Rabu, 28 Oktober 2009

domu with saudara2nya

Domu dengan saudara2 nya

Gue anak ke 3 dari 7 bersaudara, yang tertua kakak gue namanya Esther Harahap, lahir tgl 1 Oktober 1951 di Jakarta, menikah dengan Drs.Saner Hasibuan ( Hasibuan dari Sipogu,tapi besarnya di Pekanbaru ) Ipar gue ini seorang guru besar, maksudnya badannya besar., kalau ngajarnya sih ditingkat SMP dan SMA dan terakhir mengajar di Pekanbaru. Mereka dikaruniakan 4 orang anak, yaitu :
1. Jefrey Zagalo Hasibuan menikah dengan Niken asli Wonogiri, dikaruniakan 2 anak, Oce dan Alma. Tinggal di Pekanbaru
2. Jericho Hasibuan B.Sc menikah dengan Devi seorang jaksa kelahiran Jogja, sementara ini baru dikaruniakan Tuhan hamil 5 bulan. Tinggal di Serang
3. Astried Hasibuan menikah Dengan Ir.Jans Pieter Siregar , dikaruniakan anak yang mokmok dan kocak namanya Popol, mereka tinggal di Balikpapan.
4. Yuanita Hasibuan statusnya baru mau dilamar.
Ipar gue ini, main curanglah masa dia menghadap Tuhan duluan pada tgl 26 Desember 1984, yah., jadi janda muda dong kak..?

Diatas gue 1 lagi adalah ‘Bang Pollie Harahap SE.Ak lahir di Jakarta tgl 9 November 1952, menikah dengan Miranda Siregar ( bungabondar juga, gak ada yang lain lagi x ya.? ), Abang gue ini mungkin dibuat dari besi buatan Sovyet, keras dan alot banget sifatnya, walaupun punya certificate fraud examiner dari AICPA, tapi dibelakang hari nyari kerjanya susah banget. Mereka dikaruniakan 3 anak yang jagoan semua, yaitu :
1. Stevie Constan Harahap SE.MM, masih single fighter.
2. Phill Leonard Harahap SE, masih kurang skripsi katanya.
3. Ozzy Jonathan Harahap masih di SMA, sekedar inform, beratnya 90 kg.
Walaupun nama anak2nya berbau penyanyi, tapi gak ada satupun mereka yang menjadi penyanyi, turunan dari penyanyi aja juga gak ada. Itulah Abang gue, kalau udah maunya, mertuapun gak bisa ikut2an. Tapi kalau urusannya ama Tuhan, wah.,repot banget ngadepinnya, Abang gak pernah percaya fatwa dari siapapun, maunya langsung dari tangan pertama. (he..he..he..,sorry ‘Bang)

Yang nomer 4 namanya Linda Theresia Harahap lahir di Jakarta tgl 14 Oktober 1956, menikah dengan Sayon Loebis SH ( yang ini asli dari Toba, tapi gak piok kata orang angkola ), inilah turunan asli dari papi, karena hanya merekalah yang jadi pegawai negeri, Linda gawe di Depnakertrans, sedangkan Ipar gue ini di Pemda DKI. Anak2 gue manggil Linda ini bou Sophia latjuba ( gak kerendahan levelnya tuh Lin..? ).
Mereka dikaruniakan 2 anak , yaitu :
1. Resha Bonarulda Lubis MA ( mahasiswa abadi )
2. Anggita Loebis, masih di SMA
Kecuali turunan asli dari papi, Linda juga turunan asli dari mami yang hobbinya masak, gak usah dibayar asal disuruh masak aja udah seneng banget, apalagi kalau dia masak gule kambing pake rebung, gak terbayang bayang deh nikmatnya. Kalau dia baca ungkapan ini, pastilah dia cepet2 masakin untuk gue, gue tau banget sih, dia ama Sayon itu sayang banget ama saudara2nya, walau gak ada, pasti di ada2in atau walau gak punya,pasti di punya2in, pertahankan terus sifat yang baik dan penuh rasa peduli itu ya.. Lin, asal jangan jadi bangkrut aja lho.!

