Kamis, 26 Agustus 2010

Glorio in exelcis deo

MAZMUR 145 : 9a

Sesuai dengan himbauan dari Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia, maka setiap gereja dalam ibadah Natal tahun 2009 agar menggunakan thema “ Allah itu baik “, inilah salah satu ciri khas dari gereja liturgist, sudah tata cara ibadahnya ditentukan, sekarang themapun ikut pula ditentukan, baguskah caranya seperti ini.? Yah., gimana cara kita memandangnya aja, kalau gue yang ditanya, yah., gue bilang bagus bagus aja. ( cumanya seperti jaman orde baru, segalanya serba diatur ) tapi maaf aja, sekarang ini gue lagi tidak ingin membahas masalah itu, gue lagi ingin ngebukti’in, bener gak sih ., Allah itu Baik..? tentunya dengan versi gue dong.,

Allah itu baik, tapi kita harus mengakui keberadaan dan kekuasaanNya
Allah itu baik, tapi kita harus memuji dan memuliakan namaNya
Allah itu baik, tapi kita harus selalu mengucap syukur dan berterimakasih padaNya
Allah itu baik, tapi kita mendapat ganjaran neraka,jika tidak menurut perintahNya.
Akhirnya, kitapun berbuat baik, agar mendapatkan janji surga dari padaNya.

Apakah dengan demikian Allah dan kita telah berbuat baik.?
Sejogjanya, kalau berbuat baik yang benar adalah, berbuat tanpa TAPI dan syarat apapun, kalau kita berbuat baik dengan TAPI dan syarat tertentu, namanya perbuatan kita baik, tapi tidak tulus. Kalau seperti itu sikap Allah dan perbuatan kita, yang hanya mengharapkan imbalan . Telah benarkah kita berbuat baik, tapi tanpa ketulusan.?
Bagaimana kalau kata TAPI, kita ganti dengan KARENA ITU..?

Allah itu baik, karena itu kita harus mengakui keberadaan dan kekuasaanNya
Allah itu baik, karena itu kita harus memuji dan memuliakan namaNya
Allah itu baik,karena itu kita harus selalu mengucap syukur & berterimakasih padaNya
Allah itu baik,karena itu kita mendapat ganjaran neraka,jika tdk menurut perintahNya
Akhirnya, kitapun berbuat baik, karena ada janji surga dari padaNya.

Rasanya kalau diganti dengan KARENA ITU lebih halus ya.? ada suatu kecenderungan bahwa, dari kitalah inisiatif untuk melakukan itu semua, tidak ada paksaan, dan tidak berharap mendapat imbalan, kecuali nanti kalau sudah dibangkitkan ( koq..! )

Allah itu baik, sangat baik dan terlalu baik bagi kita, Dia memberikan contoh yang sungsang, contoh yang berputar 180 derajat, yang tidak terpikirkan oleh kita manusia, kalau bahasa sinetronnya sangat dramatis,
Dia kasih anakNya, kita barter dengan dosa dosa kita
Dia lahir ditempat yang kumuh, kita rayakan ditempat yang gemerlap
Dia hidup untuk pelayanan, kita hidup untuk pekerjaan
Dia mati untuk hidup,kita hidup untuk mati.
Itulah contoh kehidupan yang sungsang, kontradiksi sekali apa yang telah diperbuat oleh Allah kepada kita, dengan apa yang kita telah perbuat kepada Allah.
Pendeta MG Panggabean pada khotbah Natal pd tgl 25 desember 2009 di GKPA menyatakan, hal yang sungsang, jika Jesus dilahirkan dikandang domba, bukan ditempat yang indah dan bersih, hal yang sungsang, jika berita tentang kelahiran Jesus, pertama kali diberitakan kepada para gembala di padang efrata, bukan kepada para imam di bait Allah. hal yang sungsang, jika harus orang samaria yang menjadi contoh untuk menolong orang yang dianiaya ditepi jalan, kenapa bukan orang jahudi sendiri, hal yang sungsang, jika ditampar pipi kiri, kita berikan pula pipi yang kanan, hal yang sungsang, jika diminta bajumu, kita berikan pula jubah kita.hal yang sungsang, jika orang yang hobbinya mengejar dan membunuh orang Kristen,malah dijadikan sebagai rasulNya.
Itulah sebabnya, kenapa ALLAH BAIK, karena Dia mengajarkan kepada kita hal hal yang sungsang, hal hal yang luar biasa, hal hal mengenai kebaikkan yang diluar pola pikir kita sebagai manusia , dimana kesederhanaan, rendah hati, tulus, penolong dan sifat mengampuni diharapkan menjadi gaya hidup kita sehari hari.
Amin…!

Bogor,06012010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar