Papi adalah anak kelima dari 7 bersaudara, dari pasangan Constan Harahap (gelar Baginda Panyahatan) dengan Sitiani Siregar ( dari Bungabondar ), biasanya kita bilang opung kwitang,karena tinggalnya di gang nangka no. 23 kramat kwitang.
Anak yang pertama adalah Lemeine Harahap menikah dengan Amandus Siregar ( dari Hutaraja ) mereka dikaruniakan 6 anak yaitu :
1.Magda Siregar menikah dengan Raphael Sitompul ( inilah cucu panggoaran )
2.Hanna Siregar menikah dengan Poltak Lumbantobing
3.Dohar Siregar menikah dengan Herawati boru sunda
4,Icha Siregar menikah dengan dr.Toman Gultom
5.Ina Siregar tidak menikah
6.Tiur Siregar menikah dengan Pulungan
Amangboru ini kita panggil dengan amangboru marathon, karena tinggalnya di jl.Marathon tebet.
Anak yang kedua adalah Paulina Harahap menikah dengan Parlindungan Siregar ( dari Sibadoar ), mereka dikaruniakan anak 9 yaitu :
1. Ir.Binsar Siregar menikah dengan Emma boru sunda
2. Putir Siregar menikah dengan Leo Sitompul SH
3. Eveline (cece) Siregar menikah dengan Randy Masengi
4. Atek Siregar menikah dengan ……………,
5. Rama Siregar menikah dengan dr.Batu Gultom
6. Rully Siregar menikah dengan Diana Lubis
7. Drs.Adrian Siregar MA menikah dengan Grece Sihombing
8. Dra Diana Siregar menikah dengan Ir. Ronald Nasution MM
9. Ir.Robert Siregar MM menikah dengan Meyrita Hutagalung.
Amangboru ini karena rumahnya pindah2 melulu jadi panggllannya ikut berubah ubah, mulai dari ambor gondangdia,ambor cipete dan yang terakhir panggilannya jadi ambor prapanca.
Anak yang ketiga adalah Emmanuella Harahap menikah yang pertama dengan Siregar dan yang kedua dengan Kassa Simbolon, mempunyai 1 anak yaitu Liliek
Simbolon menikah dengan Harry Harahap. Panggilan akrabnya ambor sentiong. Gossipnya sih., liliek itu sebenarnya anak dari suami yang pertama.
Anak yang keempat adalah Dora Oloan Harahap menikah dengan Kapten Jonh Hardy Samsudin Siahaan, mereka dikaruniakan 5 anak, yaitu :
1. Robinson Siahaan (Coki) menikah dengan Tuti boru Jawa
2. Ronald Siahaan tidak menikah
3. Natal Siahaan SH MH menikah dengan Pinta Gloria Nainggolan dan yang kedua menikah dengan Rr.Diana Pristiwardani boru Madura.
4. Harly Siahaan menikah dengan Christien Membalik boru Toraja
5. Henry Siahaan SH menikah dengan Ambarwati boru Jawa.
Kalau ambor ini, gue gak inget sama sekali,karena sudah meninggal pada tahun 1959 di Pekanbaru dan dimakamkan di taman makam pahlawan disana. Jadi yang diingat hanya namboru arimbi didaerah tanah tinggi.
Anak yang keenam adalah Bertha Harahap menikah dengan Agus Nababan, mereka dikaruniakan 4 anak, yaitu :
1, Herda Nababan menikah dengan Musyafir
2. Silvia Nababan (dodo) menikah dengan Situngkir
3. Verra Nababan menikah dengan …………..,
4. Ria Nababan menikah dengan ………………..,
Namboru ini menikah dengan paribannya langsung, dan rasanya gue gak punya memori dengan mereka, yang gue inget mereka itu belanda banget gayanya, yang gue kenal deket hanya dodo, yang lainnya wah., gelap dan gelap. Biasanya gue manggil mereka dengan panggilan oom Agus dan tante Ber, keikutan holland sprekken juga ya.,
Anak terakhir adalah Christian Harahap menikah dengan Darmawan Siregar (Bungabondar), mereka dikaruniakan 3 anak, yaitu :
1, Robert Toga Harahap menikah dengan Budiarti Siregar (Hutaraja)
2. Herlina Harahap SE.Ak MM menikah dengan Jonh Posma Pospos
3. Donny Harahap menikah Novida Supit SE boru menado.
Mereka tinggal di jalan Damai ( skr jadi jln.Tebet Utara Dalam Raya ).
Nah.., kebiasaan kita kita nih., cucu cucunya opung kwitang, kalau manggil itu dengan panggilan oom dan tante, sesudah kita rada gedean dikit, barulah kita manggil sesuai dengan tradisi batak, dulu gue manggilnya oom Christ, sesudah besarlah baru manggil Uda, dan panggilan biasanya bedasarkan dimana dia tinggal, jadi waktu kecil kita kadang gak tau siapa nama ambor, siapa nama opung dan siapa namboru. Mungkin bagus untuk tatakramanya, tapi gak bagus juga untuk catatan sipilnya.
Untuk sementara sampai di level cucu dulu ya., nanti kita lanjut sampai di level cicit, pastinya lebih panjang dan lebih rumit lagi, namanya juga usaha..,
Bogor,071209
Jam: 01.00
Senin, 07 Desember 2009
the champions
SELESAI SUDAH..!
14 Oktober 2008, Andre diwisuda dari STAN jurusan Administrasi Perpajakan.
Pelaksanaannya di Jakarta Convention Centre, tempatnya megah dan mewah, sangat cocok utk yang mewisuda, tapi gak cocok dengan yang di wisuda, apalagi dengan keluarga wisudawan, ada suatu ungkapan bahwa STAN tempat berkumpulnya anak2 yang pintar, dengan orangtua yang susah. Koq..?
Pada saat pelaksanaan wisuda, jelas banget perbedaan antara tempat yang mewah dan megah dengan mayoritas peserta yang hadir, yah..tampangnya, yah..penampilannya, yah..pembawaannya, belum lagi kalau dengar tutur katanya , pokoknya Indonesia bangetlah.., logat dari Sabang sampai Merauke ada disini.
Ada yang baru nyampe dari stasiun senen langsung ke JCC, ada yang baru nyampe di Pulogadung langsung ke JCC, ada yang baru nyampe di Kalideres langsung ke JCC, ada juga yang baru nyampe dari Bandara lansung ke JCC, kontradiksi bangetkan.?
Setiap wisudawan mendapatkan undangan hanya 1 utk dapat menyaksikan prosesi tsb, tapi yang bangga atas kelulusan tsb tentunya bukan hanya 1, bisa 1 keluarga, bisa 1 keturunan, bisa juga 1 kampung, bisa dibayangkanlah siapa siapa yang hadir pada saat itu , ada nenek, ada kakek, paman, tante, tetangganya nenek, tetangga adiknya kakek, wah.. seru, lucu dan penuh warna warni diareal JCC, ada yang bawa tiker, ada yang bawa rantang, ada yang sewa mikrolet, ada yang sewa metromini, tapi yang terlihat jelas hanya 1, yaitu wajah wajah yang penuh sukacita, wajah yang ceria, wajah yang penuh dengan kebanggaan , mungkin saja untuk melampiaskan kegembiraan ada yang terfikir untuk manggil topeng monyet.
Namanya juga lagi gembira, apapun akan dilakukan, masalahnya apa diijinkan oleh JCC.?
Saat acara penutupan, paduan suara anak2 STAN menyanyikan lagu WE ARE THE CHAMPION dengan menaburkan pecahan2 kertas yang berterbangan, para wisudawan menjerit, tertawa dan bertepuk tangan dengan hysteria, dan kami orangtua serempak standing applaus dari tribun. Yah.., kalian memang pantas utk menjerit, tertawa dan bertepuk tangan, karena kalian THE CHAMPION.
Selamat ya Dre..?
Papa, mama dan ardith selalu percaya, bahwa setiap langkahmu, adalah langkah2 yang telah diatur oleh Tuhan.
Tuhan memberkati mu, Tuhan menyertai mu dan damai sejahtera dari Tuhan selalu bersama mu. Amin..!
14 Oktober 2008, Andre diwisuda dari STAN jurusan Administrasi Perpajakan.
Pelaksanaannya di Jakarta Convention Centre, tempatnya megah dan mewah, sangat cocok utk yang mewisuda, tapi gak cocok dengan yang di wisuda, apalagi dengan keluarga wisudawan, ada suatu ungkapan bahwa STAN tempat berkumpulnya anak2 yang pintar, dengan orangtua yang susah. Koq..?
Pada saat pelaksanaan wisuda, jelas banget perbedaan antara tempat yang mewah dan megah dengan mayoritas peserta yang hadir, yah..tampangnya, yah..penampilannya, yah..pembawaannya, belum lagi kalau dengar tutur katanya , pokoknya Indonesia bangetlah.., logat dari Sabang sampai Merauke ada disini.
Ada yang baru nyampe dari stasiun senen langsung ke JCC, ada yang baru nyampe di Pulogadung langsung ke JCC, ada yang baru nyampe di Kalideres langsung ke JCC, ada juga yang baru nyampe dari Bandara lansung ke JCC, kontradiksi bangetkan.?
Setiap wisudawan mendapatkan undangan hanya 1 utk dapat menyaksikan prosesi tsb, tapi yang bangga atas kelulusan tsb tentunya bukan hanya 1, bisa 1 keluarga, bisa 1 keturunan, bisa juga 1 kampung, bisa dibayangkanlah siapa siapa yang hadir pada saat itu , ada nenek, ada kakek, paman, tante, tetangganya nenek, tetangga adiknya kakek, wah.. seru, lucu dan penuh warna warni diareal JCC, ada yang bawa tiker, ada yang bawa rantang, ada yang sewa mikrolet, ada yang sewa metromini, tapi yang terlihat jelas hanya 1, yaitu wajah wajah yang penuh sukacita, wajah yang ceria, wajah yang penuh dengan kebanggaan , mungkin saja untuk melampiaskan kegembiraan ada yang terfikir untuk manggil topeng monyet.
Namanya juga lagi gembira, apapun akan dilakukan, masalahnya apa diijinkan oleh JCC.?
Saat acara penutupan, paduan suara anak2 STAN menyanyikan lagu WE ARE THE CHAMPION dengan menaburkan pecahan2 kertas yang berterbangan, para wisudawan menjerit, tertawa dan bertepuk tangan dengan hysteria, dan kami orangtua serempak standing applaus dari tribun. Yah.., kalian memang pantas utk menjerit, tertawa dan bertepuk tangan, karena kalian THE CHAMPION.
Selamat ya Dre..?
Papa, mama dan ardith selalu percaya, bahwa setiap langkahmu, adalah langkah2 yang telah diatur oleh Tuhan.
Tuhan memberkati mu, Tuhan menyertai mu dan damai sejahtera dari Tuhan selalu bersama mu. Amin..!
Rumput didalam sepatu
Rumput didalam sepatu
Saat itu tgl 4 desember, dari pagi mami sudah mulai berceloteh, kita harus bersih, kita harus baik, kita harus rajin belajar, dan jangan lupa., berdoa sebelum makan, banyak instruksi2 mami pagi ini yang harus kita kerjakan, harapan harapan mami itu tentunya baik dan sangat baik pastinya, tetapi harapan mami dengan harapan kita2 tentunya beda, ada suatu imbalan yang kita harapkan dengan berbuat yang baik2 pada hari ini,
Mami bilang, bahwa nanti malam sinter klaas akan datang membawa hadiah yang indah indah kepada setiap anak yang baik,rajin belajar, rajin berdoa dan rajin sekolah minggu, tapi dia juga akan datang bersama dengan swatter pied yang datang membawa karung dan sapu lidi, nah.., ini yang menjadi momok bagi kita kita saat itu, karena dia datang tidak membawa hadiah, tapi membawa sapu lidi untuk memukul bagi setiap anak yang nakal, malas dan selalu melawan orangtua, apalagi yang gak pernah sekolah minggu.
Hari ini kita semua akhirnya bermain sinetron, kita penuh dengan senyum, kita mendadak rajin berdoa, rajin ngepel, nyapu, gak disuruhpun langsung ngerjain, ini hari seperti hari ibu, dimana mami benar benar menjadi ibu yang sangat dimanja oleh anak anaknya, yang bingung jelas papilah, pulang dari kantor sepatunya rame rame kita bukain, ada yang langsung ngambilin minuman, ada yang nawarin nyuciin mobil, wah..bener bener seperti rumah tangga yang semerbak harum mewangi.
Sore harinya ada instruksi mami yang biasanya kita belaga lupa, tapi yang sekarang ini bener bener kita tungguin, kita semua disuruh bersihkan sepatu masing2 dan menaruh rumput didalamnya, gak perlu mami naikkan nadanya, kita semua langsung bergerak cepat, he..he..he.. kalau pada ada maunya begitu deh kelakuannya.
Masalah kenapa kita harus sediakan sepatu dan rumput, gue gak jelas jelas banget, kalau rumput katanya untuk makanan rusanya sinter klaas, kalau sepatu gak tau juga sih., mungkin juga untuk nimpuk swatter pied,kalau mukulnya terlalu keras atau yang nakal mau dimasukkin ke karungnya. namanya juga orangtua, masa sih tega anaknya dipukulin ama orang lain.
Jam 9 malam kita sudah selesai belajar, sudah cuci kaki, naik ketempat tidur dan gak lupa berdoa “ met met au on “ , langsung tidurkah kita semua itu..? kayanya enggak juga deh., pastinya kita kita pada ngelamun dululah, sinter klaasnya datang jam berapa ya., dapet gak ya apa yang gue minta ama sinter klaas, atau karena gue baiknya cuman hari ini aja, yang datang malah swatter pied, ih..,ngeri mbok..! ah., gue mau bangun dulu , gue mau berdoa lagi., gue mau mohon ampun sama Tuhan Jesus dan gue janji gak akan bandel lagi, gue janji akan rajin belajar, rajin berdoa dan sekolah minggu dan janji gak akan melawan orangtua lagi.
Sekarang gue udah tenang, urusan gue udah beres dengan Tuhan Jesus, sekarang gue mau tidur dengan senyum dan menantikan hadiah yang akan gue terima dari Tuhan Jesus melalui sinter klaas.
Sekarang tgl 4 Desember 2009, sedangkan cerita diatas itu tgl 4 Desember 1960, sudah 49 thn berlalu, cukup lama, malah sudah sangat lama, tapi kalau kita lihat makna yang terkandung didalamnya, tentunya masih sangat relevan pada saat ini, tinggal bagaimana cara kita memandangnya. Amin..!
Bogor, 04122009
Saat itu tgl 4 desember, dari pagi mami sudah mulai berceloteh, kita harus bersih, kita harus baik, kita harus rajin belajar, dan jangan lupa., berdoa sebelum makan, banyak instruksi2 mami pagi ini yang harus kita kerjakan, harapan harapan mami itu tentunya baik dan sangat baik pastinya, tetapi harapan mami dengan harapan kita2 tentunya beda, ada suatu imbalan yang kita harapkan dengan berbuat yang baik2 pada hari ini,
Mami bilang, bahwa nanti malam sinter klaas akan datang membawa hadiah yang indah indah kepada setiap anak yang baik,rajin belajar, rajin berdoa dan rajin sekolah minggu, tapi dia juga akan datang bersama dengan swatter pied yang datang membawa karung dan sapu lidi, nah.., ini yang menjadi momok bagi kita kita saat itu, karena dia datang tidak membawa hadiah, tapi membawa sapu lidi untuk memukul bagi setiap anak yang nakal, malas dan selalu melawan orangtua, apalagi yang gak pernah sekolah minggu.
Hari ini kita semua akhirnya bermain sinetron, kita penuh dengan senyum, kita mendadak rajin berdoa, rajin ngepel, nyapu, gak disuruhpun langsung ngerjain, ini hari seperti hari ibu, dimana mami benar benar menjadi ibu yang sangat dimanja oleh anak anaknya, yang bingung jelas papilah, pulang dari kantor sepatunya rame rame kita bukain, ada yang langsung ngambilin minuman, ada yang nawarin nyuciin mobil, wah..bener bener seperti rumah tangga yang semerbak harum mewangi.
Sore harinya ada instruksi mami yang biasanya kita belaga lupa, tapi yang sekarang ini bener bener kita tungguin, kita semua disuruh bersihkan sepatu masing2 dan menaruh rumput didalamnya, gak perlu mami naikkan nadanya, kita semua langsung bergerak cepat, he..he..he.. kalau pada ada maunya begitu deh kelakuannya.
Masalah kenapa kita harus sediakan sepatu dan rumput, gue gak jelas jelas banget, kalau rumput katanya untuk makanan rusanya sinter klaas, kalau sepatu gak tau juga sih., mungkin juga untuk nimpuk swatter pied,kalau mukulnya terlalu keras atau yang nakal mau dimasukkin ke karungnya. namanya juga orangtua, masa sih tega anaknya dipukulin ama orang lain.
Jam 9 malam kita sudah selesai belajar, sudah cuci kaki, naik ketempat tidur dan gak lupa berdoa “ met met au on “ , langsung tidurkah kita semua itu..? kayanya enggak juga deh., pastinya kita kita pada ngelamun dululah, sinter klaasnya datang jam berapa ya., dapet gak ya apa yang gue minta ama sinter klaas, atau karena gue baiknya cuman hari ini aja, yang datang malah swatter pied, ih..,ngeri mbok..! ah., gue mau bangun dulu , gue mau berdoa lagi., gue mau mohon ampun sama Tuhan Jesus dan gue janji gak akan bandel lagi, gue janji akan rajin belajar, rajin berdoa dan sekolah minggu dan janji gak akan melawan orangtua lagi.
Sekarang gue udah tenang, urusan gue udah beres dengan Tuhan Jesus, sekarang gue mau tidur dengan senyum dan menantikan hadiah yang akan gue terima dari Tuhan Jesus melalui sinter klaas.
Sekarang tgl 4 Desember 2009, sedangkan cerita diatas itu tgl 4 Desember 1960, sudah 49 thn berlalu, cukup lama, malah sudah sangat lama, tapi kalau kita lihat makna yang terkandung didalamnya, tentunya masih sangat relevan pada saat ini, tinggal bagaimana cara kita memandangnya. Amin..!
Bogor, 04122009
Sabtu, 28 November 2009
SINAR KASIH TUHAN
SINAR KASIH TUHAN
Renungan ini dibuka dengan satu ungkapan “ Allah berbicara melalui firmanNya, kepada setiap orang yang mendengar dengan hatinya “
Firman Tuhan yg diambil utk renungan ini dari Roma 12 : 1, yaitu ;
“Karena itu saudara2ku,demi kemurahan Allah,aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, yang berkenan kepada Allah, itu adalah persembahanmu yang sejati “.
Inti dari firman tsb diatas adalah, persembahan yang hidup sangat berkenan dihati Tuhan, karena Tuhan minta agar kita serahkan seluruh hati,jiwa,pikiran dan tubuh kita untuk memuliakan Tuhan, hal ini dapat berarti bahwa, Tuhan ingin kita bekerja diladang Tuhan dan dapat pula berarti, Tuhan ingin seluruh tubuh dan hidup kita menyinarkan kasih Tuhan, seperti diungkapkan oleh Yesus, agar kita dapat menjadi garam dan terang dunia.
Roma 6 : 13 : Kita serahkan seluruh tubuh kita kepada Allah untuk menjadi senjata senjata kebenaran.
Senjata senjata tsb adalah :
Telinga kita adalah telinga Tuhan.
Telinga yang peka untuk selalu mendengar suara Tuhan, karena dari pendengaran itulah akan muncul iman. “ jadi, Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Tuhan “ ( Roma 10:17 )
Mata kita adalah mata Tuhan,
Mata yang selalu menyinarkan kasih, karena matamu adalah pelita tubuhmu. “Jika matamu baik,maka teranglah seluruh hidupmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah hidupmu.( Amsal 4:23)
Hati kita adalah hati Tuhan.
Hati yang penuh dengan cintakasih dan ketulusan, hati yang mempunyai rasa peduli kepada sesama, dan “ Jagalah hatimu dengan sekuat tenagamu, karena segala perkara dalam kehidupan keluar dari situ “ ( Amsal 4:23 ).
Ketiga senjata itu adalah telinga, mata dan hati, yang terangkum dalam firman Tuhan, “ Hai anakKu, perhatikanlah perkataanKu, arahkanlah telingamu kepada ucapanKu, janganlah semua itu jauh dari matamu, simpanlah dilubuk hatimu “ ( Amsal 4:20-21 ).
Karena itu, konsep persembahan yang hidup janganlah diartikan sempit, bahwa kita hidup hanya utk memuliakan dan memuji Tuhan dengan tatacara ibadah saja, tanpa sedikitpun peduli dan menyentuh rasa kasih kepada sesama manusia, kalau demikian halnya apa bedanya kita dengan orang2 farisi, yang dalam kehidupan sehari hari hanya berada di bait Allah dan berdoa.
Bisa saja sifat sifat orang farisi saat ini adalah, orang orang yang rajin pergi ke bukit doa, pergi napak tilas ke via dolorosa, yang selalu sibuk dengan kebaktian kebaktian wilayah atau dapat juga pergi retreat ketempat wisata, tapi lupa bahwa, sebagai orang Kristen kita harus memancarkan SINAR KASIH TUHAN dalam segala perbuatan, karena KASIH akan mewujudkan dirinya melalui perbuatan perbuatan.
Kebenaran tentang KASIH ada pada firman Tuhan :
“ Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu : Iman, Pengharapan dan KASIH, dan yang terutama adalah KASIH “ ( 1 Kor.13:13 ).
“ Tetapi yang terutama adalah kasihilah sungguh sunguh seorang akan yang lain, sebab KASIH banyak sekali menutupi dosa “ ( 1 Petr.4 :8 ).
“ Diatas semua itu kenakanlah KASIH, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan “ ( Kol.3:14 ).
Untuk itu, saudara saudara yang kekasih, marilah kita kita Saling mengasihi, sebab KASIH itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah serta mengenal Allah, Barangsiapa yang tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah KASIH. ( 1 Yoh 4:7-8 ) Amin..!
Domuharahap
Renungan ini dibuka dengan satu ungkapan “ Allah berbicara melalui firmanNya, kepada setiap orang yang mendengar dengan hatinya “
Firman Tuhan yg diambil utk renungan ini dari Roma 12 : 1, yaitu ;
“Karena itu saudara2ku,demi kemurahan Allah,aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, yang berkenan kepada Allah, itu adalah persembahanmu yang sejati “.
Inti dari firman tsb diatas adalah, persembahan yang hidup sangat berkenan dihati Tuhan, karena Tuhan minta agar kita serahkan seluruh hati,jiwa,pikiran dan tubuh kita untuk memuliakan Tuhan, hal ini dapat berarti bahwa, Tuhan ingin kita bekerja diladang Tuhan dan dapat pula berarti, Tuhan ingin seluruh tubuh dan hidup kita menyinarkan kasih Tuhan, seperti diungkapkan oleh Yesus, agar kita dapat menjadi garam dan terang dunia.
Roma 6 : 13 : Kita serahkan seluruh tubuh kita kepada Allah untuk menjadi senjata senjata kebenaran.
Senjata senjata tsb adalah :
Telinga kita adalah telinga Tuhan.
Telinga yang peka untuk selalu mendengar suara Tuhan, karena dari pendengaran itulah akan muncul iman. “ jadi, Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Tuhan “ ( Roma 10:17 )
Mata kita adalah mata Tuhan,
Mata yang selalu menyinarkan kasih, karena matamu adalah pelita tubuhmu. “Jika matamu baik,maka teranglah seluruh hidupmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah hidupmu.( Amsal 4:23)
Hati kita adalah hati Tuhan.
Hati yang penuh dengan cintakasih dan ketulusan, hati yang mempunyai rasa peduli kepada sesama, dan “ Jagalah hatimu dengan sekuat tenagamu, karena segala perkara dalam kehidupan keluar dari situ “ ( Amsal 4:23 ).
Ketiga senjata itu adalah telinga, mata dan hati, yang terangkum dalam firman Tuhan, “ Hai anakKu, perhatikanlah perkataanKu, arahkanlah telingamu kepada ucapanKu, janganlah semua itu jauh dari matamu, simpanlah dilubuk hatimu “ ( Amsal 4:20-21 ).
Karena itu, konsep persembahan yang hidup janganlah diartikan sempit, bahwa kita hidup hanya utk memuliakan dan memuji Tuhan dengan tatacara ibadah saja, tanpa sedikitpun peduli dan menyentuh rasa kasih kepada sesama manusia, kalau demikian halnya apa bedanya kita dengan orang2 farisi, yang dalam kehidupan sehari hari hanya berada di bait Allah dan berdoa.
Bisa saja sifat sifat orang farisi saat ini adalah, orang orang yang rajin pergi ke bukit doa, pergi napak tilas ke via dolorosa, yang selalu sibuk dengan kebaktian kebaktian wilayah atau dapat juga pergi retreat ketempat wisata, tapi lupa bahwa, sebagai orang Kristen kita harus memancarkan SINAR KASIH TUHAN dalam segala perbuatan, karena KASIH akan mewujudkan dirinya melalui perbuatan perbuatan.
Kebenaran tentang KASIH ada pada firman Tuhan :
“ Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu : Iman, Pengharapan dan KASIH, dan yang terutama adalah KASIH “ ( 1 Kor.13:13 ).
“ Tetapi yang terutama adalah kasihilah sungguh sunguh seorang akan yang lain, sebab KASIH banyak sekali menutupi dosa “ ( 1 Petr.4 :8 ).
“ Diatas semua itu kenakanlah KASIH, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan “ ( Kol.3:14 ).
Untuk itu, saudara saudara yang kekasih, marilah kita kita Saling mengasihi, sebab KASIH itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah serta mengenal Allah, Barangsiapa yang tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah KASIH. ( 1 Yoh 4:7-8 ) Amin..!
Domuharahap
Senin, 23 November 2009
LOVING MEMORY TULANG VILDAG
IN LOVING MEMORY TULANG VILDAG
Sobar Pardamean Nasution St ( Sintua )
Lahir di Padangmatinggi Sipirok Tapanuli Selatan Tgl 20 Oktober 1932,
Game over di Jakarta pada tgl 20 November 2009.
Dimakamkan di TPU Artana Raga Pamulang II pada tgl 22 November 2009.
Banyak yang bilang, bahwa Nasution berasal dari kata na sakti on, yang artinya orang yang sakti, bisa jadi sakti beneran atau bisa juga sakti mandraguna (maksudnya sakti seperti mandra, gitu lho.?).
Kalau kita2 orang awam mengatakan ada sesuatu hal yang aneh, bisa saja itu adalah pekerjaan dari yang orang sakti2 , atau juga auranya sedang bekerja, atau katanya yang lebih parah lagi, alam turut mendukung semua kegiatannya.
Anda boleh percaya dan boleh juga tidak , Tapi mari kita lihat cerita ini :
Tulang yang Nasution ini meninggal jam 9 pagi di RS. Harapan Kita, dan dibawa pulang kerumahnya di Perumahan Villa Dago Pamulang, dirumahnya yang biasanya udaranya panas, mendadak sejuk, waktu malampun walau sdh gelap dan mendung, tak sesetespun air yang turun dan itu terus terjadi sampai saat pemakaman hari minggu jam 4 sore, nah., sesudah kita2 pulang dari pemakaman, baru deh turun hujan, gak kebayanglah, kalau hujan turun saat manusia2 yang bejibun itu pada datang, karena sesudahnya yang gue liat, tenda yang ada khusus di design untuk nahan matahari, bukan utk nahan hujan.
Itu baru kejadian yang pertama, yang ke 2, tanggal meninggalnya Tulang yg Nasution ini persis sama dengan tgl meninggalnya Nantulang ( istrinya ) yang meninggal pd tgl 20 November 2008, hebat ya bisa sama gitu, padahalkan tanggal yang sama itu ada 365 kemunkinan. itu baru 2 kejadian yang gue cerita’in, masih ada yg ke 3, ke 4, pokoknye banyak banget deh., yang bisa jadi bahan renungan kita. antara lain : Tulang dan Nantulang itu sama sama punya anak yg namanya Eddy, Ita, Yos dan toto, malah waktu pindah dari Karet ke Villa Dago tol pun, mereka berangkat bersama. Hebaatkan..? hebatlah ya.., namanya juga Nasution, malah ada yg bilang kalau Nasution masih ada hubungan saudara dengan Napoleon, karena sama sama punya nama dengan awalan Na dan akhiran On.
Makanya pada saat pemakampun, penuh ragam dan variasi manusia, yang hadir dari berbagai daerah dan pelosok bumi ini, ada yang dari Medan, ada yang dari Lampung, dari Jogja, dari bogor, malah yang dari bekasipun turut hadir.
Masih teringat saat2 indah, jika tahun baruan ketempat Tulang, kita makan siang bersama dan semua cucu2 dapat angpou, masih teringat saat2 indah, saat Tulang hadir diulang tahun Itonya yg ke 85, saat bersendang gurau bersama dgn semua saudara2 kandungnya, dan kongkow dgn kita2 dirumah Bogor, saat2 indah, saat Tulang bersama saudara2nya jalan2 ke Taman Safari dan makan siang di Rindu Alam Puncak, itu saat yang indah Tulang., dan itu belum lama, baru 2 minggu yang lalu.
Di surgo hasonangan I, di surgo do ingananki
Tu surgo do mardalan au, anso rap dohot Jesus au
Tutu bahat dope dison, manggokkon au ditano on
Tongtong didongkon rohangkon, di surgo I ma sonang ho
BEAM 331.
Selamat jalan Tulang..!
Selamat berjalan jalan di padang rumput yang hijau,
dan di air yang jernih,
karena disana telah terhidang makanan,
dan piala yang penuh melimpah dgn anggur ,
Kebajikkan dan kemurahan akan selalu mengikuti Tulang,
dan Tulang akan diam dirumah Tuhan.
Bogor,23 November 2009
Sobar Pardamean Nasution St ( Sintua )
Lahir di Padangmatinggi Sipirok Tapanuli Selatan Tgl 20 Oktober 1932,
Game over di Jakarta pada tgl 20 November 2009.
Dimakamkan di TPU Artana Raga Pamulang II pada tgl 22 November 2009.
Banyak yang bilang, bahwa Nasution berasal dari kata na sakti on, yang artinya orang yang sakti, bisa jadi sakti beneran atau bisa juga sakti mandraguna (maksudnya sakti seperti mandra, gitu lho.?).
Kalau kita2 orang awam mengatakan ada sesuatu hal yang aneh, bisa saja itu adalah pekerjaan dari yang orang sakti2 , atau juga auranya sedang bekerja, atau katanya yang lebih parah lagi, alam turut mendukung semua kegiatannya.
Anda boleh percaya dan boleh juga tidak , Tapi mari kita lihat cerita ini :
Tulang yang Nasution ini meninggal jam 9 pagi di RS. Harapan Kita, dan dibawa pulang kerumahnya di Perumahan Villa Dago Pamulang, dirumahnya yang biasanya udaranya panas, mendadak sejuk, waktu malampun walau sdh gelap dan mendung, tak sesetespun air yang turun dan itu terus terjadi sampai saat pemakaman hari minggu jam 4 sore, nah., sesudah kita2 pulang dari pemakaman, baru deh turun hujan, gak kebayanglah, kalau hujan turun saat manusia2 yang bejibun itu pada datang, karena sesudahnya yang gue liat, tenda yang ada khusus di design untuk nahan matahari, bukan utk nahan hujan.
Itu baru kejadian yang pertama, yang ke 2, tanggal meninggalnya Tulang yg Nasution ini persis sama dengan tgl meninggalnya Nantulang ( istrinya ) yang meninggal pd tgl 20 November 2008, hebat ya bisa sama gitu, padahalkan tanggal yang sama itu ada 365 kemunkinan. itu baru 2 kejadian yang gue cerita’in, masih ada yg ke 3, ke 4, pokoknye banyak banget deh., yang bisa jadi bahan renungan kita. antara lain : Tulang dan Nantulang itu sama sama punya anak yg namanya Eddy, Ita, Yos dan toto, malah waktu pindah dari Karet ke Villa Dago tol pun, mereka berangkat bersama. Hebaatkan..? hebatlah ya.., namanya juga Nasution, malah ada yg bilang kalau Nasution masih ada hubungan saudara dengan Napoleon, karena sama sama punya nama dengan awalan Na dan akhiran On.
Makanya pada saat pemakampun, penuh ragam dan variasi manusia, yang hadir dari berbagai daerah dan pelosok bumi ini, ada yang dari Medan, ada yang dari Lampung, dari Jogja, dari bogor, malah yang dari bekasipun turut hadir.
Masih teringat saat2 indah, jika tahun baruan ketempat Tulang, kita makan siang bersama dan semua cucu2 dapat angpou, masih teringat saat2 indah, saat Tulang hadir diulang tahun Itonya yg ke 85, saat bersendang gurau bersama dgn semua saudara2 kandungnya, dan kongkow dgn kita2 dirumah Bogor, saat2 indah, saat Tulang bersama saudara2nya jalan2 ke Taman Safari dan makan siang di Rindu Alam Puncak, itu saat yang indah Tulang., dan itu belum lama, baru 2 minggu yang lalu.
Di surgo hasonangan I, di surgo do ingananki
Tu surgo do mardalan au, anso rap dohot Jesus au
Tutu bahat dope dison, manggokkon au ditano on
Tongtong didongkon rohangkon, di surgo I ma sonang ho
BEAM 331.
Selamat jalan Tulang..!
Selamat berjalan jalan di padang rumput yang hijau,
dan di air yang jernih,
karena disana telah terhidang makanan,
dan piala yang penuh melimpah dgn anggur ,
Kebajikkan dan kemurahan akan selalu mengikuti Tulang,
dan Tulang akan diam dirumah Tuhan.
Bogor,23 November 2009
SEBAB DARI BUAHNYALAH POHON ITU DIKENAL
“ ………….., SEBAB DARI BUAHNYALAH POHON ITU DIKENAL “
( Matius 12 : 33 )
Kalau iblis mencoba manusia adalah hal yang biasa, tetapi jika iblis mencobai Yesus, ini baru hal yang sangat luar biasa, tetapi hal ini benar benar terjadi, karena Alkitabpun menulisnya, itulah iblis, ia ingin menghancurkan segala sesuatu yang baik dan benar, dengan kata lain ia ingin mengalahkan segala sesuatu yang dari Allah dan untuk Allah.
Matius 4 : 3-9, mencatat bahwa iblis mencobai Yesus 3 kali dengan cara :
- Jika engkau anak Allah, perintahkanlah supaya batu2 itu menjadi roti…,
- Jika engkau anak Allah, jatuhkanlah dirimu kebawah….,
- Semua itu akan kuberikan kepadamu, jika engkau sujud kepadaku…
Dari contoh pencobaan terhadap Yesus tsb, mengajarkan pada kita 2 hal yaitu :
1.Iblis tidak takut kepada Yesus, apalagi kepada kita manusia, jadi janganlahkita berbesar hati apalagi berbesar kepala, bahwa kalau kita benar, maka iblis tidak berani mencobai kita, justru semakin benar kehidupan manusia dihadapan Tuhan, semakin besar pula cobaan iblis yang akan dihadapinya.
2. Lukas 4:13 mencatat, “ sesudah iblis mengakhiri semua percobaan itu, ia mundur daripadaNya dan menunggu waktu yang lebih baik “
Dari ayat tsb diatas jelaslah, bahwa iblis tidak akan pernah berhenti mencobai manusia yang percaya dan benar dihadapan Tuhan, barangkali pula iblislah satu satunya mahluk yang tidak pernah berputus asa sebelum maksud jahatnya tercapai, dan selalu berusaha dengan segala cara, “ hal itu tidah usah mengherankan, sbb iblispun menyamar sebagai malaika terang ” (II Kor.11:14).
Jadi bukanlah sesuatu yang ganjil bila pelayan pelayannya (iblis) menyamar sebagai pelayan pelayan kebenaran, saat inipun masih banyak kemungkinan berkeliarannya pelayan pelayan sidang palsu dan pekerja pekerja Tuhan yang melakukan kecurangan, mereka menyamar sebagai gembala gembala sidang, sebagai pendeta maupun pekerja pekerja Tuhan, padahal sebenarnya mereka adalah hamba hamba iblis, yang oleh Paulus dikatakan “ menyamar sebagai malaikat terang “.
Hal yang menarik adalah, bahwa salah satu kerja iblis yg banyak dilakukan saat ini, telah diprediksi dari awal oleh Yesus, seperti yang diungkapkan dalam “perumpamaan lalang diantara gandum” ( Matius 13: 24-30 ). Dalam perumpamaan itu, jelas jelas iblis meniru cara kerja Allah, hanya Allah menabur benih yang baik, sedangkan iblis menabur benih yg tidak baik
Dalam contoh yang lebih jelas “ Sebab mesias mesias palsu dan nabi nabi palsu akan muncul,dan mereka akan mengadakan tanda tanda yg dasyat dan mukjizat mukjizat, sehingga kiranya mungkin mereka menyesatkan orang orang pilihan juga “ ( Matius 24:24 )
Dikehidupan saat ini, iblis dapat saja memperdayai kita dengan aksinya yg sangat rohani, bisa saja ia berupa seorang pelayan Tuhan, yg mulutnya penuh dengan segala sesuatu yang memuji dan memuliakan nama Tuhan, tetapi hatinya sebenarnya jauh dari Tuhan, ( Yesaya 29:13)
Pelayan pelayan Tuhan seperti inilah yang sebenarnya telah dikuasai oleh iblis atau memang iblis yang telah menyamar sebagai pelayan Tuhan, sehingga pelayanannya hanya berisi nafsu serakah,iri,dengki dan nafsu kedagingan saja. Pelayanannya hanya untuk publisitas dirinya sendiri dan penuh dengan kemunafikkan, tanpa peduli dengan dusta dan kebohongan dihadapan jemaat yang dilayaninya.Ia bergelimang dengan dosa, namun tanpa begitu rohani dengan bibir yang penuh senyum dan tutur kata yang manis dihadapan jemaat.
Pelayan pelayan Tuhan seperti inilah yang sungguh sungguh berbahaya, karena sangat sukar untuk dideteksi oleh jemaat jemaat yang tidak peka, sebab hal sangat mudah untuk menolak para pengajar pengajar yang jelas jelas sesat, daripada yang kelihatannya benar, padahal sesat.
Jadi bagaimana cara menilai mana para pelayan pelayan Tuhan yang benar dan mana yang palsu.?
Alkitab menulis “ ……………, SEBAB DARI BUAHNYALAH POHON ITU DIKENAL “
Artinya, kita dapat menilai seseorang pelayan Tuhan, pekerja pekerja Tuhan dari kehidupannya sehari hari dan dari buah buah pertobatannya,.
Jika saat ini, kita merasa dan menemukan bahwa diri kita sedang tersesat dan disesatkan oleh seorang yang nampaknya begitu rohani, ada baiknya EFFESUS.6: 10-13 jadikanlah sebagai pedoman. Amin..!
Lamongan, 05 Februari 2001
Domu harahap
( Matius 12 : 33 )
Kalau iblis mencoba manusia adalah hal yang biasa, tetapi jika iblis mencobai Yesus, ini baru hal yang sangat luar biasa, tetapi hal ini benar benar terjadi, karena Alkitabpun menulisnya, itulah iblis, ia ingin menghancurkan segala sesuatu yang baik dan benar, dengan kata lain ia ingin mengalahkan segala sesuatu yang dari Allah dan untuk Allah.
Matius 4 : 3-9, mencatat bahwa iblis mencobai Yesus 3 kali dengan cara :
- Jika engkau anak Allah, perintahkanlah supaya batu2 itu menjadi roti…,
- Jika engkau anak Allah, jatuhkanlah dirimu kebawah….,
- Semua itu akan kuberikan kepadamu, jika engkau sujud kepadaku…
Dari contoh pencobaan terhadap Yesus tsb, mengajarkan pada kita 2 hal yaitu :
1.Iblis tidak takut kepada Yesus, apalagi kepada kita manusia, jadi janganlahkita berbesar hati apalagi berbesar kepala, bahwa kalau kita benar, maka iblis tidak berani mencobai kita, justru semakin benar kehidupan manusia dihadapan Tuhan, semakin besar pula cobaan iblis yang akan dihadapinya.
2. Lukas 4:13 mencatat, “ sesudah iblis mengakhiri semua percobaan itu, ia mundur daripadaNya dan menunggu waktu yang lebih baik “
Dari ayat tsb diatas jelaslah, bahwa iblis tidak akan pernah berhenti mencobai manusia yang percaya dan benar dihadapan Tuhan, barangkali pula iblislah satu satunya mahluk yang tidak pernah berputus asa sebelum maksud jahatnya tercapai, dan selalu berusaha dengan segala cara, “ hal itu tidah usah mengherankan, sbb iblispun menyamar sebagai malaika terang ” (II Kor.11:14).
Jadi bukanlah sesuatu yang ganjil bila pelayan pelayannya (iblis) menyamar sebagai pelayan pelayan kebenaran, saat inipun masih banyak kemungkinan berkeliarannya pelayan pelayan sidang palsu dan pekerja pekerja Tuhan yang melakukan kecurangan, mereka menyamar sebagai gembala gembala sidang, sebagai pendeta maupun pekerja pekerja Tuhan, padahal sebenarnya mereka adalah hamba hamba iblis, yang oleh Paulus dikatakan “ menyamar sebagai malaikat terang “.
Hal yang menarik adalah, bahwa salah satu kerja iblis yg banyak dilakukan saat ini, telah diprediksi dari awal oleh Yesus, seperti yang diungkapkan dalam “perumpamaan lalang diantara gandum” ( Matius 13: 24-30 ). Dalam perumpamaan itu, jelas jelas iblis meniru cara kerja Allah, hanya Allah menabur benih yang baik, sedangkan iblis menabur benih yg tidak baik
Dalam contoh yang lebih jelas “ Sebab mesias mesias palsu dan nabi nabi palsu akan muncul,dan mereka akan mengadakan tanda tanda yg dasyat dan mukjizat mukjizat, sehingga kiranya mungkin mereka menyesatkan orang orang pilihan juga “ ( Matius 24:24 )
Dikehidupan saat ini, iblis dapat saja memperdayai kita dengan aksinya yg sangat rohani, bisa saja ia berupa seorang pelayan Tuhan, yg mulutnya penuh dengan segala sesuatu yang memuji dan memuliakan nama Tuhan, tetapi hatinya sebenarnya jauh dari Tuhan, ( Yesaya 29:13)
Pelayan pelayan Tuhan seperti inilah yang sebenarnya telah dikuasai oleh iblis atau memang iblis yang telah menyamar sebagai pelayan Tuhan, sehingga pelayanannya hanya berisi nafsu serakah,iri,dengki dan nafsu kedagingan saja. Pelayanannya hanya untuk publisitas dirinya sendiri dan penuh dengan kemunafikkan, tanpa peduli dengan dusta dan kebohongan dihadapan jemaat yang dilayaninya.Ia bergelimang dengan dosa, namun tanpa begitu rohani dengan bibir yang penuh senyum dan tutur kata yang manis dihadapan jemaat.
Pelayan pelayan Tuhan seperti inilah yang sungguh sungguh berbahaya, karena sangat sukar untuk dideteksi oleh jemaat jemaat yang tidak peka, sebab hal sangat mudah untuk menolak para pengajar pengajar yang jelas jelas sesat, daripada yang kelihatannya benar, padahal sesat.
Jadi bagaimana cara menilai mana para pelayan pelayan Tuhan yang benar dan mana yang palsu.?
Alkitab menulis “ ……………, SEBAB DARI BUAHNYALAH POHON ITU DIKENAL “
Artinya, kita dapat menilai seseorang pelayan Tuhan, pekerja pekerja Tuhan dari kehidupannya sehari hari dan dari buah buah pertobatannya,.
Jika saat ini, kita merasa dan menemukan bahwa diri kita sedang tersesat dan disesatkan oleh seorang yang nampaknya begitu rohani, ada baiknya EFFESUS.6: 10-13 jadikanlah sebagai pedoman. Amin..!
Lamongan, 05 Februari 2001
Domu harahap
Senin, 09 November 2009
NATORAS IN LAW
NATORAS IN LAW
7 November 1924, inilah tgl kelahiran dari mama,nantulang, namboru dan opung kami, beliau lahir di Padang matinggi sipirok Tapanuli Selatan.
Jadilah hari sabtu kemarin tgl 7 nov 2009 kami bersuka cita merayakan ultahnya yang ke 85 thn,
Mertua gue ini masih cantik,menarik dan menawan hati. Masih sehat,bugar dan masih penuh dgn fitalitas, tiap pagi masih berkebun, merawat tanaman2nya, kadang masih nyangkul. Tapi hobby utamanya bakar2 sampah, gue aja sampai bingung, yang dibakar segunung, nanti hasilnya Cuma jadi abu seguci, gimana caranya tuh nantulang..?