Pdt.Drs.Benny Harahap menduduki posisi ke 5 dari keluarga gue. Lahir di Jakarta tgl 6 Desember 1957, Dulu dia sekolah di STM I budi utomo Jakarta jurusan Bangunan, gak tau lagi mabok atau karena di panggil panggil T uhan melulu, berangkat deh dia ke Universitas Sathya Wacana di Salatiga dan kuliah di jurusan Theologi,kalau Benny bilang, dia gak salah jurusan, dulu di STM ambil jurusan bangunan, sekarangpun masih urusan dengan bangunan juga,dia sekarang membangun bangunan diatas langit, bukan diatas pasir. Up to you ajalah Ben.!
Benny menikah dengan Dra.Sri Rejeki, orang Klaten yang dibuat menjadi boru Siregar, mereka dikaruniakan 3 orang anak, yaitu :
1. Ir.Petra Yuannendra Harahap, masih jomblo dan sekarang bekerja di pertambangan batubara di Kalimantan Selatan.
2. Dea Nastasya Harahap, ini boru alogo beneran,krn sifatnya yg suka angin2an
3. Karl Natanael Harahap masih duduk di STM,tapi berat badannya sdh 100 kg.
Mereka tinggal didaerah Perumnas Mojosongo Solo, kalau dulu mah gak terkenal, tapi sejak Noordin M Top ditembak dan mati didaerah sono, yah gitu deh.., mungkin sekarang, Obama aja juga udah tau.
Pelayanan kristiani Benny sejak awal di Gereja Kristen Indonesia di Solo, dia juga seorang guru agama di sekolah Kristen, penulis buku dan secara rutin mengisi acara mimbar Kristen di radio Immanuel.
Ciri khas Benny dalam setiap khotbahnya di radio, selalu dimulai dengan lagu, dan dari lagu2 tsb itulah dia mengambil thema khotbahnya, gak peduli lagu tsb siapa yang membawakan, sepanjang bisa nyambung dan kata2nya kena di hati, yah., sikat aja, gue aja paling suka dengan khotbahnya Benny dengan judul IMAGINE nya Jonh Lennon. Oh iya Benny juga punya buku kumpulan khotbah dengan judul We are the Champion, yang diterjemahkan dengan KITA UMAT PEMENANG, nah.,itulah selintas Benny yang dpt julukkan Pendeta rock & roll, belum lagi julukkan yang lain sebagai Pendeta spesialis retreat anak muda.
Pdt.Drs Benny Suhud Harahap meninggal pd tgl 15 Mei 2000 dan dimakamkan di Solo Jawa Tengah.
Selamat jalan ya., Ben, nanti kalau elo ketemu ama gue di surga jangan kaget ya..?

TUHAN ALLAH BESERTA ENGKAU
Tuhan Allah beserta engkau, sampai bertemu kembali
Kasih Kristus mengawali, Tuhan Allah beserta engkau
Sampai bertemu, bertemu, sampai lagi kita bertemu
Sampai bertemu, bertemu. Tuhan Allah beserta engkau.

Rangking ke 6 dikeluarga namanya Bonny Harahap , lahir di Jakarta pada tgl 15 September 1960, menikah dengan Wenda doang ( bapaknya padang, mamanya menado ), tampangnya kaya peranakkan arab krukut, kulitnye hitam, hidung rada maju dan rambutnya keriting, gaya dan pembawaannya sedikit preman , yang mempunyai prinsip hidup , kalau gampang cari duit, ngapain sih harus di susah susahin, mereka dikaruniakan 2 putri, yaitu :
1. Nova Harahap, katanya udah menikah dengan orang Madura dan mempunyai anak 1.
2. Novi Harahap, katanya belum menikah, dan memang belum, wong masih kecil koq..,
Bonny meninggal pada saat melaksanakan tugas kantor, dia mengalami kecelakaan mobil bersama Sarpinus Gultom di Banyulincir ( perbatasan antara Jambi dengan Palembang ), kata dokter ada tulang rusuknya yang patah terkena stir mobil dan ini menusuk jantungnya, kalau Sarpin hanya luka ringan aja ( tulang ekornya rada mencong sedikit ), yang berat untuk Sarpin ialah, saat saat terakhir Bonny menghembuskan napas, dia hanya dapat memeluk dan berharap ada pertolongan, dan ditengah keputus asaannya Bonny meminta didoakan, pada saat Sarpin ucapkan AMIN..! berangkatlah Bonny ke padang rumput yang hijau, dan ke air yang tenang dan jernih,
Kejadian ini terjadi pada bulan Agustus 1998 dan Bonny dimakamkan di TPU Kalimulya Depok.
Wenda pun menyusul Bonny pada tahun 2003 dan dimakamkan 1 makam dengan Bonny, inilah yang dinamakan cinta sehidup semati dan semakam.
Berangkatlah dengan tenang ke padang rumput yang hijau ya..,Bon, jangan lupa., nanti kalau ketemu dengan gue disurga, jangan sungkan negor gue ya..? ( yang ke GR an gue x ya.,).

