Rumput didalam sepatu
Saat itu tgl 4 desember, dari pagi mami sudah mulai berceloteh, kita harus bersih, kita harus baik, kita harus rajin belajar, dan jangan lupa., berdoa sebelum makan, banyak instruksi2 mami pagi ini yang harus kita kerjakan, harapan harapan mami itu tentunya baik dan sangat baik pastinya, tetapi harapan mami dengan harapan kita2 tentunya beda, ada suatu imbalan yang kita harapkan dengan berbuat yang baik2 pada hari ini,
Mami bilang, bahwa nanti malam sinter klaas akan datang membawa hadiah yang indah indah kepada setiap anak yang baik,rajin belajar, rajin berdoa dan rajin sekolah minggu, tapi dia juga akan datang bersama dengan swatter pied yang datang membawa karung dan sapu lidi, nah.., ini yang menjadi momok bagi kita kita saat itu, karena dia datang tidak membawa hadiah, tapi membawa sapu lidi untuk memukul bagi setiap anak yang nakal, malas dan selalu melawan orangtua, apalagi yang gak pernah sekolah minggu.
Hari ini kita semua akhirnya bermain sinetron, kita penuh dengan senyum, kita mendadak rajin berdoa, rajin ngepel, nyapu, gak disuruhpun langsung ngerjain, ini hari seperti hari ibu, dimana mami benar benar menjadi ibu yang sangat dimanja oleh anak anaknya, yang bingung jelas papilah, pulang dari kantor sepatunya rame rame kita bukain, ada yang langsung ngambilin minuman, ada yang nawarin nyuciin mobil, wah..bener bener seperti rumah tangga yang semerbak harum mewangi.
Sore harinya ada instruksi mami yang biasanya kita belaga lupa, tapi yang sekarang ini bener bener kita tungguin, kita semua disuruh bersihkan sepatu masing2 dan menaruh rumput didalamnya, gak perlu mami naikkan nadanya, kita semua langsung bergerak cepat, he..he..he.. kalau pada ada maunya begitu deh kelakuannya.
Masalah kenapa kita harus sediakan sepatu dan rumput, gue gak jelas jelas banget, kalau rumput katanya untuk makanan rusanya sinter klaas, kalau sepatu gak tau juga sih., mungkin juga untuk nimpuk swatter pied,kalau mukulnya terlalu keras atau yang nakal mau dimasukkin ke karungnya. namanya juga orangtua, masa sih tega anaknya dipukulin ama orang lain.
Jam 9 malam kita sudah selesai belajar, sudah cuci kaki, naik ketempat tidur dan gak lupa berdoa “ met met au on “ , langsung tidurkah kita semua itu..? kayanya enggak juga deh., pastinya kita kita pada ngelamun dululah, sinter klaasnya datang jam berapa ya., dapet gak ya apa yang gue minta ama sinter klaas, atau karena gue baiknya cuman hari ini aja, yang datang malah swatter pied, ih..,ngeri mbok..! ah., gue mau bangun dulu , gue mau berdoa lagi., gue mau mohon ampun sama Tuhan Jesus dan gue janji gak akan bandel lagi, gue janji akan rajin belajar, rajin berdoa dan sekolah minggu dan janji gak akan melawan orangtua lagi.
Sekarang gue udah tenang, urusan gue udah beres dengan Tuhan Jesus, sekarang gue mau tidur dengan senyum dan menantikan hadiah yang akan gue terima dari Tuhan Jesus melalui sinter klaas.
Sekarang tgl 4 Desember 2009, sedangkan cerita diatas itu tgl 4 Desember 1960, sudah 49 thn berlalu, cukup lama, malah sudah sangat lama, tapi kalau kita lihat makna yang terkandung didalamnya, tentunya masih sangat relevan pada saat ini, tinggal bagaimana cara kita memandangnya. Amin..!
Bogor, 04122009
Senin, 07 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar