfaat dari bersaudara, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Nah., gimana kriterianya yang bersaudara..? yang bersaudara berarti kita punya hubungan darah atau hubungan dari pernikahan, kalau yang bersaudara diartikan yang seiman, atau apalagi yang segereja, itu mah., gak masuk dalam hitungan gue, ada satu ungkapan yang sangat menarik dan sangat berkesan banget untuk gue, dan itu gue dapet bukan dari pendeta atau ulama, apalagi dari orang kota’an, gue dapetnya di bungabondar, desa diujung langit yang tidak ada dipeta, ungkapannya kira kira begini “ urusan dengan keimanan adanya dihati kita masing masing, tapi urusan yang berkeluarga adalah hubungan darah dan itu tidak bisa hilang ever and forever “ indahkan., dan kenapa sih kita tidak bisa seperti itu..?

Kembali ke acara ibadah ucapan syukur, firman Tuhan yang diambil oleh Henry pada saat itu adalah : 1 Korintus 13 : 10 dengan thema KASIH, berhubung isi ayat ayat ini enak dibaca, enak dipahami dan enak untuk dicerna, bagus bagus malah kalau bisa dijalani, maka gak salah juga kalau gue salin secara lengkap, tapi gapapa ya., kalau gue nyalinnya dari alkitab terbitan tahun 1954.?

1 Korintus 13 ;
1. Djikalau aku berkata kata dengan segala bahasa manusia dan malae’kat sekalipun, tetapi aku tiada menaruh KASIH, nistjaja aku sudah mendjadi seperti gong jang berbunji, atau genta jang gemerintjing.
2. Dan djikalau aku dapat karunia bernubuat, dan aku mengetahui segala rahasia dan segala ma’rifat, dan djikalau aku menaruh iman jang sempurna, sehingga dapat aku memindahkan segala gunung sekalipun, tetapi aku tiada menaruh KASIH, nistjaja aku bukan suatu apa pun.
3. Djikalau aku sedekahkan segala hartaku mendjamu orang miskin, dan djikalau aku serahkan tubuhku dibakar, tetapi aku tiada menaruh KASIH, nistjaja satu pun tiada berfae’dah kepadaku.
4. Adapun KASIH itu pandjang sabar dan penjajang, KASIH itu tiada dengki, KASIH itu tiada memegahkan dirinya, tiada sombong.
5. Tiada melakukan jang tiada senonoh, tiada mentjari keuntungan dirinja sahaja, tiada pemarah, tiada menjimpan kesalahan orang.
6. Tiada gemar akan lalim, melainkan bersukatjita dengan jang benar.
7. Maka ia tahan menanggung segala sesuatu, dan pertjaja akan segala sesuatu, dan harap akan segala sesuatu, dan sabar akan segala sesuatu.
8. Maka KASIH itu tiada berkesudahan,tetapi nubuat itu akan ditiadakan, dan segala karunia lidah itu akan berhenti, dan segala ma’rifat akan ditiadakan.
9. Karena pengetahuan kita belum sempurna, dan hal kita bernubuat belum sempurna.
10.Tetapi apabila jang sempurna itu tiba, maka jang belum sempurna itu akan ditiadakan. Dst dst s/d ayat yang ke 13.

Enak dan mantap Henry menjabarkan konsep dari kasih itu, dia cerita kasih itu jangan terlalu diterjemahkan macam macam, kalau bisa berbuat, yah., berbuatlah, kalau bisa memberi, yah., memberilah, karena lebih indah memberi daripada menerima, dan jangan sampai hubungan kasih kita kepada Tuhan, mengurangi hubungan kasih kita kepada sesama.
Dan apapun thema dan firman Tuhan yang disampaikan oleh Henry, dia tidak pernah lupa memberi pesan kepada anak muda, untuk tidak pernah menjual Jesus untuk kesenangan duniawi, dan pesan untuk yang sudah berkeluarga, supaya istri istri selalu mengingat; bahwa., istri adalah penopang dari suami, dan suami adalah kepala bagi istri, jadi gak boleh istri naik pangkat jadi leher, yang mengatur kemana kepala itu berputar. He..he..he..!

Selesai kita santap makanan rohani, mulailah menyantap makanan jasmani, disitu ada sop iga sapi, ada sambel pete, ada ayam bumbu bali, ada kaki babi bumbu kecap (nah., ini memang pesanan gue ke linda ), ada es buah, wah., pokoknya nikmat banget dah makanan ini hari, selesai makan,kita tiup lilin yang taartnya dibawa oleh henry, selesai tiup lilin, kita buka bukaan kado, gue dapet baju dari ponakkan ponakkan harahap, gue dapet baju dari linda, gue dapet fulus dari henry dan yang terakhir gue dapet surprise dari duma,andre dan ardith, rupanya kumpulan tulisan gue selama ini diblog internet, mereka jadikan buku dengan judul “ 55 tahun penuh anugerah “, gue terharu banget lho., mau nangis kayanya udah keseringan, mau loncat loncat karena seneng, kayanya seperti anak kecil, yah udahlah gue jadi mesem mesem aja saat itu. Karena yang dicetak buku itu cuma 4, maka yang gue kasih saat itu hanya, bang polle, linda dan henry, sisanya satu, yah., untuk file gue lah.
Terima kasih Tuhan, terima kasih saudara2ku, terima kasih teman2ku dan terima kasih untuk istri dan anak2ku tercinta.

“ ………………, Lakukanlah niat hatimu itu, sungguh aku sepakat “ ( 1Sam.14:7b ),

Mari kita terjemahkan inti dari ayat tsb, sbb “ Lakukanlah semua niat hatimu, aku pasti selalu besertamu, seperti hatimu, begitulah hatiku “,
Inilah doa dan pengharapan gue, ada kebersamaan, ada keakraban dan ada kedekatan diantara kita semua yang berkeluarga, yang bersaudara dan yang berteman. Amin..!
Tuhan memberkati.