“ Yang kuhendaki., ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya,
Supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati “
( Filipi 2 : 10 – 11 )

Last but not least, wah., ini malah yang paling penting, si jomblo anak terakhir yang anak kaget kata mami, karena beda 8 tahun dengan Bonny. Namanya Julius Ananda Harahap, lahir di Jakarta tgl 12 Juli 1968, panggilan akrabnya Ade, tapi waktu kecil dipanggilnya Hey Jude, karena masa kecilnya bersamaan dengan ngetop2nya lagu Hey Jude nya The Beatles. Kita kita abang dan kakaknya sudah melanglang buana kemana mana, eh., dia masih aja betah tinggal di muwardi grogol, dia kost di muwardi V ( gayamu dek, kaya masih mahasiswa aja.,), dia pernah kuliah di Perbanas. Pernah juga di Akademi Asuransi Trisakti, lama jadi guru di SMP,SMA di sekolah Berkat Jakarta, sekarang ikut kerja dengan temannya Caca ( anak muwardi juga dan teman sejak kecil ) dan bantu2 pelayanan di GKMI Jemaat El-Shaddai di Jelambar Jakarta Barat.
Waktu dia naik kelas 2 SMA, gurunya, papi dan ‘bang Pollie nyuruh dia untuk ke IPA, tapi dia bilang ke gue gak nyanggup, jadi deh gue disuruh menghadap kepala sekolahnya ( Pdt,Bonaris Pasaribu ), yang gue inget tanpa sepengetahuan papi dan ‘bang Pollie, gue urus sendiri dan akhirnya adek naik kelas 2 IPS. Yang gue tau adek itu lebih cenderung kemata pelajaran yang bersifat sosial ( Fak.Hukum, FISIP atau Hubungan Internasional ), berhubung dia selalu dianggap anak kecil yang tidak boleh mengeluarkan pendapat dan harus masuk Perbanas maupun asuransi, yah., diikutin ajalah maunya kita kita ini, padahal adek mempunyai prinsip sendiri yang kira kira begini, Semua pendapat,saran maupun usul dari orangtua, kakak maupun abang harus didengar, tapi masalah diikuti atau tidaknya itu lain perkara .( he..he..he.. iya gak dek.? ).
By the way., kapan mix doublenya dek., masa single melulu sih.!

Bogor, 02 Oktober 2009

historical of domu harahap

Who am I….???