Acara kemarin kita membuat ibadah ucapan syukur kpd Tuhan, yang dipimpin oleh Pdt.Thomas Arianto dari GKI Bogor, koq dia., kenapa bukan dari gereja GKPA ya.? Simple aja sih alasannya, Pak Thomas sdh lama melayani keluarga kami hampir 30 thn, jadi dia tahu persis kelakuan,tingkah laku dan perjalanan hidup dari kami masing2, kalau denger khotbahnya, wah.., pedes2 cabe rawit, kalau kita2 ada rasa sedikit sensitive aja, pasti taulah dan mau intropeksi diri, bahwa apa yang telah diperbuat oleh orangtua kita ini, tidak sebanding dgn apa yang telah kita perbuat utk orangtua kita. Tepatlah ungkapan yang mengatakan, bahwa kasih orangtua sepanjang kenangan, sedangkan kasih anak sepanjang tangan, malah terkadang se tangan panjang ( he..he..he..).
Lepas kebaktian ucapan syukur, dilanjutkan dgn pemberian indahan horas2 dari moranya Nasution, pake kepala kambing yg dililit ususnya, gak ketinggalan acara khas batak yaitu mandok hata, kenapa gue bilang khas., katanya sih orang batak dlm setiap acara, lebih baik gak dapet makan, daripada gak dapet bicara, malah ‘Bang Pollie lebih pedes lagi bilangnya, orang batak susah utk berdoa,tapi gampang ukt mandok hata, jangan gitulah ‘Bang.? Didalam ungkapan2 mandok hata itukan ada doa2 & pengharapan2 yang disampaikan.
Berhubung acara mandok hata terlalu serius dan diselingi dgn air mata, maka yang terakhir utk memecahkan suasana menjadi lbh santai, maka tampillah biduan terkenal dari Jogja Bpk Mangapul Nasution dgn lagu improvisasinya yang menggelitik selera. ( dah kaya Timlo deh ‘Bang )
Selesai sudah acara yang formil, mari kita makan bersama dengan iringan nada & lagu dari Paul Yosopandoyo, Sudung Nasution,Ny.Simatupang/br.Pakpahan dan rombongan koor GKPA PSKD dgn iringan organ dari Karpov Marpaung.
‘ Jikalau Allah ada, didalamku, ku kan menari, seperti Daud menari ‘
Alkitab menulis, kalau kita penuh dgn sukacita, mari kita menari seperti Daud menari. Maka menarilah kita bersama sama, tentunya tdk seperti Daud menari. Kalau Daud menari pake kecapi dan rebana, kita pake organ, kalau Daud menyanyi lagu pujian2 kpd Tuhan, kita nyanyinya campur sari, ada cotton fieldnya CCR, ada Delilah nya Tom Jones, ada I saw her standing there nya Beatles, ada terajana,malah lagu Anak Medanpun juga ada. Kebayangkan menarinya kaya apa .? ada chacha,ada twist,ada dansa sampai dangdutpun ikut hadir. Dah pada lupa deh dengan yang maropung, mar amangboru dan yang mar nantulang, urusan dengan burket, urusan nantilah, yang penting joget dululah.
Hari ini, memang hari yang penuh dgn sukacita, hari yang penuh dengan ucapan terima kasih, kita bersyukur karena orangtua yang kita kasihi genap berusia 85 thn. Kita bersyukur karena masih ada orangtua yang selalu mendoakan kita , mengingatkan , membimbing kita dan masih bersama kita dalam keadaan sehat rohani dan sehat jasmani.
Terima kasih Tuhan..!
Kupuji dan kusembah Engkau Tuhan, karena Engkau begitu baik
Kupuji dan kusembah Engkau Tuhan, karena kasih dan penyertaanMu
Kupuji dan kusembah Engkau Tuhan, karena berkatMu melimpah kpd kami.
Amin..!
Bogor, 08 November 2009
7 November 1924, inilah tgl kelahiran dari mama,nantulang, namboru dan opung kami, beliau lahir di Padang matinggi sipirok Tapanuli Selatan.
Jadilah hari sabtu kemarin tgl 7 nov 2009 kami bersuka cita merayakan ultahnya yang ke 85 thn,
Mertua gue ini masih cantik,menarik dan menawan hati. Masih sehat,bugar dan masih penuh dgn fitalitas, tiap pagi masih berkebun, merawat tanaman2nya, kadang masih nyangkul. Tapi hobby utamanya bakar2 sampah, gue aja sampai bingung, yang dibakar segunung, nanti hasilnya Cuma jadi abu seguci, gimana caranya tuh nantulang..?
Acara kemarin kita membuat ibadah ucapan syukur kpd Tuhan, yang dipimpin oleh Pdt.Thomas Arianto dari GKI Bogor, koq dia., kenapa bukan dari gereja GKPA ya.? Simple aja sih alasannya, Pak Thomas sdh lama melayani keluarga kami hampir 30 thn, jadi dia tahu persis kelakuan,tingkah laku dan perjalanan hidup dari kami masing2, kalau denger khotbahnya, wah.., pedes2 cabe rawit, kalau kita2 ada rasa sedikit sensitive aja, pasti taulah dan mau intropeksi diri, bahwa apa yang telah diperbuat oleh orangtua kita ini, tidak sebanding dgn apa yang telah kita perbuat utk orangtua kita. Tepatlah ungkapan yang mengatakan, bahwa kasih orangtua sepanjang kenangan, sedangkan kasih anak sepanjang tangan, malah terkadang se tangan panjang ( he..he..he..).
Lepas kebaktian ucapan syukur, dilanjutkan dgn pemberian indahan horas2 dari moranya Nasution, pake kepala kambing yg dililit ususnya, gak ketinggalan acara khas batak yaitu mandok hata, kenapa gue bilang khas., katanya sih orang batak dlm setiap acara, lebih baik gak dapet makan, daripada gak dapet bicara, malah ‘Bang Pollie lebih pedes lagi bilangnya, orang batak susah utk berdoa,tapi gampang ukt mandok hata, jangan gitulah ‘Bang.? Didalam ungkapan2 mandok hata itukan ada doa2 & pengharapan2 yang disampaikan.
Berhubung acara mandok hata terlalu serius dan diselingi dgn air mata, maka yang terakhir utk memecahkan suasana menjadi lbh santai, maka tampillah biduan terkenal dari Jogja Bpk Mangapul Nasution dgn lagu improvisasinya yang menggelitik selera. ( dah kaya Timlo deh ‘Bang )
Selesai sudah acara yang formil, mari kita makan bersama dengan iringan nada & lagu dari Paul Yosopandoyo, Sudung Nasution,Ny.Simatupang/br.Pakpahan dan rombongan koor GKPA PSKD dgn iringan organ dari Karpov Marpaung.
‘ Jikalau Allah ada, didalamku, ku kan menari, seperti Daud menari ‘
Alkitab menulis, kalau kita penuh dgn sukacita, mari kita menari seperti Daud menari. Maka menarilah kita bersama sama, tentunya tdk seperti Daud menari. Kalau Daud menari pake kecapi dan rebana, kita pake organ, kalau Daud menyanyi lagu pujian2 kpd Tuhan, kita nyanyinya campur sari, ada cotton fieldnya CCR, ada Delilah nya Tom Jones, ada I saw her standing there nya Beatles, ada terajana,malah lagu Anak Medanpun juga ada. Kebayangkan menarinya kaya apa .? ada chacha,ada twist,ada dansa sampai dangdutpun ikut hadir. Dah pada lupa deh dengan yang maropung, mar amangboru dan yang mar nantulang, urusan dengan burket, urusan nantilah, yang penting joget dululah.
Hari ini, memang hari yang penuh dgn sukacita, hari yang penuh dengan ucapan terima kasih, kita bersyukur karena orangtua yang kita kasihi genap berusia 85 thn. Kita bersyukur karena masih ada orangtua yang selalu mendoakan kita , mengingatkan , membimbing kita dan masih bersama kita dalam keadaan sehat rohani dan sehat jasmani.
Terima kasih Tuhan..!
Kupuji dan kusembah Engkau Tuhan, karena Engkau begitu baik
Kupuji dan kusembah Engkau Tuhan, karena kasih dan penyertaanMu
Kupuji dan kusembah Engkau Tuhan, karena berkatMu melimpah kpd kami.
Amin..!
Bogor, 08 November 2009
Selasa, 03 November 2009
KRISTEN BATAK
KRISTEN BATAK
Hari Selasa tgl 27 Oktober 2009.
Nantulang ama ipar gue kerumah, mereka ngundang dan sekalian ngasih tau, kalau anaknya Mika Siregar akan melaksanakan peneguhan dan resepsi pernikahannya pada hari Jum’at tgl 30 Oktober 2009.
Rencana awalnya acara pernikahan tsb cukup dengan pemberkatan dari gereja dan kumpul2 untuk makan malam bersama. Dasar gue orang batak betawi kali ya., langsung aja ngejeplak “ Siregar buat acara apa tidak nantulang.? Eh.., bukannnya ngejawab, malah dia nangis sesunggukkan.
Intinya kira kira begini, nantulang sangat berharap dlm acara pernikahan tsb, Siregar mau memberikan indahan horas2 dan mangulosi kedua penganten. He..he..he.,rupanya asal jeplak itu kadang ada bagusnya juga ya.,
Masalahnya begini lho., nantulang gue ini termasuk Kristen garis keras, yang selama ini gue tau, sangat pantang dengan adat istiadat dan tradisi batak, tapi masih mentolerir budaya lempar bunga dan potong kue taart saat pesta pernikahan.
Nantulang juga cerita,kalau nanti di acara tsb, keluarga besarnya akan hadir dan mereka adalah Islam batak ( oh iya.., nantulang adalah boru dari Mr.Amir Syarifoedin Harahap )
Oh..gitu toh nantulang., inda jeges diligi halak ya., atau masih ada kerinduan nantulang dengan budaya batak kita ini..?
Cepet2 deh gue telpon Tulang Rempoa ( Tulang gue yg paling kecil ) lapor n ngasih tau, bahwa telah terjadi REVOLUSI,
Jadilah tgl 30 Oktober ini, kita2 akan pesta parbagason tunggane nami di Restoran Cazasuki. Jln.Kebon Sirih Jakarta Pusat, dengan membawa kepala kambing yang dililit lilit usus, lengkap dgn ulos angkola.
Tapi jangan lupa lho., semua itu harus beralaskan dalam nama Tuhan Jesus Kristus, karena yang kita bawa hanya sebagai sImbol KASIH dan kita turut merasakan SUKACITA dengan pernikahan ini.
Kiranya Tuhan memberkat Mika dan Debbyi.
Bogor, 29 Oktober ‘09
Hari Selasa tgl 27 Oktober 2009.
Nantulang ama ipar gue kerumah, mereka ngundang dan sekalian ngasih tau, kalau anaknya Mika Siregar akan melaksanakan peneguhan dan resepsi pernikahannya pada hari Jum’at tgl 30 Oktober 2009.
Rencana awalnya acara pernikahan tsb cukup dengan pemberkatan dari gereja dan kumpul2 untuk makan malam bersama. Dasar gue orang batak betawi kali ya., langsung aja ngejeplak “ Siregar buat acara apa tidak nantulang.? Eh.., bukannnya ngejawab, malah dia nangis sesunggukkan.
Intinya kira kira begini, nantulang sangat berharap dlm acara pernikahan tsb, Siregar mau memberikan indahan horas2 dan mangulosi kedua penganten. He..he..he.,rupanya asal jeplak itu kadang ada bagusnya juga ya.,
Masalahnya begini lho., nantulang gue ini termasuk Kristen garis keras, yang selama ini gue tau, sangat pantang dengan adat istiadat dan tradisi batak, tapi masih mentolerir budaya lempar bunga dan potong kue taart saat pesta pernikahan.
Nantulang juga cerita,kalau nanti di acara tsb, keluarga besarnya akan hadir dan mereka adalah Islam batak ( oh iya.., nantulang adalah boru dari Mr.Amir Syarifoedin Harahap )
Oh..gitu toh nantulang., inda jeges diligi halak ya., atau masih ada kerinduan nantulang dengan budaya batak kita ini..?
Cepet2 deh gue telpon Tulang Rempoa ( Tulang gue yg paling kecil ) lapor n ngasih tau, bahwa telah terjadi REVOLUSI,
Jadilah tgl 30 Oktober ini, kita2 akan pesta parbagason tunggane nami di Restoran Cazasuki. Jln.Kebon Sirih Jakarta Pusat, dengan membawa kepala kambing yang dililit lilit usus, lengkap dgn ulos angkola.
Tapi jangan lupa lho., semua itu harus beralaskan dalam nama Tuhan Jesus Kristus, karena yang kita bawa hanya sebagai sImbol KASIH dan kita turut merasakan SUKACITA dengan pernikahan ini.
Kiranya Tuhan memberkat Mika dan Debbyi.
Bogor, 29 Oktober ‘09
Rabu, 28 Oktober 2009
domu with saudara2nya
Domu dengan saudara2 nya
Gue anak ke 3 dari 7 bersaudara, yang tertua kakak gue namanya Esther Harahap, lahir tgl 1 Oktober 1951 di Jakarta, menikah dengan Drs.Saner Hasibuan ( Hasibuan dari Sipogu,tapi besarnya di Pekanbaru ) Ipar gue ini seorang guru besar, maksudnya badannya besar., kalau ngajarnya sih ditingkat SMP dan SMA dan terakhir mengajar di Pekanbaru. Mereka dikaruniakan 4 orang anak, yaitu :
1. Jefrey Zagalo Hasibuan menikah dengan Niken asli Wonogiri, dikaruniakan 2 anak, Oce dan Alma. Tinggal di Pekanbaru
2. Jericho Hasibuan B.Sc menikah dengan Devi seorang jaksa kelahiran Jogja, sementara ini baru dikaruniakan Tuhan hamil 5 bulan. Tinggal di Serang
3. Astried Hasibuan menikah Dengan Ir.Jans Pieter Siregar , dikaruniakan anak yang mokmok dan kocak namanya Popol, mereka tinggal di Balikpapan.
4. Yuanita Hasibuan statusnya baru mau dilamar.
Ipar gue ini, main curanglah masa dia menghadap Tuhan duluan pada tgl 26 Desember 1984, yah., jadi janda muda dong kak..?
Diatas gue 1 lagi adalah ‘Bang Pollie Harahap SE.Ak lahir di Jakarta tgl 9 November 1952, menikah dengan Miranda Siregar ( bungabondar juga, gak ada yang lain lagi x ya.? ), Abang gue ini mungkin dibuat dari besi buatan Sovyet, keras dan alot banget sifatnya, walaupun punya certificate fraud examiner dari AICPA, tapi dibelakang hari nyari kerjanya susah banget. Mereka dikaruniakan 3 anak yang jagoan semua, yaitu :
1. Stevie Constan Harahap SE.MM, masih single fighter.
2. Phill Leonard Harahap SE, masih kurang skripsi katanya.
3. Ozzy Jonathan Harahap masih di SMA, sekedar inform, beratnya 90 kg.
Walaupun nama anak2nya berbau penyanyi, tapi gak ada satupun mereka yang menjadi penyanyi, turunan dari penyanyi aja juga gak ada. Itulah Abang gue, kalau udah maunya, mertuapun gak bisa ikut2an. Tapi kalau urusannya ama Tuhan, wah.,repot banget ngadepinnya, Abang gak pernah percaya fatwa dari siapapun, maunya langsung dari tangan pertama. (he..he..he..,sorry ‘Bang)
Yang nomer 4 namanya Linda Theresia Harahap lahir di Jakarta tgl 14 Oktober 1956, menikah dengan Sayon Loebis SH ( yang ini asli dari Toba, tapi gak piok kata orang angkola ), inilah turunan asli dari papi, karena hanya merekalah yang jadi pegawai negeri, Linda gawe di Depnakertrans, sedangkan Ipar gue ini di Pemda DKI. Anak2 gue manggil Linda ini bou Sophia latjuba ( gak kerendahan levelnya tuh Lin..? ).