Bogor, 27 Maret 2010.

K D R T

K D R T


Singkatan ini lagi sering dibahas oleh media masa dan sering didukung oleh womens libs, arti singkatannya itu adalah “ Kekerasan Dalam Rumah Tangga “
Nah., kekerasan ini, harusnya dapat dibagi menjadi 2 : kekerasan fisik dan kekerasan non fisik.
Kekerasan fisik memang banyak dilakukan oleh kaum laki laki / suami, kekerasan fisik ini dapat dipidanakan,
Sedangkan kekerasan non fisik banyak dilakukan oleh kaum wanita / istri, kekerasan ini belum dapat dipidanakan.
Kalau kekerasan fisik , rasanya jelas jalurnya kemana, perbuatannya kemana dan hukumannya apa., tapi rasanya tidak adil kalau kita tidak membahas, tidak melihat kenyataan dan melihat arti sebenarnya dari kekerasan non fisik.
Kekerasan non fisik dalam hal ini, dapat diterjemahkan dengan 1 kata saja, yaitu TERTEKAN, ketertekanan yang terjadi pada laki laki / suami, karena adanya pemanfaatan dari sifat dasar laki laki/ suami yang banyak dimanfaatkan secara halus oleh kekuatan dasar dari wanita / istri.
Istilah DKI ( dibawah kekuasaan istri ) ini, rasanya lebih banyak gaungnya dibandingkan dengan KDRT, gaung KDRT hanya sekali sekali saya keluar dalam pembicaraan umum, tapi kalau kata DKI, rasanya sudah menjadi santapan sehari hari di masyarakat, ungkapan , tidak ada asap, jika tidak api, tentunya perlu dilihat kebenarannya dan perlu adanya bukti bukti sejarah yang ada.
Alkitab mencatat, adam sebagai manusia pertama, jatuh kedalam dosa, karena ulah dan bujukan manis dari hawa, inilah awal, dan takkan pernah berakhir,
Jendral besar dan Presiden terlama di Indonesia Suharto, banyak didengungkan sebagai bapaknya DKI di Indonesia, apapun keputusannya dan apapun pertimbangannya, harus mendapat restu dulu dari istrinya Ibu Tien Suharto, Katanya . yang sekarangpun sama saja.
Julius Caesar “ sang penakluk “ pun jatuh dari kekuasaannya, karena Cleopatra.
Sukarno “ sang proklamator “ yang dijuluki bapak bangsa Indonesia , walaupun terkenal sebagai seorang don juan, masih dapat jatuh juga hanya oleh seorang geisha yang bernama ratna sari dewi ( nama jepangnya lupa ).
Yang lebih besar diantara mereka ada, namanya Jesus Kristus, inipun tak berdaya menghadapi permintaan dari ibunya yang bernama Maria, jelas jelas Jesus mengatakan, “ belum saatnya “ tapi apa yang terjadi kemudian.? Untuk pertama kalinya Jesus membuat mujizat, yaitu air menjadi anggur, tentunya bukan hal yang ringan dan mudah melawan pertentangan batin didalam hatinya, walau sudah mengatakan “ belum saatnya “, tapi kenyataannya..?
Itu hanya contoh kecil dari orang besar, ribuan bisa juga jutaan laki laki / suami yang jatuh tak berdaya karena tertekan dalam tekanan dari wanita / istri, mereka tak berdaya melawan kelemahannya yang dimanfaatkan oleh wanita / istri, tapi umumnya yg hanya didengungkan hal hal yang positif saja, seperti ungkapan “ dibalik sukses seorang laki laki, pasti ada peran istri dibelakangnya “ kalau ungkapan itu dibalik dengan “ dibalik kejatuhan seorang laki laki, ada peran istri dibelakangnya “ kenapa tidak ada .? padahal kenyataannya, inilah yang paling dominan terjadi dalam kehidupan sehari hari.
Banyak laki laki / suami yang jatuh, karena hanya ingin memenuhi selera para wanita, yang pada dasarnya mempunyai sifat materialistis, konsumeristis, tebar pesona, yang tentunya perlu pembiayaan yang tinggi,
Laki laki..! kita hidup harus bekerja keras, harus berjuang keras, banting tulanglah, kalau bisa dengan yang halal, kalau enggak ,yang harampun gak masalah, yang penting jangan melanggar pakem dasarnya, yang mengatakan “ada uang abang disayang, gak ada uang abang melayang“.
REMEMBER…!

happy family tour

Happy family tour


Awalnya andre mau cuti dan ngajakkin kita kita jalan jalan ke Dieng dan Baturraden, yang kedua ada undangan dari si Bung jogja,bahwa dia mau ngada’in resepsi pernikahannya di Ciamis pada tgl 29 Mei 2010.
Dengan andre ambil cuti tgl 26, 27 dan 31 mey, dia dapet libur selama 6 hari, karena hari jum’atnya tgl 28, hari libur waisak, itu lho awalnya.,

Nah., akhirnya kita susun konsep deh., mengenai rencana perjalanannya, termasuk sarananya dan hepengnya, disepakati sarana mobil dari gue termasuk nyetirnya, hepeng keseluruhan dari andre, ardith bertugas sebagai co pilot, sedangkan mama sebagai general manager,yang mengatur urusan keuangan, urusan logistic perut, urusan jajan dan oleh oleh, urusan laundry dan sebagai assisten co pilot.
Mobilnya gue pinjem dari Laut Simanjuntak, tapi dengan catatan betulin alarm dan klakson dulu, sedangkan andre nyerahin kartu ATM ke mamanya, klop sudah., mari kita come on …!