Gue.., Domu Harahap lahir thn 1955 di Jakarta,tepatnya di gang nangka no.23 kwitang. Katanya thn 1957 kami pindah ke Jln.Muwardi II/22 Grogol Jakarta Barat. Disinilah masa kecil gue sampai besar, dan menikmati bangku sekolahan,mulai dari TK & SD di Sumbangsih Grogol,SMP Neg.39 dan SMA Neg.25 di Petojo Selatan sampai dapat gelar B.Ac ( Batak Asli cing..! ) dari Universitas Jayabaya, walaupun dengan ngos ngosan < tamat thn 1981>.
Mengenai pekerjaan, wah.. gue pindah-pindah mulai dari jadi smokel di Tanjung Priok thn 1978 s/d thn 1981, Auditor di kantor Akuntan Publik S Parman & Co thn 1981 s/d 1982, dah gitu pindah lagi kekantor Akuntan Publik DL Pamintori S ( Coopers & Lybrand ) th 1982 s/d 1986 di Jakarta.
Pernah juga jadi Kepala Kantor PTP XVII di Lamongan&Gresik Jawa Timur dari thn 1986 s/d thn 1991, berhubung kena PHK ( tapi gak sendirian lho..kita kenanya rame rame,karena PTP nya bankrut ) pindah lagi deh kerjanya, tapi gak jauh jauh juga scope pekerjaan dan daerahnya, tetap aja jadi tukang pegang duit di Project Ammonia & Urea PT Petrokimia Gresik (IKPT) dari thn 1991 s/d thn 1993. Disinilah gue terakhir jadi pegawai beneran, yang lainnya dari thn 1993 s/d 1999..? itu mah pegawai bo’ong2an aja. Gak perlu jadi catatan dan gak perlu juga untuk di ingat.
Boss PTP pernah bilang “ dalam hubungan dengan pekerjaan, jika bell bunyi jam 07,kita masuk dan bunyi lagi jam 16 kita pulang,maka kita adalah SAPI “ ( he..he..he.. bilang aja gak ada perusahaan yg mau terima elo lagi dom,pake alasan takut dibilang SAPI ).

Oh iya.. sejak mey 1993 gue ama keluarga boyong dgn dapur dapurnya dari Gresik ke Perumahan Mertua Indah di Cilandak Jakarta, dan November 1993 pindah lagi ke Bogor s/d sekarang dan lagi lagi boyongannya bersama dengan mertua dan di Perumahan Mertua Indah juga, ( he..he..he..yang hebat gue apa mertua ya..? padahal adam dan hawa,walau gak punya baju, tapi tetap merasa disurga, karena mereka sama sama gak punya mertua )

Sejak bulan Mei tahun 1999, gue memproklamirkan diri putus hubungan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan SAPI dan derivatifnya,(kecuali dengan buntut,kaki dan iganya yg enak di sop). Dengan belajar,dengan ketekunan dan sedikit berjudi dengan waktu dan duit karena gak sesuai dengan disiplin ilmu yang gue punya ,gue mulai belajar mengenai kimia yang berhubungan dengan produk pestisida,macem macem buku gue beli, secara rutin gue nongkrong di perpustakaan Fakultas hama penyakit tanaman IPB, bolak balik beli bahan bahan kimia untuk uji coba produk dan bolak balik juga gagal terus. Gue masih yakin dengan ungkapan bahwa, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda ( gaya euy…), belajar jalan terus,uji coba jalan terus dan doa jalan terus. Nah.. benerkan apa kata gue.., Tuhan tidak akan mencobai umatNya,lebih dari kekuatannya. Di titik titik kritis saat jenuh gagal terus dan duit semakin seret, Mujizat Tuhan turun di bulan Agustus yang indah dan penuh pesona,(he..he..he..!) formula dasar pestisida jadi,malah hasilnya diluar perkiraan gue. Tuhan bener bener hebat lho.., gue minta 1 malah dikasihnya 3, elo semua mau tau gak..? Pestisida gue itu dikasih Tuhan fungsinya ada 3 dalam 1 kemasan ( bekennya three in one gt loh..) yang ke 1 sebagai pembasmi hama tanaman ,yang ke 2 sebagai penyubur tanaman dan yang ke 3 sebagai pelekat (maaf ada pesan sponsor yang mau lewat..).
Mulai Agustus 1999 jadilah gue boss untuk diri gue sendiri ( kalau istri gue mah tetap bigboss ). dan produk pestisidanya gue kasih merk “ KILIAN “, ada apa dibalik nama tsb..? kapan kapan gue ceritanya ya.
Dari awal produksi sampai sekarang September 2009, produk Kilian gue masih digunakan di daerah kecamatan Laren, kurang lebih 1,5 jam dari kota Lamongan, desanya disepanjang alur sungai bengawan solo, setiap tahun masuk Koran nasional karena kebanjiran, sama tenggulun desanya amrozy..? yah.. dempet dempetan.
Gue pengen banget cerita tentang orang orang yang pengen gue ucapin thank you, mereka yang mendukung gue,yang mendoakan gue,yang banyak menolong gue saat gue jatuh bangun dalam merintis usaha, tapi ntaran ntaran aja ya..?