Mereka dikaruniakan 2 anak , yaitu :
1. Resha Bonarulda Lubis MA ( mahasiswa abadi )
2. Anggita Loebis, masih di SMA
Kecuali turunan asli dari papi, Linda juga turunan asli dari mami yang hobbinya masak, gak usah dibayar asal disuruh masak aja udah seneng banget, apalagi kalau dia masak gule kambing pake rebung, gak terbayang bayang deh nikmatnya. Kalau dia baca ungkapan ini, pastilah dia cepet2 masakin untuk gue, gue tau banget sih, dia ama Sayon itu sayang banget ama saudara2nya, walau gak ada, pasti di ada2in atau walau gak punya,pasti di punya2in, pertahankan terus sifat yang baik dan penuh rasa peduli itu ya.. Lin, asal jangan jadi bangkrut aja lho.!
Pdt.Drs.Benny Harahap menduduki posisi ke 5 dari keluarga gue. Lahir di Jakarta tgl 6 Desember 1957, Dulu dia sekolah di STM I budi utomo Jakarta jurusan Bangunan, gak tau lagi mabok atau karena di panggil panggil T uhan melulu, berangkat deh dia ke Universitas Sathya Wacana di Salatiga dan kuliah di jurusan Theologi,kalau Benny bilang, dia gak salah jurusan, dulu di STM ambil jurusan bangunan, sekarangpun masih urusan dengan bangunan juga,dia sekarang membangun bangunan diatas langit, bukan diatas pasir. Up to you ajalah Ben.!
Benny menikah dengan Dra.Sri Rejeki, orang Klaten yang dibuat menjadi boru Siregar, mereka dikaruniakan 3 orang anak, yaitu :
1. Ir.Petra Yuannendra Harahap, masih jomblo dan sekarang bekerja di pertambangan batubara di Kalimantan Selatan.
2. Dea Nastasya Harahap, ini boru alogo beneran,krn sifatnya yg suka angin2an
3. Karl Natanael Harahap masih duduk di STM,tapi berat badannya sdh 100 kg.
Mereka tinggal didaerah Perumnas Mojosongo Solo, kalau dulu mah gak terkenal, tapi sejak Noordin M Top ditembak dan mati didaerah sono, yah gitu deh.., mungkin sekarang, Obama aja juga udah tau.
Pelayanan kristiani Benny sejak awal di Gereja Kristen Indonesia di Solo, dia juga seorang guru agama di sekolah Kristen, penulis buku dan secara rutin mengisi acara mimbar Kristen di radio Immanuel.
Ciri khas Benny dalam setiap khotbahnya di radio, selalu dimulai dengan lagu, dan dari lagu2 tsb itulah dia mengambil thema khotbahnya, gak peduli lagu tsb siapa yang membawakan, sepanjang bisa nyambung dan kata2nya kena di hati, yah., sikat aja, gue aja paling suka dengan khotbahnya Benny dengan judul IMAGINE nya Jonh Lennon. Oh iya Benny juga punya buku kumpulan khotbah dengan judul We are the Champion, yang diterjemahkan dengan KITA UMAT PEMENANG, nah.,itulah selintas Benny yang dpt julukkan Pendeta rock & roll, belum lagi julukkan yang lain sebagai Pendeta spesialis retreat anak muda.
Pdt.Drs Benny Suhud Harahap meninggal pd tgl 15 Mei 2000 dan dimakamkan di Solo Jawa Tengah.
Selamat jalan ya., Ben, nanti kalau elo ketemu ama gue di surga jangan kaget ya..?
TUHAN ALLAH BESERTA ENGKAU
Tuhan Allah beserta engkau, sampai bertemu kembali
Kasih Kristus mengawali, Tuhan Allah beserta engkau
Sampai bertemu, bertemu, sampai lagi kita bertemu
Sampai bertemu, bertemu. Tuhan Allah beserta engkau.
Rangking ke 6 dikeluarga namanya Bonny Harahap , lahir di Jakarta pada tgl 15 September 1960, menikah dengan Wenda doang ( bapaknya padang, mamanya menado ), tampangnya kaya peranakkan arab krukut, kulitnye hitam, hidung rada maju dan rambutnya keriting, gaya dan pembawaannya sedikit preman , yang mempunyai prinsip hidup , kalau gampang cari duit, ngapain sih harus di susah susahin, mereka dikaruniakan 2 putri, yaitu :
1. Nova Harahap, katanya udah menikah dengan orang Madura dan mempunyai anak 1.
2. Novi Harahap, katanya belum menikah, dan memang belum, wong masih kecil koq..,
Bonny meninggal pada saat melaksanakan tugas kantor, dia mengalami kecelakaan mobil bersama Sarpinus Gultom di Banyulincir ( perbatasan antara Jambi dengan Palembang ), kata dokter ada tulang rusuknya yang patah terkena stir mobil dan ini menusuk jantungnya, kalau Sarpin hanya luka ringan aja ( tulang ekornya rada mencong sedikit ), yang berat untuk Sarpin ialah, saat saat terakhir Bonny menghembuskan napas, dia hanya dapat memeluk dan berharap ada pertolongan, dan ditengah keputus asaannya Bonny meminta didoakan, pada saat Sarpin ucapkan AMIN..! berangkatlah Bonny ke padang rumput yang hijau, dan ke air yang tenang dan jernih,
Kejadian ini terjadi pada bulan Agustus 1998 dan Bonny dimakamkan di TPU Kalimulya Depok.
Wenda pun menyusul Bonny pada tahun 2003 dan dimakamkan 1 makam dengan Bonny, inilah yang dinamakan cinta sehidup semati dan semakam.
Berangkatlah dengan tenang ke padang rumput yang hijau ya..,Bon, jangan lupa., nanti kalau ketemu dengan gue disurga, jangan sungkan negor gue ya..? ( yang ke GR an gue x ya.,).
“ Yang kuhendaki., ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya,
Supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati “
( Filipi 2 : 10 – 11 )
Last but not least, wah., ini malah yang paling penting, si jomblo anak terakhir yang anak kaget kata mami, karena beda 8 tahun dengan Bonny. Namanya Julius Ananda Harahap, lahir di Jakarta tgl 12 Juli 1968, panggilan akrabnya Ade, tapi waktu kecil dipanggilnya Hey Jude, karena masa kecilnya bersamaan dengan ngetop2nya lagu Hey Jude nya The Beatles. Kita kita abang dan kakaknya sudah melanglang buana kemana mana, eh., dia masih aja betah tinggal di muwardi grogol, dia kost di muwardi V ( gayamu dek, kaya masih mahasiswa aja.,), dia pernah kuliah di Perbanas. Pernah juga di Akademi Asuransi Trisakti, lama jadi guru di SMP,SMA di sekolah Berkat Jakarta, sekarang ikut kerja dengan temannya Caca ( anak muwardi juga dan teman sejak kecil ) dan bantu2 pelayanan di GKMI Jemaat El-Shaddai di Jelambar Jakarta Barat.
Waktu dia naik kelas 2 SMA, gurunya, papi dan ‘bang Pollie nyuruh dia untuk ke IPA, tapi dia bilang ke gue gak nyanggup, jadi deh gue disuruh menghadap kepala sekolahnya ( Pdt,Bonaris Pasaribu ), yang gue inget tanpa sepengetahuan papi dan ‘bang Pollie, gue urus sendiri dan akhirnya adek naik kelas 2 IPS. Yang gue tau adek itu lebih cenderung kemata pelajaran yang bersifat sosial ( Fak.Hukum, FISIP atau Hubungan Internasional ), berhubung dia selalu dianggap anak kecil yang tidak boleh mengeluarkan pendapat dan harus masuk Perbanas maupun asuransi, yah., diikutin ajalah maunya kita kita ini, padahal adek mempunyai prinsip sendiri yang kira kira begini, Semua pendapat,saran maupun usul dari orangtua, kakak maupun abang harus didengar, tapi masalah diikuti atau tidaknya itu lain perkara .( he..he..he.. iya gak dek.? ).
By the way., kapan mix doublenya dek., masa single melulu sih.!
Bogor, 02 Oktober 2009
Gue anak ke 3 dari 7 bersaudara, yang tertua kakak gue namanya Esther Harahap, lahir tgl 1 Oktober 1951 di Jakarta, menikah dengan Drs.Saner Hasibuan ( Hasibuan dari Sipogu,tapi besarnya di Pekanbaru ) Ipar gue ini seorang guru besar, maksudnya badannya besar., kalau ngajarnya sih ditingkat SMP dan SMA dan terakhir mengajar di Pekanbaru. Mereka dikaruniakan 4 orang anak, yaitu :
1. Jefrey Zagalo Hasibuan menikah dengan Niken asli Wonogiri, dikaruniakan 2 anak, Oce dan Alma. Tinggal di Pekanbaru
2. Jericho Hasibuan B.Sc menikah dengan Devi seorang jaksa kelahiran Jogja, sementara ini baru dikaruniakan Tuhan hamil 5 bulan. Tinggal di Serang
3. Astried Hasibuan menikah Dengan Ir.Jans Pieter Siregar , dikaruniakan anak yang mokmok dan kocak namanya Popol, mereka tinggal di Balikpapan.
4. Yuanita Hasibuan statusnya baru mau dilamar.
Ipar gue ini, main curanglah masa dia menghadap Tuhan duluan pada tgl 26 Desember 1984, yah., jadi janda muda dong kak..?
Diatas gue 1 lagi adalah ‘Bang Pollie Harahap SE.Ak lahir di Jakarta tgl 9 November 1952, menikah dengan Miranda Siregar ( bungabondar juga, gak ada yang lain lagi x ya.? ), Abang gue ini mungkin dibuat dari besi buatan Sovyet, keras dan alot banget sifatnya, walaupun punya certificate fraud examiner dari AICPA, tapi dibelakang hari nyari kerjanya susah banget. Mereka dikaruniakan 3 anak yang jagoan semua, yaitu :
1. Stevie Constan Harahap SE.MM, masih single fighter.
2. Phill Leonard Harahap SE, masih kurang skripsi katanya.
3. Ozzy Jonathan Harahap masih di SMA, sekedar inform, beratnya 90 kg.
Walaupun nama anak2nya berbau penyanyi, tapi gak ada satupun mereka yang menjadi penyanyi, turunan dari penyanyi aja juga gak ada. Itulah Abang gue, kalau udah maunya, mertuapun gak bisa ikut2an. Tapi kalau urusannya ama Tuhan, wah.,repot banget ngadepinnya, Abang gak pernah percaya fatwa dari siapapun, maunya langsung dari tangan pertama. (he..he..he..,sorry ‘Bang)
Yang nomer 4 namanya Linda Theresia Harahap lahir di Jakarta tgl 14 Oktober 1956, menikah dengan Sayon Loebis SH ( yang ini asli dari Toba, tapi gak piok kata orang angkola ), inilah turunan asli dari papi, karena hanya merekalah yang jadi pegawai negeri, Linda gawe di Depnakertrans, sedangkan Ipar gue ini di Pemda DKI. Anak2 gue manggil Linda ini bou Sophia latjuba ( gak kerendahan levelnya tuh Lin..? ).
Mereka dikaruniakan 2 anak , yaitu :
1. Resha Bonarulda Lubis MA ( mahasiswa abadi )
2. Anggita Loebis, masih di SMA
Kecuali turunan asli dari papi, Linda juga turunan asli dari mami yang hobbinya masak, gak usah dibayar asal disuruh masak aja udah seneng banget, apalagi kalau dia masak gule kambing pake rebung, gak terbayang bayang deh nikmatnya. Kalau dia baca ungkapan ini, pastilah dia cepet2 masakin untuk gue, gue tau banget sih, dia ama Sayon itu sayang banget ama saudara2nya, walau gak ada, pasti di ada2in atau walau gak punya,pasti di punya2in, pertahankan terus sifat yang baik dan penuh rasa peduli itu ya.. Lin, asal jangan jadi bangkrut aja lho.!
Pdt.Drs.Benny Harahap menduduki posisi ke 5 dari keluarga gue. Lahir di Jakarta tgl 6 Desember 1957, Dulu dia sekolah di STM I budi utomo Jakarta jurusan Bangunan, gak tau lagi mabok atau karena di panggil panggil T uhan melulu, berangkat deh dia ke Universitas Sathya Wacana di Salatiga dan kuliah di jurusan Theologi,kalau Benny bilang, dia gak salah jurusan, dulu di STM ambil jurusan bangunan, sekarangpun masih urusan dengan bangunan juga,dia sekarang membangun bangunan diatas langit, bukan diatas pasir. Up to you ajalah Ben.!
Benny menikah dengan Dra.Sri Rejeki, orang Klaten yang dibuat menjadi boru Siregar, mereka dikaruniakan 3 orang anak, yaitu :
1. Ir.Petra Yuannendra Harahap, masih jomblo dan sekarang bekerja di pertambangan batubara di Kalimantan Selatan.
2. Dea Nastasya Harahap, ini boru alogo beneran,krn sifatnya yg suka angin2an
3. Karl Natanael Harahap masih duduk di STM,tapi berat badannya sdh 100 kg.
Mereka tinggal didaerah Perumnas Mojosongo Solo, kalau dulu mah gak terkenal, tapi sejak Noordin M Top ditembak dan mati didaerah sono, yah gitu deh.., mungkin sekarang, Obama aja juga udah tau.
Pelayanan kristiani Benny sejak awal di Gereja Kristen Indonesia di Solo, dia juga seorang guru agama di sekolah Kristen, penulis buku dan secara rutin mengisi acara mimbar Kristen di radio Immanuel.
Ciri khas Benny dalam setiap khotbahnya di radio, selalu dimulai dengan lagu, dan dari lagu2 tsb itulah dia mengambil thema khotbahnya, gak peduli lagu tsb siapa yang membawakan, sepanjang bisa nyambung dan kata2nya kena di hati, yah., sikat aja, gue aja paling suka dengan khotbahnya Benny dengan judul IMAGINE nya Jonh Lennon. Oh iya Benny juga punya buku kumpulan khotbah dengan judul We are the Champion, yang diterjemahkan dengan KITA UMAT PEMENANG, nah.,itulah selintas Benny yang dpt julukkan Pendeta rock & roll, belum lagi julukkan yang lain sebagai Pendeta spesialis retreat anak muda.