Berhubung sudah pada kebelet untuk ber hepi hepiria bersama, rencana yang berangkat tgl 26 mei pagi, dipercepat menjadi tgl 25 sore, dengan catatan jemput andre dulu di Jakarta, nah.., ini cerita awal dalam perjalanannya, saat kita mau jemput andre di Cililitan, mobil yang kita pake pada saat keluar jalan tol, berbunyi ,pletak pletok, pletak pletok, dikirain sih., bannya kempes, cuekin aja ah., tanggung banget, bentar lagi juga ada tukang tambal, sesampai di tukang tambal ban, periksa semua ban, lho.., koq gak ada yang kempes, yah udah., jalanin lagi mobilnya, eh.., bunyi lagi pletak pletok, gak taunya Tuhan bikin surprise, ngasih tau ke gue supaya be careful dan jangan ceroboh selama dalam perjalanan, dengan cara yang tak terduga, yaitu ; ban depan sebelah kiri baut bautnya udah mau pada copot, ih.., kebayang gak sih..?
Tukang tambalnya orang batak dan merangkap membuka lapo, nah inilah andre yang mendua dalam aliran keimanannya, kalau sehari hari dia bergereja di Charismatic, tapi kalau urusan saksang B1, dia berpindah menjadi Lutheran. Wow…andre !
Kita mulai start dari tukang tambal jam 21.30, dengan formasi, gue nyetir dan terus2an nyetir, ardith didepan sebagai co pilot, mama duduk ditengah dan andre tidur dibelakang, yang bangkunya udah dicopotin dan diratain, semua barang dibelakang dan dialaskan kasur, wah., nikmat banget ya dre..?
Sampai di restoran Pringsewu ( perbatasan jawa barat dengan jawa tengah ) jam 02.30, tempatnya enak dan nyaman, sayang makanannya tidak memenuhi selera, andre mah., santai santai aja, karena dia buka bekal dari tukang tambal ban, ardith makan sop buntut, gue ama mama makan mendoan, yang banyakkan tepungnya daripada tempenya,tapi untuk istirahat memang sangat pas dan sangat strategis.
Jam 03.30 kita mulai start lagi dengan pergantian formasi antara andre dan ardith, jam 7 pagi tgl 26 mey kita nyampe di baturraden, mereka pada masuk ke lokasi wisata dan ber foto foto, gue masuk hotel dan tiduuur, pulangnya gue dibawain pecel, dan gak lupa bedarling dulu, wuih.., enak banget, rasanya gue udah seger lagi dan cukuplah gue istirahat 3 jam, jam 11 kita kita lanjut menuju dieng, tapi gak lupa mampir di Sokaraja untuk menikmati soto dan getuk gorengnya. Untuk hal hal yang khas dan istimewa disuatu daerah, pasti kita mencoba, mumpung gitu..!
Selama perjalanan menuju Dieng, penuh pesona, kiri kanan kulihat saja, banyak tanaman sayuran, banyak tikungan, banyak tanjakkan dan yang membuat jantung berdenyut lebih keras, banyak kabut, gelap gulita dan pandangan kedepan sangat terbatas, yang semakin membuat jantung berdenyut, ban mobil sudah tipis, jalan licin dan kalau nanjak, mobilnya empot empotan, help Tuhan., help dong ..!
Jam 14 kita sampai di Dieng, dengan pemandangan yang sangat tidak ada sama sekali, semua kawasan diselimuti kabut, yang rencana awalnya kita gak nginep disana, yah, jadi nginep deh., what ever will be, will be lah.
Ini bukan hotel, tapi losmen, karena disana memang tidak ada hotel, kita ambil kamar yang muat 4 orang, yang fasilitasnya hanya air panas, tapi harganya 200 ribu semalam, kita tidurnya untel untelan, kalau malam, saling berebut selimut, dinginnya itu lho., yang mana tahan, makan malam kita di warung ‘bu tati, katanya cuman itu yang enak di Dieng, ternyata memang enak banget, opor ayam kampungnya enak dan potongannya gede gede, dan ada minuman khas dieng, namanya purwaceng, kalau dicampur dengan susu, wow.. nikmat dan tentu sangat menghangatkan, katanya, itu ginsengnya orang dieng.
Tengah malam gue kebangun, gue ketakutan dengan perjalanan besok, gue ngebayangin turunannya, gue ngebayangin jalanannya licin, ban mobilnya licin, akhirnya saat midnight gue berdoa aja, mohon ama Tuhan, agar besok dalam perjalanan tidak ada hujan, supaya jalan gak licin dan dilindungin dalam perjalanan, yah.,paling2 gue kan hanya bisa minta, gak ada hujan, supaya jalan gak licin, masa sih gue minta , supaya jalanan gak ada turunannya, berdoa sih., berdoa, tapi jangan minta yang aneh anehlah,
Bangun pagi, andre dan ardith sudah keliling keliling melihat dan foto foto di candi , yang banyak bertebaran disekeliling lokasi yang sudah tertata rapi, resik dan bersih, yang jelas gak bayar tiket masuk, karena petugasnya belum datang, mereka sudah keluyuran disana. Sebelum pulang kita ber putar2 dulu ngeliat candi candi pandawa, ngeliat kawah, ngeliat telaga warna, yang banyak berisi gua gua untuk bersemedi, daerahnya mistis banget dan unsur kejawennya sangat kental.
Jam 11 kita keluar dari kawasan Dieng, balik lagi kearah Wonosobo, tapi mampir dulu kepusat oleh2 disana, gak lupa ciri khas makanan darisana kita beli, namanya lidah sapi asap, harganya cukup lumayan, 1 lidah 140 ribu, kalau mau kita masak harusnya direndam dulu rada lamaan, kalau gak, asinnya kebangetan.
Keluar dari Wonosobo, kita ngelewatin Kretek menuju arah Purworejo, tapi ditengahnya kita menyimpang dan ngambil ke arah Salamah,jalannya kecil dan berliku liku, tapi keluar dari jalur itu,kita sudah gak jauh dari candi Borobudur.
Sampai di Borobudur jam 1 siang, mereka pada naik turun disana dan foto foto di stupa, gue duduk duduk manis di sekitarnya, kebetulan pula saat itu sangat ramai, karena persiapan untuk menyambut hari raya Waisak pada esok harinya, semua perlengkapan untuk ibadah secara Budha dikeluarkan, termasuk patung Budha emasnya, dan seluruh pelataran candi dikelilingi dengan obor, terbayang indahnya pada saat malam hari, sayang jam 4 sore sudah harus ditutup untuk umum,
Ada pengalaman menarik waktu disana, Panitia memberikan air suci yang penuh berkat kepada semua pengunjung, katanya gratis, tapi disebelahnya ada kotak sumbangan, air suci ini diberi label Walubi, juga dijelaskan proses pengambilan dari mata airnya dan proses filterisasinya, nah., gue bawa deh., 1 botol dan gue simpen dirumah, maunya sih., untuk kenang kenangan, eh.. gak lama kemudian air jadi butek dan semakin lama warnanya jadi hijau dan penuh lumut, lho..koq gitu sih..? khawatirnya kalau sekarang ini diminum, bukannya jadi berkat, malah jadi mencret x.
Jam setengah 3 kita keluar dari Borobudur, dan langsung tancap kearah Manisrenggo di Klaten , disini kita mampir kerumah mertuanya Henry, disini gue saluuut banget deh, gue ngerasa Tuhan sayang banget ama gue, Tuhan begitu perhatian ama gue dan Tuhan selalu berfihak kepada gue, ngebayang gak sih., sepanjang perjalanan, gue berharap bisa makan sate kambing atau gule kambing, tapi gak ada yang ngebolehin, semua kompak pada ngelarang gue, tapi pada saat kita makan sore dirumah mertuanya Henry, menu utamanya sate kambing dan gule kambing. He…he..he.. anak Tuhan koq dilawan..!
Jam 6 sore kita pulang dibawain 2 karung beras, 2 sisir pisang kepok dan 1 tandan pisang monyet ( katanya gitu, karena pisangnya mirip titit monyet ).
Kita pulang dan nginep dirumah ‘Bang Apul, di Jln.Klaseman 2 Minomertani Kab.Sleman Jogjakarta.
Sampai rumahnya, kita masuk kamarnya Ori, kita benah2, leyeh2 dan mandi, biar rapi dan gak bau, karena jam 9 malam kita mau jemput ‘Bang Apul dan Kakak di travel cipaganti yang baru datang dari Semarang, darisana kita langsung ke lesehan di Malioboro untuk makan tengah malam, nah., inipun ada ciri khas tersendiri, kita makan menu lapo, tapi makannya lesehan dengan ditemani pengamen, asyiiikkan…?
Tgl 28 mey, sekitar jam 9 pagi, andre, ardith dan Ori pada keluar, mereka pada ke kraton, shoping buku second dan pada makan seafood, yang hebatnya andre saat itu, dia beli buku second sampai 1 dus aqua dan saat makan, andre yang biasanya baca buku menu dari kanan kekiri, ini mungkin lupa atau memang gayanya ardith yang wah., terpaksalah selesai makan mereka bertiga, andre harus bayar 400 ribuan, ha..ha..ha.., kepitingnya mahal banget ya dre..?
Jam 12 siang kita keluar untuk makan siang, kesiangan berangkat, karena menunggu nona besar Nina yang bangun kesiangan dan mandinya kelamaan, kita janjian sama andre grup untuk makan siang di Morolejar ke arah kaliurang, dan ini tempat favoritnya ‘Bang Apul kalau ngajak makan saudara2nya yang datang ke Jogja.
Selesai makan, yang anak2 pada langsung pulang, yang tua tua pada ke batik Mirota dulu dan beli pupuk pakis disebelahnya.
Sampai rumah jam 5, kita langsung benah2 dan mandi untuk persiapan berangkat ke Ciamis, jam 6 sore kita cabut dari rumah ‘Bang Apul. Terima kasih ya..’Bang, Abang baik deh., sehat2 dan supaya panjang umur ya ‘Bang.?
Sepanjang perjalanan dari Jogja ke Ciamis benar benar melelahkan dan menjemukan, udah ban mobilnya tipis, sepanjang jalan ujan melulu, mana malam lagi, memang dasarnya gue penakut juga, yah., sepanjang jalan gue hanya berani pake persneling 3, boros banget tuh bensin dom..?
Sampai di Ciamis jam 1 pagi, semua hotel pada penuh, puter2 dulu dan baru jam 2 pagi kita dapat kamar,bener bener sangsaro badan deh, tapi kita mengucap syukur dan terus memuji Tuhan,karena selama perjalanan, walau para penumpang banyakkan tidur dari pada meleknya dan gue juga nguaantuk banget, tapi tetap aman2 aja dan gak ada masalah.
Jam 11 nya Tulang Agus dan rombongan datang dari Bandung ke hotel, untuk berhias rias, dari hotel baru kita berangkat bersama ke tempat resepsi pernikahannya si Bung, sampai sana sudah ada Grace dengan Sammy, gak lama kemudian datang Mian with her gangs,
Ada rasa haru dan simpati juga dengan kebersamaan keluarga besar dari pomparan Opung Kerasaan, walau jauh, tapi kita tetap hadir, yang gak haru dan simpatinya, kita belum pulang, tapi nantulang Jogja udeh kabur dan tanpa pamit , itu namanya come with the dust, gone with the wind, what happened rupanya nant..?
Habis nyalam pengantin kita makan, dah gitu foto, dah gitu berpisahlah kita 1 sama lainnya, mau lama lama disitu juga bingung, yang punya rumah kita gak tau, yang mau kita hargai dan hormati sudah pulang, sang pengatenpun sibuk dengan acaranya sendiri, akhirnya jam 2 an Mian dan Grace beserta rombongan pulang ke Jakarta, Tulang balik ke Bandung, gue dan pasukan langsung lanjutkan acara HAPPY FAMILY TOUR ke Pangandaran.
Sekarang , apa yang kita dapat dari kunjungan ini..? gak ada, kecuali SEBEL…!
Tapi apapun itu ‘Bung, kami dari keluarga besar pomparan Opung Kerasaan, mengucapkan selamat atas pernikahan kalian, kiranya keluarga yang baru ini, menjadi keluarga yang sakinah, mawwadah dan warrohmah. Amin..!
Sampai di Pangandaran kita jam 5 sore, puter puter dikit nyari hotel, akhirnya kita dapet hotel Graha Indah, lokasinya tepat dipintu masuk Pangandaran dan dengan view langsung menghadap pantai, tempatnya strategis, hotelnya bersih dan kamarnya cukup lega untuk 4 orang, dengan harga 350 ribu, pantaslah..!
Jam 8 malam, kita keluar untuk cari makan, sekitar 1 Km dari hotel ada pusat orang kumpul kumpul untuk makan malam, kalau di Bali, mungkin namanya Jimbaran, makan deh kita disana, dengan menu udang goreng mentega, ikan kerapu bakar dan cah kangkung, kalau ardith ., dengan kebiasaannya, plus minum es kelapa muda, mungkin karena tempatnya dan udara lautnya, rasanya enak banget tuh yang makan, ada pedesnya, ada udara panasnya, ada keringetnya, dan domu belum makan namanya, kalau belum keringetan.
Berhubung semalam kita tidurnya rada cepet, maka di hari minggu tgl 30 mei ini, kita bangunnya rada pagi, kita langsung jalan2 di pantai, main pasir, main ombak dikit2, walau gak berani ketengah, katanya, arus balik pantai Pangandaran ini sangat berbahaya, sudah sering orang yang belagu dan sok bergaya gaya ketarik ketengah laut, tapi gue belum denger, kalau dipantai gak boleh pake baju hijau, seperti di parangtritis dan pelabuhan ratu.
Selesai sarapan pagi kita ke objek wisatanya, disana ada peninggalan megalithikum, disana ada gua gua peninggalan Jepang, disana banyak monyet dan ada pantai yang berpasir putih yang dijaga kelestariannya, kalau kepantai itu gak mau cape, bisa naik perahu dengan biaya 10 rb PP, disana gak ada pedagang makanan dan minuman, yang ada hanya tempat penyewaan alat alat untuk snorkeling.
Nah., ardith dengan segala keingin tahuannya, langsung aja minta disewain dan dia ber snorkeling lah sendirian ketengah laut, sedangkan andre dengan segala ke eksklusip annya, mengatakan ; terlalu ramai dan terlalu sempit untuk snorkeling, next time aja kita kembali kesini, nanti kita ajak bou Linda.
Sama sama berambut hitam dan sama sama berdarah Harahap, tapi berbeda dalam sudut pandang, tapi itu gak masalah yang penting 1 iman, 1 bahasa, 1 bangsa dan 1 orangtua, yaitu domu dan duma.
Dari pasir putih kita balik ke hotel, untuk makan siang dan benah2 untuk checkout, dan perjalanan dilanjutkan menuju Green Cannyon, kurang lebih 30 Km dari Pangandaran.
Tempat wisata ini menawarkan wisata perahu dengan biaya 75 ribu PP, kita akan diajak menyusuri sungai menuju laut, dengan panorama cadas batu dan hutan belantara disekitarnya, dengan tujuan akhir, air terjun yang jatuh dari bebatuan dengan ketinggian sekitar 40 meter, berenang mengikuti arus sungai dan melihat masuknya air laut melalui celah2 bebatuan, tapi sayang disayang, pada saat itu air sangat deras, jadi deh kita gak bisa ngeliat sampai kedalamnya, tapi andre dan ardith masih bisa ikut berenang dan naik ke batu batu yang diguyur air terjun, dan seperti biasanya, ardith selalu modal nekad.
indah dan sangat memukau dan gue masih ingin kesana lagi. Amin..!
Balik darisana, kita gak lewat Pangandaran lagi, katanya ada jalan alternative yang langsung tembus di Tasikmalaya, memang ada sih., cuman jalannya kecil, naik turun gunung, sebagian jalannya ada yang rusak, jadi rasanya bukan semakin dekat, tapi semakin lama dan semakin jauh, tapi bonusnya kita banyak menikmati indahnya laut selatan sepanjang jalan, terobati jugalah.
Sesampai Tasikmalaya menuju Bandung, mulailah kita bertemu dengan segala kemacetan, mulai dari Limbangan sampai Nagrek bener bener terjebak macet total, rupanya buka tutup jalan mulai ditrapkan disana, hati yang sabar dan kepala yang dingin, sangat diperlukan, karena mobil dan motor saling berpacu untuk saling menyalip dalam kemacetan.
Jam 11 malam kita sampai di Bandung dan nginep dirumahnya Joe, di Taman Setiabudi, sebelum nyampe kita beli sate ayam dulu, maklum perut udah laper banget.
Besoknya tgl 31 mei, kita pulang dengan acara mampir dulu di Lembang untuk beli oleh2nya andre dan makan ketan bakar, makan siangnya di Sambel Hejo nya Kustoro dan gak lupa minta bungkusin ayam untuk mertua. Dari situ kita langsung pulang lewat Puncak dan mampir di Hotel Citeko, untuk ambil kunci rumah, kebetulan pula, mertua, kak idar, ita dan anak2nya lagi nginep disana.
Awal berangkat kita penuh dengan sukacita, akhir perjalanan pulang, andre penuh duka dan dengan muka segi 4, gara gara Taliban bicara rada melecehkan, dengan mengatakan ; kalian selama perjalanan tidur di mobil ya..?
He..he..he.., dia gak tau rupanya sekarang, kalau andre mau pasti bisa.
Desember 2003, inilah pertama kali kita jalan bersama ber 4, saat itu kita ke Bali,
Mey – Juni 2010, inilah kedua kalinya kita jalan bersama ber 4, saat ini kita muterin setengahnya Jawa Tengah. Next……..?
Inilah saat saat indah yang papa dan mama rasakan, saat indah kita dapat berjalan bersama, saat inilah papa dan mama merasa menjadi orang kaya, kaya dengan kebahagiaan, kaya dengan sukacita dan kaya dengan kebanggaan, karena melihat anak2 kami penuh dengan damai sejahtera dan keakraban.

K D R T

T U L A N G

T U L A N G .

Ciri khas orang Batak, selain suaranya keras, mukanya segi 4, pinter nyanyi, pinter main catur , pinter main gitar, pinter bersilat lidah, punya bahasa sendiri, punya tulisan sendiri, punya tanah sendiri, punya lagu kebangsaan sendiri dan punya juga tata cara memanggil dalam hubungan persaudaraan maupun dalam bermasyarakat.
Dari cara memanggil, kita langsung tau hubungan yang dipanggil tsb dari fihak Bapak / laki2 atau dari fihak ibu / perempuan.
Salah 1 nya yaitu ; Tulang, ini berarti saudara laki2 dari fihak ibu , bisa juga ini adalah mertua laki2 dari istri,
Kalau tulangnya banyak bukan berarti tulang belulang, tapi tulangnya ( saudara laki2 dari ibunya ) lebih dari 1, kalau ada seorang anak pada saat lahir, tidak ada tulangnya, bukan berarti anak tsb lahirnya tidak normal, tapi kemungkinan tulangnya sedang pulang ke Medan atau tidak bisa hadir saat kelahirannya, bisa juga karena ibunya tidak punya saudara laki laki.
Ada juga 1 ungkapan mengenai tulang, katanya kalau di Jakarta tulang dikejar kejar anjing, tapi kalau di Medan, malah tulang yang mengejar ngejar anjing, malah sekarangpun ada istilah bere makan tulang, ini karena maraknya makanan ayam presto, bebek presto dan bandeng presto, sampai tulangnya pun dapat dimakan. Hebat memang kata tulang ini.
Posisis tulang dalam kerabatan masyarakat batak sangat dihormati, dulu sebelum agama masuk di tanah batak, katanya tulang adalah sumber berkat dan layak untuk disembah dan dihormati, karena tulang adalah pembawa damai sejahtera, pembawa kebahagiaan dan pembawa kesukacitaan, awal agama masuk posisi tulang berubah sedikit, katanya tulang adalah wakil Tuhan didunia ini, melalui tulanglah, Tuhan menurunkan segala berkatnya, makanya setiap ada acara di masyarakat batak, harus tulang yang memimpin doa, harus tulang makan yang duluan dan harus tulang yang dapat kursi yang paling empuk dan paling depan,
Di masyarakat batak pada umumnya, posisi tulang sampai saat ini masih banyak yang belum berubah, khususnya pada saat acara adat, kalau ngirim undangan harus ada amplopnya, undangan gak boleh dikirim via pos, tapi harus diantar sendiri, dalam acara tulang harus diberi waktu untuk bicara, karena prinsip tulang, lebih baik tidak dikasih makan, daripada tidak diberi waktu untuk bicara, dalam pemberian daging, tulang harus yang paling enak, paling empuk dan yang paling menentukan.
Dampak posisi dan penghormatan kepada tulang yang seperti itu, pantaslah tulang dan orang batak ( semua orang batak pada saat tertentu pasti jadi tulang ) pada umumnya, mempunyai sifat minta dihormati, minta dihargai dan minta disanjung setinggi langit, dan merasa mempunyai hak veto dalam segala hal , kalau pendapatnya tidak diterima, marah, ngambek, kalau diminta secara halus gak dikasih, rampok, kalau gak puas dengan bunga uang yang kecil, bikin bank mandiri, inilah ciri khas orang batak, untuk mendapatkan sesuatu, apapun akan dilakukan, teguh , keras , tegas dan berprinsip, kalau Bung Karno pada tahun 60 an bersemboyan vivere very coloso, maka orang bataklah yang terus menggunakannya semboyan itu sampai sekarang , semua ini dilakukan oleh orang batak hanya untuk mengejar 3 H ( Hasangapon, Hamoraon, dan Hagabeon ),kalau inipun tidak terjangkau maka larilah mereka ke HOTEL ( Hosom, Teal, Elat dan Late ), enggak sampe gitu kali ya..?
Gue orang batak dan bangga menjadi orang batak, gue ngomong gini karena gue cinta dengan orang batak, gue ngomong gini juga, karena gue tau, ini sifat orang batak jaman dulu, kalau sekarang yang gue tau, sehari hari orang batak itu baik2, cakep2, tutur katanya lemah lembut dan pinter dalam segala hal, yang dulunya senang mengejar 3 H,sekarang cukup hanya 1 H ( HABISUKKON ).

Amin..!


Bogor, 28 Juli 2010

L A R E N

L A R E N .


Nama ini gak ada hubungannya dengan Mc Laren - Mercedes di ajang Formula dunia, dia hanya sebuah kecamatan kecil di kabupaten kecil di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Lamongan.