Pdt.Drs Benny Suhud Harahap meninggal pd tgl 15 Mei 2000 dan dimakamkan di Solo Jawa Tengah.
Selamat jalan ya., Ben, nanti kalau elo ketemu ama gue di surga jangan kaget ya..?
TUHAN ALLAH BESERTA ENGKAU
Tuhan Allah beserta engkau, sampai bertemu kembali
Kasih Kristus mengawali, Tuhan Allah beserta engkau
Sampai bertemu, bertemu, sampai lagi kita bertemu
Sampai bertemu, bertemu. Tuhan Allah beserta engkau.
Rangking ke 6 dikeluarga namanya Bonny Harahap , lahir di Jakarta pada tgl 15 September 1960, menikah dengan Wenda doang ( bapaknya padang, mamanya menado ), tampangnya kaya peranakkan arab krukut, kulitnye hitam, hidung rada maju dan rambutnya keriting, gaya dan pembawaannya sedikit preman , yang mempunyai prinsip hidup , kalau gampang cari duit, ngapain sih harus di susah susahin, mereka dikaruniakan 2 putri, yaitu :
1. Nova Harahap, katanya udah menikah dengan orang Madura dan mempunyai anak 1.
2. Novi Harahap, katanya belum menikah, dan memang belum, wong masih kecil koq..,
Bonny meninggal pada saat melaksanakan tugas kantor, dia mengalami kecelakaan mobil bersama Sarpinus Gultom di Banyulincir ( perbatasan antara Jambi dengan Palembang ), kata dokter ada tulang rusuknya yang patah terkena stir mobil dan ini menusuk jantungnya, kalau Sarpin hanya luka ringan aja ( tulang ekornya rada mencong sedikit ), yang berat untuk Sarpin ialah, saat saat terakhir Bonny menghembuskan napas, dia hanya dapat memeluk dan berharap ada pertolongan, dan ditengah keputus asaannya Bonny meminta didoakan, pada saat Sarpin ucapkan AMIN..! berangkatlah Bonny ke padang rumput yang hijau, dan ke air yang tenang dan jernih,
Kejadian ini terjadi pada bulan Agustus 1998 dan Bonny dimakamkan di TPU Kalimulya Depok.
Wenda pun menyusul Bonny pada tahun 2003 dan dimakamkan 1 makam dengan Bonny, inilah yang dinamakan cinta sehidup semati dan semakam.
Berangkatlah dengan tenang ke padang rumput yang hijau ya..,Bon, jangan lupa., nanti kalau ketemu dengan gue disurga, jangan sungkan negor gue ya..? ( yang ke GR an gue x ya.,).
“ Yang kuhendaki., ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya,
Supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati “
( Filipi 2 : 10 – 11 )
Last but not least, wah., ini malah yang paling penting, si jomblo anak terakhir yang anak kaget kata mami, karena beda 8 tahun dengan Bonny. Namanya Julius Ananda Harahap, lahir di Jakarta tgl 12 Juli 1968, panggilan akrabnya Ade, tapi waktu kecil dipanggilnya Hey Jude, karena masa kecilnya bersamaan dengan ngetop2nya lagu Hey Jude nya The Beatles. Kita kita abang dan kakaknya sudah melanglang buana kemana mana, eh., dia masih aja betah tinggal di muwardi grogol, dia kost di muwardi V ( gayamu dek, kaya masih mahasiswa aja.,), dia pernah kuliah di Perbanas. Pernah juga di Akademi Asuransi Trisakti, lama jadi guru di SMP,SMA di sekolah Berkat Jakarta, sekarang ikut kerja dengan temannya Caca ( anak muwardi juga dan teman sejak kecil ) dan bantu2 pelayanan di GKMI Jemaat El-Shaddai di Jelambar Jakarta Barat.
Waktu dia naik kelas 2 SMA, gurunya, papi dan ‘bang Pollie nyuruh dia untuk ke IPA, tapi dia bilang ke gue gak nyanggup, jadi deh gue disuruh menghadap kepala sekolahnya ( Pdt,Bonaris Pasaribu ), yang gue inget tanpa sepengetahuan papi dan ‘bang Pollie, gue urus sendiri dan akhirnya adek naik kelas 2 IPS. Yang gue tau adek itu lebih cenderung kemata pelajaran yang bersifat sosial ( Fak.Hukum, FISIP atau Hubungan Internasional ), berhubung dia selalu dianggap anak kecil yang tidak boleh mengeluarkan pendapat dan harus masuk Perbanas maupun asuransi, yah., diikutin ajalah maunya kita kita ini, padahal adek mempunyai prinsip sendiri yang kira kira begini, Semua pendapat,saran maupun usul dari orangtua, kakak maupun abang harus didengar, tapi masalah diikuti atau tidaknya itu lain perkara .( he..he..he.. iya gak dek.? ).
By the way., kapan mix doublenya dek., masa single melulu sih.!
Bogor, 02 Oktober 2009
historical of domu harahap
Who am I….???
Gue.., Domu Harahap lahir thn 1955 di Jakarta,tepatnya di gang nangka no.23 kwitang. Katanya thn 1957 kami pindah ke Jln.Muwardi II/22 Grogol Jakarta Barat. Disinilah masa kecil gue sampai besar, dan menikmati bangku sekolahan,mulai dari TK & SD di Sumbangsih Grogol,SMP Neg.39 dan SMA Neg.25 di Petojo Selatan sampai dapat gelar B.Ac ( Batak Asli cing..! ) dari Universitas Jayabaya, walaupun dengan ngos ngosan < tamat thn 1981>.
Mengenai pekerjaan, wah.. gue pindah-pindah mulai dari jadi smokel di Tanjung Priok thn 1978 s/d thn 1981, Auditor di kantor Akuntan Publik S Parman & Co thn 1981 s/d 1982, dah gitu pindah lagi kekantor Akuntan Publik DL Pamintori S ( Coopers & Lybrand ) th 1982 s/d 1986 di Jakarta.
Pernah juga jadi Kepala Kantor PTP XVII di Lamongan&Gresik Jawa Timur dari thn 1986 s/d thn 1991, berhubung kena PHK ( tapi gak sendirian lho..kita kenanya rame rame,karena PTP nya bankrut ) pindah lagi deh kerjanya, tapi gak jauh jauh juga scope pekerjaan dan daerahnya, tetap aja jadi tukang pegang duit di Project Ammonia & Urea PT Petrokimia Gresik (IKPT) dari thn 1991 s/d thn 1993. Disinilah gue terakhir jadi pegawai beneran, yang lainnya dari thn 1993 s/d 1999..? itu mah pegawai bo’ong2an aja. Gak perlu jadi catatan dan gak perlu juga untuk di ingat.
Boss PTP pernah bilang “ dalam hubungan dengan pekerjaan, jika bell bunyi jam 07,kita masuk dan bunyi lagi jam 16 kita pulang,maka kita adalah SAPI “ ( he..he..he.. bilang aja gak ada perusahaan yg mau terima elo lagi dom,pake alasan takut dibilang SAPI ).
Oh iya.. sejak mey 1993 gue ama keluarga boyong dgn dapur dapurnya dari Gresik ke Perumahan Mertua Indah di Cilandak Jakarta, dan November 1993 pindah lagi ke Bogor s/d sekarang dan lagi lagi boyongannya bersama dengan mertua dan di Perumahan Mertua Indah juga, ( he..he..he..yang hebat gue apa mertua ya..? padahal adam dan hawa,walau gak punya baju, tapi tetap merasa disurga, karena mereka sama sama gak punya mertua )
Sejak bulan Mei tahun 1999, gue memproklamirkan diri putus hubungan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan SAPI dan derivatifnya,(kecuali dengan buntut,kaki dan iganya yg enak di sop). Dengan belajar,dengan ketekunan dan sedikit berjudi dengan waktu dan duit karena gak sesuai dengan disiplin ilmu yang gue punya ,gue mulai belajar mengenai kimia yang berhubungan dengan produk pestisida,macem macem buku gue beli, secara rutin gue nongkrong di perpustakaan Fakultas hama penyakit tanaman IPB, bolak balik beli bahan bahan kimia untuk uji coba produk dan bolak balik juga gagal terus. Gue masih yakin dengan ungkapan bahwa, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda ( gaya euy…), belajar jalan terus,uji coba jalan terus dan doa jalan terus. Nah.. benerkan apa kata gue.., Tuhan tidak akan mencobai umatNya,lebih dari kekuatannya. Di titik titik kritis saat jenuh gagal terus dan duit semakin seret, Mujizat Tuhan turun di bulan Agustus yang indah dan penuh pesona,(he..he..he..!) formula dasar pestisida jadi,malah hasilnya diluar perkiraan gue. Tuhan bener bener hebat lho.., gue minta 1 malah dikasihnya 3, elo semua mau tau gak..? Pestisida gue itu dikasih Tuhan fungsinya ada 3 dalam 1 kemasan ( bekennya three in one gt loh..) yang ke 1 sebagai pembasmi hama tanaman ,yang ke 2 sebagai penyubur tanaman dan yang ke 3 sebagai pelekat (maaf ada pesan sponsor yang mau lewat..).
Mulai Agustus 1999 jadilah gue boss untuk diri gue sendiri ( kalau istri gue mah tetap bigboss ). dan produk pestisidanya gue kasih merk “ KILIAN “, ada apa dibalik nama tsb..? kapan kapan gue ceritanya ya.
Dari awal produksi sampai sekarang September 2009, produk Kilian gue masih digunakan di daerah kecamatan Laren, kurang lebih 1,5 jam dari kota Lamongan, desanya disepanjang alur sungai bengawan solo, setiap tahun masuk Koran nasional karena kebanjiran, sama tenggulun desanya amrozy..? yah.. dempet dempetan.
Gue pengen banget cerita tentang orang orang yang pengen gue ucapin thank you, mereka yang mendukung gue,yang mendoakan gue,yang banyak menolong gue saat gue jatuh bangun dalam merintis usaha, tapi ntaran ntaran aja ya..?
Gue menikah tgl 15 Desember 1986 di Jakarta, saat ini gue dikaruniakan dengan 1 istri dan dengan 2 anak, yang istri namanya Duma Rosanna Siregar lahir pada tgl 19 September 1965, dia lahir di Jakarta juga, tepatnya di jln.Gunawarman kebayoran, tapi lama juga tinggal didaerah bogor, makanya paten banget bahasa sundanya, setau gue SD dan SMA nya di Jakarta, sedangkan SMP nya di Bogor, pernah kuliah di Fak.Hukum Universitas Pancasila dan Fak.Paedagogik UKI, berhubung cintanya yang udah mentok banget ama gue dan dasarnya memang dah kebelet married, jadi deh dia bercita cita menjadi ibu rumah tangga dalam waktu sesingkat singkatnya ( very sorry ya ‘ma, sebenernya yang kebelet kawin papa koq..)
Anak gue dua duanya jagoan, yang pertama namanya Andre David Kilian Harahap, dia numpang lahir aja di Lumajang ( jawa timur ) pada thn 1987, saat umur 4 bulan gue ajak pindahan ke Lamongan dan umur 3 thn pindahan rumah lagi ke Gresik sampai umur 6 thn, ini cerita menarik untuk Andre di tahun 1993. Awal thn 1993 dia masih sekolah di TK Petrokimia Gresik, April 1993 pindah ke TK BI di Cilandak Jakarta, Juni 1993 naik kekelas 1 bersekolah di SD.PSKD Blok M dan November 1993 pindah lagi ke SD Regina Pacis Bogor. (kebayang gak sih.. dalam 1 tahun bisa 4 x pindah sekolah ), nah..., di Regina Pacis inilah Andre bersemayam bertahun tahun sampai tamat SMA pada thn 2005. Tamat SMA dia ngikutin umptn dan diterima di Fak.Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Brawijaya Malang. Sangking happynya bapaknya si Andre, diundanglah saudara saudaranya untuk bareng bareng ngucapin terima kasih dan syukur kepada Tuhan, rupanya Tuhan itu seneng juga kalau kita mau mengucap syukur dan berterima kasih padaNya, bayangin aja deh.., Andre udeh ngikutin plonco dan kuliah 1 minggu disana, eh.., turun bonus dari Tuhan pada Tgl 25 Agustus 2005, kalau Andre diterima juga di STAN jurusan Adm.Perpajakkan, wow.. buru buru deh kita benah benah dan cabut malam itu juga ke Surabaya, oh iya mumpung masih keingat nih., selama +/_ 10 hari di Malang, kita kita nginepnya di berbagai hotel dan berbagai yang berbintang, thanks banget untuk saudara gue Natal Siahaan dan sohib gue Kustoro, Wiwied dan Suryadi yang telah banyak membantu selama kami disana. Andre tamat dan di wisuda pada tgl 14 Oktober 2008, dan sejak 1 Desember 2008 bekerja dan ditempatkan di Peradilan Pajak Departemen Keuangan di Jakarta.
Anak gue yang ke 2 namanya Ardith Johanes Pardamean Harahap lahir di Bogor thn 1995, yang kasih nama Ardit itu abangnya si Andre, malah Andre bilang namanya Ardith Hartanto, jelas aja gue kagak mau, memangnya Ardith anak jawa apa, Sampai sekarangpun Andre gak pernah bilang kenapa dia ingin adiknya harus nama itu. Ardith sekolah TK s/d SD di Tunas Harapan Bogor dan sekarang kelas 9 di SMP Mardi Waluya nih anak yang buat rumah selalu rame, dia anak manja ,anak gaul dan anak slenge’an, bayangan aja udah kelas 9, tapi masih hobbi baku peluk dan tidur ama bapaknya, maklum ajalah dia anak paling kecil dirumah jadi kerjaannya ngelesin dan morotin siapa aja yang ada dirumah.
Anak anak gue ini hobbinya selain PS dan computer adalah baca komik made in Japan, kalau gue bilang koleksinya ratusan, yah..kuranglah, tapi kalau gue bilang ribuan koq kayanya sombong banget ya., yang jelas Ardith kalau mau tidur harus baca buku dulu, kalau mereka ngajak ke mall, paling paling yang dicari gramed doang, kalau Andre untuk mendapatkan buku kesukaannya cukup kreatif juga, didepan sekolahnya ada tukang buku, nah., dia beli dengan kredit yang dibayar tiap hari sekolah dari uang jajannya. Makanya dia dari SD sampai SMA kurus banget, kalau sekarang wow..!
Sebenernya anak gue itu ada 3, Andre itu ada kembarannya namanya Andrea Debora Alexeyeva Harahap, ( panggilan sayangnya Rere ) siapa yang kakak an.? Nah.. karena Andre seorang gentlemen, maka ladies first dululah. Tapi beginilah nasib rakyat kecil ini, maunya kita, belum tentu maunya Tuhan kan.? Boru panggoaranku telah menghadap Sank Khalik pada tgl 12 Februari 1991 di Jakarta dan dimakamkan di TPU Kalimulya Depok. Kalau mau membayangkan face dari boruku ini, kulitnya putih bersih, tinggi, hidungnya mancung, matanya memukau, pokoknya cantik bangetlah, pada umumnya, orang bilang mirip banget ama gue ( asinin aja terus tuh.. laut dom )
“ Aku akan pergi dan akan pergi
Kesebuah rumah diatas langit
Dimana hamparan rumput begitu luas dan hijau
Dan., matahari tidakpernah mati “
Selamat jalan kekasihku, selamat jalan sayangku, selamat jalan boru hasianku.!