Tapi sejak 1 dasawarsa ini, nama Lamongan menggeliat dan dikenal karena beberapa hal :
1. Dibawah pimpinan Bupati H.Mashfuk selama 2 periode, terasa sekali peningkatan pembangunan dan perekonomiannya, dulu tahun ’80 an kota lamongan pemukiman penduduknya hanya 1 baris, karena belakangnya langsung sawah atau tambak, sekarang sudah penuh dengan bangunan ruko, bangunan kantor, malah sekarang sudah punya plaza, walau plaza kecil2an, dulu yang ada hanya bank BRI sekarang sudah macem2 bank ada disini, dulu kalau kita ke Tanjung Kodok di Paciran, kita teringat, inilah tempat ngeker para ahli hisab untuk menentukan kapan mulainya bulan Ramadhan, Tanjung Kodokpun terkenal dengan hutan kaktusnya, sekarang udah jadi Water Park Bahari, kalau mau lihat kaktus.? disamping water park ada hotel, disitu ada kaktus jadi jadian yg dibuat dari semen,
dulu Lamongan hanya punya Rumah Sakit Umum, sekarang sudah ada RS Muhammadiyah dan kampus Muhammadiyah yang megah, dulu industrinya hanya tingkat lokal, sekarang , jangankan tingkat nasional, yang tingkat internasionalpun ada, dulu yang ada hanya perumahan Perumnas, sekarang real estate pun ada, namanya keren keren lagi.
Gak mau kalah dengan daerah lain, Lamongan juga punya klub bola profesional, namanya Persela, ini bukan tim kacangan yang gampang dipecundangi lawan, dia sebuah tim jago kandang dan jago dibabak putaran pertama, sayangnya sering loyo diputaran kedua, setidaknya dengan adanya Persela ini, masyarakat Lamongan menjadi suatu 1 kesatuan yang kuat, hebat memang sang Bupati ini, beliau tahu persis maunya masyarakat Lamongan, jadi pantaslah kalau 2 periode jabatan tsb diembannya.

2. Masyarakat Lamongan umumnya petani petani tangguh, gak salah kalau lamongan menjadi salah 1 penyumbang hasil pertanian utama di Jawa Timur, tambak tambak bandeng dan udangpun menjadi andalan peningkatan perekonomian mereka, puaskah mereka..? rasanya tidak, keinginan untuk terus maju dan berkembang membuat mereka terus berusaha untuk lebih maju lagi, terlebih dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkurangnya lahan pertanian, dengan sifat dasar masyarakat lamongan yang mengutamakan kebersamaan, persaudaraan dan barangkali juga dengan sedikit modal nekad, banyak diantara mereka yang pergi merantau dan sukses berdagang seafood dan pecel lele, dan inilah sifat yang paling bagusnya, mereka sukses dirantau, tapi membangun dikampung halamannya, gak heran kalau kita melihat rumah rumah mereka sangat bagus, dan mewah dengan mobil terparkir dihalamannya. Komunitas mereka tinggal, jauh dari kota Lamongan itu sendiri, jangan kaget kalau kita melintas didaerah Kecamatan Sekaran, yang katanya perintis dari pedagang2 pecel lele dan seafood, disana banyak rumah mewah dengan kendaraan2 yang ber nomer Jakarta, jangan kaget juga, kalau kita mampir dirumahnya, akan dihidangkan anggur, apel dan buah pear yang masih segar2, dan masih tidak perlu kaget juga, kalau para orang kaya tsb, setiap pagi masih berangkat ke sawah untuk bertani, masih bermain lumpur di sawah2 dan jagongan di pojok2 kampung, karena mereka adalah perintis yang sukses, yang warung2nya dirantau sudah dikelola oleh anak2nya, saudara2nya atau para tetangga2nya. Itulah arti dari kebersamaan dan persaudaraan yang mereka bina, kalau ada yang mau merantau dan berdagang, cukup sediakan tenda, meja, kursi dan carilah lapak, nanti saudagar2 lele dan seafood akan mendukung anda, karena bandar lele, ayam dan seafood dirantau, yah., mereka2 juga.
tidak bisa dipungkiri, mereka inilah agent of development, dari para perantau inilah roda pergerakkan ekonomi pedesaan bertumbuh, ini juga perbedaannya yang mendasar dengan daerah lain, kalau orang Lamongan membangun desa dengan merantau dan berdagang, kalau daerah lain membangun desa dengan merantau untuk menjadi TKI.
3. last but not least ( yg terakhir,tapi penting juga ), Lamongan saat ini dikenal bukan hanya di Indonesia, tapi juga sudah mendunia, karena Kec. Solokuro dengan desa Tenggulunnya , nah., inilah tempat tinggalnya Amrozy dengan saudara2nya. tapi jangan salah tanggap., dia itu hanya seperti sebutir pasir di pantai, tidak ada apa apanya dan tidak mewakili ciri khas masyarakat Lamongan yang terbuka, ramah dan yang selalu menjaga santun dalam berhubungan dengan dunia luar, karena ukhuwah ikhsaniyah, ukhuwah wattoniyah dan ukhuwah islamiyah sudah berurat berakar dalam budaya mereka. Amin…!

Kecamatan Laren, yang membentang mulai dari desa gampang sejati sampai duri kulon kearah barat, dan mulai dari desa keduyung sampai desa gelap kearah utara, adalah salah satu kecamatan di Kab,Lamongan, kecamatan ini berada di sepanjang sungai Bengawan Solo, jarak dengan kota Lamongan sekitar 40 Km, atau 1,5 jam perjalanan dengan sepeda motor, kalau mau langsung mencapai tengahnya kecamatan Laren, jauh lebih baik dan cepat naik sepeda motor, karena dari Pangean ada tempat penyebrangan dengan perahu menuju desa Mojoasem.
Sejak November 1986, gue udah mengenal LAREN secara dekat dengan daerah dan warga disini, saat itu gue masih menjadi calon pegawai PT.Perkebunan XVII dan semakin dekat lagi, saat gue menjabat Kepala Kantor PT.Perkebunan XVII di Lamongan mulai Mei 1987 sampai dengan Agustus 1989.
Secara rutin dan selalu konsisten, kecamatan ini setiap tahun selalu masuk menjadi pemberitaan nasional, baik di media cetak maupun di media TV, bukan karena daerahnya mencetak tingkat kenaikkan wisatawan, atau kenaikkan produksi dibidang pertanian, apalagi sebagai daerah penerima penghargaan PAD tertinggi, tapi pemberitaan mengenai musibah banjir.
Ironis memang., tapi dibalik percobaan dan musibah itu, ada rencana Tuhan yang lebih indah untuk masyarakat disana, dengan melimpah ruahnya air sungai, tanaman Kenaf atau Rosella ( bahan dasar utk membuat karung goni ) sesudah siap ditebas, harus segera direndam, dengan adanya banjir ini, tidak perlu digotong lagi kemana mana, cukup ditebas dan diikat, sudah langsung merendam sendiri. praktis, effektif dan effisien,
Dengan kondisi alam seperti ini, Kecamatan Laren menjadi basis utama penanaman Kenaf dan Rosella di Indonesia, karena tingkat kwalitasnya maupun tingkat produktifitasnya sangat tinggi, maka daerah tsb dampaknya menjadi produk bahan dasar karung dengan harga pokok yang terendah.

Ada ungkapan, “kalau kita sudah merasakan air bengawan solo, pasti kita akan selalu rindu untuk kembali kesana “, nah., inilah yang gue alami, sudah melanglang jauh dan sangat lama gue meninggalkan Laren, tapi sejak Agustus 1998 gue kembali lagi kesana, hingga sekarang., tidak terasa sudah 12 tahun lamanya gue secara rutin dan berkesimbungan masih tetap kesana, yang dulunya, kalau gue ke Laren, tapi tidurnya di Hotel Mahkota di Lamongan, tapi akhir akhir ini gue tidurnya malah dirumah sahabat gue, saudara gue Liliek di desa Pesanggrahan.
Rumahnya bagus, orangnya bagus, istri dan anak2nya juga bagus, teman2 yang sering mampir dirumahnya juga bagus2, malah ada temannya yang namanya Bagus, tapi ada juga yang lebih bagus., ayam bakar dan sate kambing di warung perempatan desa Keduyung, wah., pokoknya kalau gue ama Purnomo kesana, hal hal yang bagus yang selalu gue dapatkan.
Dirumah Liliek atau dari rumah Lilieklah gue sering bertemu dengan sahabat2 lama, ada H.Syamsul Anam dari ds Plangwot, ada H.Sun’an dari ds Bulutigo, ada Imron kades Siser, ada Khuzaimi dari ds Kruyo, ada Mufid kades mojoasem bersama warganya Suhairi, Rodi dan kelg Alm H.Mashadi, ada Suadi, H. Mubin dan Nursilah ( mereka ini dari dulu kerjanya tukang kritik dan nyentil, tapi yang dia bilang memang bener juga sih, ) dari ds Pesanggrahan, ada Haji Kasdam dan calhaj Sholekhan dari ds Keduyung, ada alm Mulyono dan Romli dari ds Duri kulon, ada Basri dari ds Centini, rasanya dari ujung ke ujung Laren, gue punya sobat deh., belum lagi yang biasa ketemu dirumahnya Liliek, ada Fadlan, Bagus, mbah Mul ( pawang ular ) dll.
Ini cerita lain, ada 1 desa namanya Jabung, kalau yang lain sudah tidak kebanjiran, desa ini kadang masih terendam air, tapi didesa ini banyak rumah mewah dan lebih mewah lagi ada 2 bangunan mesjid, jarak mesjid yang 1 dengan mesjid 1 nya hanya sekitar 50 meter, katanya yang 1 punya Muhammadiyah dan yang 1 nya lagi punya NU.
Ada juga 1 desa yang namanya Gelap, letak ujung desanya sudah mepet dengan hutan jati, ini aneh juga, gak ada tanaman duren, gak ada yang makan duren, tapi sehari hari desa ini wangi duren, disini juga banyak sobat2 gue, ada Haji Mulyadi, ada Uztad Imam Ansyori dan ada juga saudagar ayam, beras, kenaf, dia seorang pekerja keras yang sukses, namanya Haji Mushlich.
Tambah lagi 1 desa yang unik, namanya Dateng, bisa aja desa ini terimbas dengan majunya komunikasi dan publikasi, atau mungkin karena kebiasaan warganya nonton check & recheck, Insert dan infotainment lainnya, ada 1 warung kopi yang biasa dipake untuk nongkrong2 sehabis pelepas lelah, julukkannya MANOHARA, yang manohara itu nama warungnya atau nama pemiliknya, gue tau deh., he..he..he..! gue gak komentar ..!

Tahun 1986 sampai dengan tahun 1989, gue di Laren sebagai seorang birokrat, tapi bukan birokrat yang maunya hanya rapat dan evaluasi kerjanya sampai ditingkat kantor kecamatan saja, gue terjun langsung kedesa desa, kalau perlu kita tarkam sepakbola sambil melakukan penyuluhan, tapi nendang bolanya jangan kenceng2, nanti bolanya bisa nyebur di bengawan solo. kalau inget ini, gue jadi teringat sama Alm H. Suto Kadesnya Duri Kulon. sedangkan tahun 1998 sampai dengan sekarang tahun 2010, gue sebagai pedagang keliling,
Tulisan LAREN ini, adalah tulisan ucapan terima kasih dan penghargaan kami yang setulus tulusnya kepada semua masyarakat LAREN, dari kalianlah kami ada, sebagaimana kami ada saat ini.
Kiranya Kasih dan Berkat dari Allah SWT, selalu menyertai kita semua. Amin…!


Bogor, 17 Agustus 2010


Domu Harahap