To the one that I love kata Stevie Wonder, gue juga bilang gitu koq.,
Believe me boruku,
Kami semua mengasihi dan selalu mengenangmu, dan berpengharapan ada waktu yang indah yang Tuhan telah siapkan untuk nanti kita bersama kembali. Amin..!
Bogor, G 30 September
Gue.., Domu Harahap lahir thn 1955 di Jakarta,tepatnya di gang nangka no.23 kwitang. Katanya thn 1957 kami pindah ke Jln.Muwardi II/22 Grogol Jakarta Barat. Disinilah masa kecil gue sampai besar, dan menikmati bangku sekolahan,mulai dari TK & SD di Sumbangsih Grogol,SMP Neg.39 dan SMA Neg.25 di Petojo Selatan sampai dapat gelar B.Ac ( Batak Asli cing..! ) dari Universitas Jayabaya, walaupun dengan ngos ngosan < tamat thn 1981>.
Mengenai pekerjaan, wah.. gue pindah-pindah mulai dari jadi smokel di Tanjung Priok thn 1978 s/d thn 1981, Auditor di kantor Akuntan Publik S Parman & Co thn 1981 s/d 1982, dah gitu pindah lagi kekantor Akuntan Publik DL Pamintori S ( Coopers & Lybrand ) th 1982 s/d 1986 di Jakarta.
Pernah juga jadi Kepala Kantor PTP XVII di Lamongan&Gresik Jawa Timur dari thn 1986 s/d thn 1991, berhubung kena PHK ( tapi gak sendirian lho..kita kenanya rame rame,karena PTP nya bankrut ) pindah lagi deh kerjanya, tapi gak jauh jauh juga scope pekerjaan dan daerahnya, tetap aja jadi tukang pegang duit di Project Ammonia & Urea PT Petrokimia Gresik (IKPT) dari thn 1991 s/d thn 1993. Disinilah gue terakhir jadi pegawai beneran, yang lainnya dari thn 1993 s/d 1999..? itu mah pegawai bo’ong2an aja. Gak perlu jadi catatan dan gak perlu juga untuk di ingat.
Boss PTP pernah bilang “ dalam hubungan dengan pekerjaan, jika bell bunyi jam 07,kita masuk dan bunyi lagi jam 16 kita pulang,maka kita adalah SAPI “ ( he..he..he.. bilang aja gak ada perusahaan yg mau terima elo lagi dom,pake alasan takut dibilang SAPI ).
Oh iya.. sejak mey 1993 gue ama keluarga boyong dgn dapur dapurnya dari Gresik ke Perumahan Mertua Indah di Cilandak Jakarta, dan November 1993 pindah lagi ke Bogor s/d sekarang dan lagi lagi boyongannya bersama dengan mertua dan di Perumahan Mertua Indah juga, ( he..he..he..yang hebat gue apa mertua ya..? padahal adam dan hawa,walau gak punya baju, tapi tetap merasa disurga, karena mereka sama sama gak punya mertua )
Sejak bulan Mei tahun 1999, gue memproklamirkan diri putus hubungan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan SAPI dan derivatifnya,(kecuali dengan buntut,kaki dan iganya yg enak di sop). Dengan belajar,dengan ketekunan dan sedikit berjudi dengan waktu dan duit karena gak sesuai dengan disiplin ilmu yang gue punya ,gue mulai belajar mengenai kimia yang berhubungan dengan produk pestisida,macem macem buku gue beli, secara rutin gue nongkrong di perpustakaan Fakultas hama penyakit tanaman IPB, bolak balik beli bahan bahan kimia untuk uji coba produk dan bolak balik juga gagal terus. Gue masih yakin dengan ungkapan bahwa, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda ( gaya euy…), belajar jalan terus,uji coba jalan terus dan doa jalan terus. Nah.. benerkan apa kata gue.., Tuhan tidak akan mencobai umatNya,lebih dari kekuatannya. Di titik titik kritis saat jenuh gagal terus dan duit semakin seret, Mujizat Tuhan turun di bulan Agustus yang indah dan penuh pesona,(he..he..he..!) formula dasar pestisida jadi,malah hasilnya diluar perkiraan gue. Tuhan bener bener hebat lho.., gue minta 1 malah dikasihnya 3, elo semua mau tau gak..? Pestisida gue itu dikasih Tuhan fungsinya ada 3 dalam 1 kemasan ( bekennya three in one gt loh..) yang ke 1 sebagai pembasmi hama tanaman ,yang ke 2 sebagai penyubur tanaman dan yang ke 3 sebagai pelekat (maaf ada pesan sponsor yang mau lewat..).
Mulai Agustus 1999 jadilah gue boss untuk diri gue sendiri ( kalau istri gue mah tetap bigboss ). dan produk pestisidanya gue kasih merk “ KILIAN “, ada apa dibalik nama tsb..? kapan kapan gue ceritanya ya.
Dari awal produksi sampai sekarang September 2009, produk Kilian gue masih digunakan di daerah kecamatan Laren, kurang lebih 1,5 jam dari kota Lamongan, desanya disepanjang alur sungai bengawan solo, setiap tahun masuk Koran nasional karena kebanjiran, sama tenggulun desanya amrozy..? yah.. dempet dempetan.
Gue pengen banget cerita tentang orang orang yang pengen gue ucapin thank you, mereka yang mendukung gue,yang mendoakan gue,yang banyak menolong gue saat gue jatuh bangun dalam merintis usaha, tapi ntaran ntaran aja ya..?
Gue menikah tgl 15 Desember 1986 di Jakarta, saat ini gue dikaruniakan dengan 1 istri dan dengan 2 anak, yang istri namanya Duma Rosanna Siregar lahir pada tgl 19 September 1965, dia lahir di Jakarta juga, tepatnya di jln.Gunawarman kebayoran, tapi lama juga tinggal didaerah bogor, makanya paten banget bahasa sundanya, setau gue SD dan SMA nya di Jakarta, sedangkan SMP nya di Bogor, pernah kuliah di Fak.Hukum Universitas Pancasila dan Fak.Paedagogik UKI, berhubung cintanya yang udah mentok banget ama gue dan dasarnya memang dah kebelet married, jadi deh dia bercita cita menjadi ibu rumah tangga dalam waktu sesingkat singkatnya ( very sorry ya ‘ma, sebenernya yang kebelet kawin papa koq..)
Anak gue dua duanya jagoan, yang pertama namanya Andre David Kilian Harahap, dia numpang lahir aja di Lumajang ( jawa timur ) pada thn 1987, saat umur 4 bulan gue ajak pindahan ke Lamongan dan umur 3 thn pindahan rumah lagi ke Gresik sampai umur 6 thn, ini cerita menarik untuk Andre di tahun 1993. Awal thn 1993 dia masih sekolah di TK Petrokimia Gresik, April 1993 pindah ke TK BI di Cilandak Jakarta, Juni 1993 naik kekelas 1 bersekolah di SD.PSKD Blok M dan November 1993 pindah lagi ke SD Regina Pacis Bogor. (kebayang gak sih.. dalam 1 tahun bisa 4 x pindah sekolah ), nah..., di Regina Pacis inilah Andre bersemayam bertahun tahun sampai tamat SMA pada thn 2005. Tamat SMA dia ngikutin umptn dan diterima di Fak.Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Brawijaya Malang. Sangking happynya bapaknya si Andre, diundanglah saudara saudaranya untuk bareng bareng ngucapin terima kasih dan syukur kepada Tuhan, rupanya Tuhan itu seneng juga kalau kita mau mengucap syukur dan berterima kasih padaNya, bayangin aja deh.., Andre udeh ngikutin plonco dan kuliah 1 minggu disana, eh.., turun bonus dari Tuhan pada Tgl 25 Agustus 2005, kalau Andre diterima juga di STAN jurusan Adm.Perpajakkan, wow.. buru buru deh kita benah benah dan cabut malam itu juga ke Surabaya, oh iya mumpung masih keingat nih., selama +/_ 10 hari di Malang, kita kita nginepnya di berbagai hotel dan berbagai yang berbintang, thanks banget untuk saudara gue Natal Siahaan dan sohib gue Kustoro, Wiwied dan Suryadi yang telah banyak membantu selama kami disana. Andre tamat dan di wisuda pada tgl 14 Oktober 2008, dan sejak 1 Desember 2008 bekerja dan ditempatkan di Peradilan Pajak Departemen Keuangan di Jakarta.
Anak gue yang ke 2 namanya Ardith Johanes Pardamean Harahap lahir di Bogor thn 1995, yang kasih nama Ardit itu abangnya si Andre, malah Andre bilang namanya Ardith Hartanto, jelas aja gue kagak mau, memangnya Ardith anak jawa apa, Sampai sekarangpun Andre gak pernah bilang kenapa dia ingin adiknya harus nama itu. Ardith sekolah TK s/d SD di Tunas Harapan Bogor dan sekarang kelas 9 di SMP Mardi Waluya nih anak yang buat rumah selalu rame, dia anak manja ,anak gaul dan anak slenge’an, bayangan aja udah kelas 9, tapi masih hobbi baku peluk dan tidur ama bapaknya, maklum ajalah dia anak paling kecil dirumah jadi kerjaannya ngelesin dan morotin siapa aja yang ada dirumah.
Anak anak gue ini hobbinya selain PS dan computer adalah baca komik made in Japan, kalau gue bilang koleksinya ratusan, yah..kuranglah, tapi kalau gue bilang ribuan koq kayanya sombong banget ya., yang jelas Ardith kalau mau tidur harus baca buku dulu, kalau mereka ngajak ke mall, paling paling yang dicari gramed doang, kalau Andre untuk mendapatkan buku kesukaannya cukup kreatif juga, didepan sekolahnya ada tukang buku, nah., dia beli dengan kredit yang dibayar tiap hari sekolah dari uang jajannya. Makanya dia dari SD sampai SMA kurus banget, kalau sekarang wow..!
Sebenernya anak gue itu ada 3, Andre itu ada kembarannya namanya Andrea Debora Alexeyeva Harahap, ( panggilan sayangnya Rere ) siapa yang kakak an.? Nah.. karena Andre seorang gentlemen, maka ladies first dululah. Tapi beginilah nasib rakyat kecil ini, maunya kita, belum tentu maunya Tuhan kan.? Boru panggoaranku telah menghadap Sank Khalik pada tgl 12 Februari 1991 di Jakarta dan dimakamkan di TPU Kalimulya Depok. Kalau mau membayangkan face dari boruku ini, kulitnya putih bersih, tinggi, hidungnya mancung, matanya memukau, pokoknya cantik bangetlah, pada umumnya, orang bilang mirip banget ama gue ( asinin aja terus tuh.. laut dom )
“ Aku akan pergi dan akan pergi
Kesebuah rumah diatas langit
Dimana hamparan rumput begitu luas dan hijau
Dan., matahari tidakpernah mati “
Selamat jalan kekasihku, selamat jalan sayangku, selamat jalan boru hasianku.!
To the one that I love kata Stevie Wonder, gue juga bilang gitu koq.,
Believe me boruku,
Kami semua mengasihi dan selalu mengenangmu, dan berpengharapan ada waktu yang indah yang Tuhan telah siapkan untuk nanti kita bersama kembali. Amin..!
Bogor, G 30 September
Domu dan Natorasna
Domu dan Natorasna
Nama papi Loedin Pardamean Harahap, lahir tgl 12 Juni 1926 di Jakarta, tepatnya di gang Nangka no.23 Kwitang , samakan alamatnya dengan tempat kelahiran gue.? jadilah kami ini masuk kelompok BABE ( Batak Betawi )
Papi bekerja sebagai amtenaar di Dept Pekerjaan Umum sejak Tahun 1952 sampai dengan pensiun pada thn 1982, denger cerita, sebelumnya papi juga pernah bekerja sebagai karyawan di bioskop Permai di Tanjung Priok.
Bidang pekerjaan yang lama ditekuni oleh papi adalah inspektur Keuangan PU wilayah Sumatra; munkin juga karena papi itu dikenal sebagai anak mami, dan maminya asli bungabondar juga, ditambah pula istrinya pun darisana jadilah sipapi hobbinya keluyuran didaerah sana, setiap selesai dinas selalu diusahakan mampir ke Bungabondar.
Yang gue tau, jabatan bergengsi yang pernah papi pegang adalah Penasehat menteri Pekerjaan Umum dan Kepala Peralatan & Perbekalan DitJen Bina Marga di Jakarta. Tapi yang gue tau juga., pada saat papi pensiun, harta yang papi timbun selama jadi amtenaar 30 thn adalah, 1 rumah di grogol yang merupakan jatah pegawai negeri, 1 mobil Toyota canvas tnh 1965 yang diangsur pembayarannya dari uang pensiun, 1 istri yang cantik yang diimport langsung dari hitaan dan 7 anak yang semuanya menikmati bangku kuliah.
Terima kasih papiku yang baik, yang bersih dan yang jujur selama mengabdi kepada pekerjaannya, kami bangga menjadi anak2mu dan selalu bersukacita melihat papi yang tenang dalam menikmat masa pensiunnya serta selalu dapat mengangkat kepala pada saat menghadiri hari Kebangkitan PU setiap tgl 3 Dsember.
Nama mami Nellyonar Siregar, lahir pada tgl 24 April 1932 di Bungabondar. Cerita tentang mami begini ;
Lahir dan sampai bujing2 tinggal di Bungabondar, mami anak ke 4 dari 10 bersaudara pasangan Opung Nahason Siregar dengan Tiurma Br Lubis, anak pertamanya adalah Tulang Marsan Siregar, katanya sih., Tulang adalah jenderal pertama jebolan dari Sipirok ( bener gak ya..? ).
Mami bersama Tulang Harlan Siregar ( pomparannya tinggal di Serbelawan ) tinggal bersama opungnya Br.Pulungan dari Silaia ( pojokkan Bungabondar ), kalau ayah dan omaknya sejak thn 1940 an pindah dan merantau ke Kerasaan ( Pem. Siantar ) dan menjadi guru disana. Makanya waktu kita kecil2 kalau kita mudik enggak ke Bungabondar, tapi mudiknya ke Kerasaan, tapi jangan salah kira lho.., peninggalan rumah, sawah dan ladang havea milik dari Opung ni Marsan di Bungabondar tetap kami rawat dan pelihara sampai sekarang, dan kita jadikan harta parsadaan Opung ni Marsan. Dari cerita diatas ada kata KITA, koq., se olah2 gue ikut memiliki ya.? Next time ada extended version from me.
Kembali ke laptop..! eh.. ke mami,
Boru Enggan ini, menurut kabar burung yang dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan kebenarannya, adalah bunganya bungabondar yang diimport langsung sama papi darisana, menginjak Jakatapun pada saat akan manjagit pasu pasu parbagasan di Jakarta pada tgl 22 April 1950.
Pasangan yang sakinah,mawwadah dan warohmah ini dikaruniakan Tuhan 7 anak ( 5 wong lanang dan 2 dadaboru ) yang cakep2,yang cantik2 dan sangat bermutu banget ahklak dan tabiatnya, pokoknya al kharomahlah ( wow..gak salah tuh dom..? ).
Mami passed away tgl 13 Mei 1987 di RS Cikini Jakarta dan dimakamkan di TPU Kalimulya Depok,
Sedangkan papi tgl 12 Januari 1999 juga di RS Cikini Jakarta, dimakamkannya,
ya., sama juga di TPU Kalimulya Depok.( masa beda2 sih..,)
IN LOVING MEMORY
Molo masihol ho muse di au
Ingot ma, na disurgoi do au
Dapothon au tu surgoi
Ai ho pe sonang do disi
Lao ma au,lao ma au tu na disurgoi 2x
Dapothon au tu surgoi, ai ho pe sonang do disi.
Nama papi Loedin Pardamean Harahap, lahir tgl 12 Juni 1926 di Jakarta, tepatnya di gang Nangka no.23 Kwitang , samakan alamatnya dengan tempat kelahiran gue.? jadilah kami ini masuk kelompok BABE ( Batak Betawi )
Papi bekerja sebagai amtenaar di Dept Pekerjaan Umum sejak Tahun 1952 sampai dengan pensiun pada thn 1982, denger cerita, sebelumnya papi juga pernah bekerja sebagai karyawan di bioskop Permai di Tanjung Priok.
Bidang pekerjaan yang lama ditekuni oleh papi adalah inspektur Keuangan PU wilayah Sumatra; munkin juga karena papi itu dikenal sebagai anak mami, dan maminya asli bungabondar juga, ditambah pula istrinya pun darisana jadilah sipapi hobbinya keluyuran didaerah sana, setiap selesai dinas selalu diusahakan mampir ke Bungabondar.
Yang gue tau, jabatan bergengsi yang pernah papi pegang adalah Penasehat menteri Pekerjaan Umum dan Kepala Peralatan & Perbekalan DitJen Bina Marga di Jakarta. Tapi yang gue tau juga., pada saat papi pensiun, harta yang papi timbun selama jadi amtenaar 30 thn adalah, 1 rumah di grogol yang merupakan jatah pegawai negeri, 1 mobil Toyota canvas tnh 1965 yang diangsur pembayarannya dari uang pensiun, 1 istri yang cantik yang diimport langsung dari hitaan dan 7 anak yang semuanya menikmati bangku kuliah.
Terima kasih papiku yang baik, yang bersih dan yang jujur selama mengabdi kepada pekerjaannya, kami bangga menjadi anak2mu dan selalu bersukacita melihat papi yang tenang dalam menikmat masa pensiunnya serta selalu dapat mengangkat kepala pada saat menghadiri hari Kebangkitan PU setiap tgl 3 Dsember.
Nama mami Nellyonar Siregar, lahir pada tgl 24 April 1932 di Bungabondar. Cerita tentang mami begini ;
Lahir dan sampai bujing2 tinggal di Bungabondar, mami anak ke 4 dari 10 bersaudara pasangan Opung Nahason Siregar dengan Tiurma Br Lubis, anak pertamanya adalah Tulang Marsan Siregar, katanya sih., Tulang adalah jenderal pertama jebolan dari Sipirok ( bener gak ya..? ).
Mami bersama Tulang Harlan Siregar ( pomparannya tinggal di Serbelawan ) tinggal bersama opungnya Br.Pulungan dari Silaia ( pojokkan Bungabondar ), kalau ayah dan omaknya sejak thn 1940 an pindah dan merantau ke Kerasaan ( Pem. Siantar ) dan menjadi guru disana. Makanya waktu kita kecil2 kalau kita mudik enggak ke Bungabondar, tapi mudiknya ke Kerasaan, tapi jangan salah kira lho.., peninggalan rumah, sawah dan ladang havea milik dari Opung ni Marsan di Bungabondar tetap kami rawat dan pelihara sampai sekarang, dan kita jadikan harta parsadaan Opung ni Marsan. Dari cerita diatas ada kata KITA, koq., se olah2 gue ikut memiliki ya.? Next time ada extended version from me.
Kembali ke laptop..! eh.. ke mami,
Boru Enggan ini, menurut kabar burung yang dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan kebenarannya, adalah bunganya bungabondar yang diimport langsung sama papi darisana, menginjak Jakatapun pada saat akan manjagit pasu pasu parbagasan di Jakarta pada tgl 22 April 1950.
Pasangan yang sakinah,mawwadah dan warohmah ini dikaruniakan Tuhan 7 anak ( 5 wong lanang dan 2 dadaboru ) yang cakep2,yang cantik2 dan sangat bermutu banget ahklak dan tabiatnya, pokoknya al kharomahlah ( wow..gak salah tuh dom..? ).
Mami passed away tgl 13 Mei 1987 di RS Cikini Jakarta dan dimakamkan di TPU Kalimulya Depok,
Sedangkan papi tgl 12 Januari 1999 juga di RS Cikini Jakarta, dimakamkannya,
ya., sama juga di TPU Kalimulya Depok.( masa beda2 sih..,)
IN LOVING MEMORY
Molo masihol ho muse di au
Ingot ma, na disurgoi do au
Dapothon au tu surgoi
Ai ho pe sonang do disi
Lao ma au,lao ma au tu na disurgoi 2x
Dapothon au tu surgoi, ai ho pe sonang do disi.
Jumat, 16 Oktober 2009
BUNGABONDAR, I’m in Love

BUNGABONDAR, I’m in Love.
Waktu itu matahari belum nongol pada tgl 11 September 1988, gue beserta rombongan nyampe di Bungabondar, Sipirok dan Inilah pertama kali gue menginjak kaki didaratan Bungabondar, trenyuhnya, gue datang pertama kali, dgn membawa jasad Tulang ( Amang Simatua ) St.Martuani Siregar, yang meninggal pada tgl 9 September 1988 di Jakarta,
Gue jadi repot juga nih, mau cerita apa dulu ya tentang Bungabondar., tentang gue dulu dengan Bungabondar atau cerita tentang gue dengan Tulang.?
Please I’m sorry ya ‘ma, gapapakan cerita kita dengan Tulang di episode yang lain.?
Mungkin saja waktu gue masih kecil, karena memang gue gak tau kapan persisnya, mami sering bercerita tetang masa kecil dan masa bujing2nya di Bungabondar, kayanya kampung halaman mami itu sudah menyatu dalam diri gue, ada 2 hal yang gue inget banget dan menjadi catatan. Yaitu :
1. Waktu baru2nya berdiri HKBP.A dan kebaktiannya masih di gedung KONI Jakarta, saat kebaktian ada lagu yang namanya Muda Humolos Rohaki, gak tau persisnya gimana, gue bisa nyanyikan lagu tsb dengan nada yang pas, sampai2 uda gue Christian Harahap ( adiknya papi ) nanya, “ koq elo tau lagu ini dom.? Iya juga ya., koq gue tau lagu ini, padahal gue dari sekolah minggu sampai marguru malua di HKBP Petojo Grogol, dan gak pernah tau lagu ini ada dibuku ende HKBP. Pulang gereja gue nanya sama mami, dan baru deh gue tau kalau waktu kecil gue udah sering diajarkan lagu ini, yah.., pantas ajalah kalau gitu .
2. Saat gue masih SMP atau SMA, gue pernah bilang dan buat perjanjian dengan mami, kalau nanti pada saatnya domu sudah harus menikah, pasti dengan boru Regar dan jangan khawatir, pasti boru Regar Bungabondar juga, ( ada apa dibalik perjanjian itu dom.? )
Rupanya janji gue ini dicatat dan selalu dibawakan pada saat mami bertelut dalam doa doanya, beneran tuh .,akhirnya gue dapat juga boru Regar darisana, tentunya dengan ciri2 khas boru Enggan, bujing na jogi, bujing na jeges, yang denggan, pokoknya menawan hatilah ( eis dah keleh..! ), bedanya dengan mami hanya tipis tipis aja, kalau mami pendiam dan pinter masak sejak bujing2, sedangkan yang ini sedikit marturepet dan bisa masak ,sejak terpaksa harus masak sendiri (he..he..he., gak repet repet banget koq ‘ma ).
Kita kembali bercerita tentang Bungabondar ya..?
Pada saat kami masuk Bungabondar, bersamaan dengan Raja Inal Siregar ( mau bilang Tulang, koq., kayanya sok deket banget ya., ) ngeborong warga Bungabondar dari berbagai daerah untuk pesta ucapan syukur beliau jadi Gubernur Sumatra Utara, lumayan juga jadinya, karena kebetulan pada saat itu bujing gue ( Ny.Meynar Pasaribu/br Siregar ) ikut dalam rombongan dari Medan.
Malam hari pertama kedatangan di Bungabondar, gue nongkrong2 didepan rumah, sambil bengong bengong sendirian, yah., sedih, yah senang, yah., bingung juga, akhirnya gue nyampe juga di Bungabondar, tanah kelahiran mami tercinta. bingungnya gue gak ada yang kenal satupun disini, ada bujing itupun karena kebetulan aja. padahal kalau diurutin gue ini aslinya kebangetan banget turunan dari Bungabondar, dari Harahapnya papi, gue punya rumah,sawah ladang dan bale disini (katanya, waktu tingki ni pidari migrasi dari Panyanggar), dari opung kecil ( maminya papi ) juga boru Regar dari Bungabondar, beliau itu boru siampudan dari Baginda Habiaran. Kebayang gak sih., mulai dari Amangtobang ( opungnya papi ) sampai ke gue sudah 4 generasi yang ngedapetin boru Regar Bungabondar, jadi kalau belum seperti gue ini, jangan sekali kali bilang “ Bungabondar lonceng pe godang, roha pe ginjang “. ( He..he..he.. santabi di hamu raja ni mora nami ).
Sejak thn 1998 itulah, gue ama keluarga mulai sering datang ke Bungabondar, malah sejak tahun 2004 gue tiap tahun pasti kesana, terakhir liburan sekolah bulan Juli kemarin, gue overland ama keluarga, kalau sekarang, yah., jangan ditanyalah, udah banyak keluarga disana yang gue kenal, tiap pagipun nikmat banget kalau kita mau nongkrong2 sambil ngopi di simpang 4 Bungabondar.
Ini lagu tahun 1980 an, tapi rasanya masih up to date deh.,
Gue jadi repot juga nih, mau cerita apa dulu ya tentang Bungabondar., tentang gue dulu dengan Bungabondar atau cerita tentang gue dengan Tulang.?
Please I’m sorry ya ‘ma, gapapakan cerita kita dengan Tulang di episode yang lain.?
Mungkin saja waktu gue masih kecil, karena memang gue gak tau kapan persisnya, mami sering bercerita tetang masa kecil dan masa bujing2nya di Bungabondar, kayanya kampung halaman mami itu sudah menyatu dalam diri gue, ada 2 hal yang gue inget banget dan menjadi catatan. Yaitu :
1. Waktu baru2nya berdiri HKBP.A dan kebaktiannya masih di gedung KONI Jakarta, saat kebaktian ada lagu yang namanya Muda Humolos Rohaki, gak tau persisnya gimana, gue bisa nyanyikan lagu tsb dengan nada yang pas, sampai2 uda gue Christian Harahap ( adiknya papi ) nanya, “ koq elo tau lagu ini dom.? Iya juga ya., koq gue tau lagu ini, padahal gue dari sekolah minggu sampai marguru malua di HKBP Petojo Grogol, dan gak pernah tau lagu ini ada dibuku ende HKBP. Pulang gereja gue nanya sama mami, dan baru deh gue tau kalau waktu kecil gue udah sering diajarkan lagu ini, yah.., pantas ajalah kalau gitu .
2. Saat gue masih SMP atau SMA, gue pernah bilang dan buat perjanjian dengan mami, kalau nanti pada saatnya domu sudah harus menikah, pasti dengan boru Regar dan jangan khawatir, pasti boru Regar Bungabondar juga, ( ada apa dibalik perjanjian itu dom.? )
Rupanya janji gue ini dicatat dan selalu dibawakan pada saat mami bertelut dalam doa doanya, beneran tuh .,akhirnya gue dapat juga boru Regar darisana, tentunya dengan ciri2 khas boru Enggan, bujing na jogi, bujing na jeges, yang denggan, pokoknya menawan hatilah ( eis dah keleh..! ), bedanya dengan mami hanya tipis tipis aja, kalau mami pendiam dan pinter masak sejak bujing2, sedangkan yang ini sedikit marturepet dan bisa masak ,sejak terpaksa harus masak sendiri (he..he..he., gak repet repet banget koq ‘ma ).
Kita kembali bercerita tentang Bungabondar ya..?
Pada saat kami masuk Bungabondar, bersamaan dengan Raja Inal Siregar ( mau bilang Tulang, koq., kayanya sok deket banget ya., ) ngeborong warga Bungabondar dari berbagai daerah untuk pesta ucapan syukur beliau jadi Gubernur Sumatra Utara, lumayan juga jadinya, karena kebetulan pada saat itu bujing gue ( Ny.Meynar Pasaribu/br Siregar ) ikut dalam rombongan dari Medan.
Malam hari pertama kedatangan di Bungabondar, gue nongkrong2 didepan rumah, sambil bengong bengong sendirian, yah., sedih, yah senang, yah., bingung juga, akhirnya gue nyampe juga di Bungabondar, tanah kelahiran mami tercinta. bingungnya gue gak ada yang kenal satupun disini, ada bujing itupun karena kebetulan aja. padahal kalau diurutin gue ini aslinya kebangetan banget turunan dari Bungabondar, dari Harahapnya papi, gue punya rumah,sawah ladang dan bale disini (katanya, waktu tingki ni pidari migrasi dari Panyanggar), dari opung kecil ( maminya papi ) juga boru Regar dari Bungabondar, beliau itu boru siampudan dari Baginda Habiaran. Kebayang gak sih., mulai dari Amangtobang ( opungnya papi ) sampai ke gue sudah 4 generasi yang ngedapetin boru Regar Bungabondar, jadi kalau belum seperti gue ini, jangan sekali kali bilang “ Bungabondar lonceng pe godang, roha pe ginjang “. ( He..he..he.. santabi di hamu raja ni mora nami ).
Sejak thn 1998 itulah, gue ama keluarga mulai sering datang ke Bungabondar, malah sejak tahun 2004 gue tiap tahun pasti kesana, terakhir liburan sekolah bulan Juli kemarin, gue overland ama keluarga, kalau sekarang, yah., jangan ditanyalah, udah banyak keluarga disana yang gue kenal, tiap pagipun nikmat banget kalau kita mau nongkrong2 sambil ngopi di simpang 4 Bungabondar.
Ini lagu tahun 1980 an, tapi rasanya masih up to date deh.,
MUDA KEHE DONGAN KE TU SIPIROKKAN
ULANG LUPA HO BAYA TU BUNGABONDAR I
HUTA NI SIREGAR, SIREGAR SALAK KI
SIHUTUR NA MATA.
BORU ENGGAN,BORU NA JOGI I
BORU ENGGAN, SI DENGGAN BASA MI
SI BORU ENGGAN, NA BEKBEK I
Langganan:
Postingan (Atom)