Gue menikah tgl 15 Desember 1986 di Jakarta, saat ini gue dikaruniakan dengan 1 istri dan dengan 2 anak, yang istri namanya Duma Rosanna Siregar lahir pada tgl 19 September 1965, dia lahir di Jakarta juga, tepatnya di jln.Gunawarman kebayoran, tapi lama juga tinggal didaerah bogor, makanya paten banget bahasa sundanya, setau gue SD dan SMA nya di Jakarta, sedangkan SMP nya di Bogor, pernah kuliah di Fak.Hukum Universitas Pancasila dan Fak.Paedagogik UKI, berhubung cintanya yang udah mentok banget ama gue dan dasarnya memang dah kebelet married, jadi deh dia bercita cita menjadi ibu rumah tangga dalam waktu sesingkat singkatnya ( very sorry ya ‘ma, sebenernya yang kebelet kawin papa koq..)

Anak gue dua duanya jagoan, yang pertama namanya Andre David Kilian Harahap, dia numpang lahir aja di Lumajang ( jawa timur ) pada thn 1987, saat umur 4 bulan gue ajak pindahan ke Lamongan dan umur 3 thn pindahan rumah lagi ke Gresik sampai umur 6 thn, ini cerita menarik untuk Andre di tahun 1993. Awal thn 1993 dia masih sekolah di TK Petrokimia Gresik, April 1993 pindah ke TK BI di Cilandak Jakarta, Juni 1993 naik kekelas 1 bersekolah di SD.PSKD Blok M dan November 1993 pindah lagi ke SD Regina Pacis Bogor. (kebayang gak sih.. dalam 1 tahun bisa 4 x pindah sekolah ), nah..., di Regina Pacis inilah Andre bersemayam bertahun tahun sampai tamat SMA pada thn 2005. Tamat SMA dia ngikutin umptn dan diterima di Fak.Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Brawijaya Malang. Sangking happynya bapaknya si Andre, diundanglah saudara saudaranya untuk bareng bareng ngucapin terima kasih dan syukur kepada Tuhan, rupanya Tuhan itu seneng juga kalau kita mau mengucap syukur dan berterima kasih padaNya, bayangin aja deh.., Andre udeh ngikutin plonco dan kuliah 1 minggu disana, eh.., turun bonus dari Tuhan pada Tgl 25 Agustus 2005, kalau Andre diterima juga di STAN jurusan Adm.Perpajakkan, wow.. buru buru deh kita benah benah dan cabut malam itu juga ke Surabaya, oh iya mumpung masih keingat nih., selama +/_ 10 hari di Malang, kita kita nginepnya di berbagai hotel dan berbagai yang berbintang, thanks banget untuk saudara gue Natal Siahaan dan sohib gue Kustoro, Wiwied dan Suryadi yang telah banyak membantu selama kami disana. Andre tamat dan di wisuda pada tgl 14 Oktober 2008, dan sejak 1 Desember 2008 bekerja dan ditempatkan di Peradilan Pajak Departemen Keuangan di Jakarta.

Anak gue yang ke 2 namanya Ardith Johanes Pardamean Harahap lahir di Bogor thn 1995, yang kasih nama Ardit itu abangnya si Andre, malah Andre bilang namanya Ardith Hartanto, jelas aja gue kagak mau, memangnya Ardith anak jawa apa, Sampai sekarangpun Andre gak pernah bilang kenapa dia ingin adiknya harus nama itu. Ardith sekolah TK s/d SD di Tunas Harapan Bogor dan sekarang kelas 9 di SMP Mardi Waluya nih anak yang buat rumah selalu rame, dia anak manja ,anak gaul dan anak slenge’an, bayangan aja udah kelas 9, tapi masih hobbi baku peluk dan tidur ama bapaknya, maklum ajalah dia anak paling kecil dirumah jadi kerjaannya ngelesin dan morotin siapa aja yang ada dirumah.
Anak anak gue ini hobbinya selain PS dan computer adalah baca komik made in Japan, kalau gue bilang koleksinya ratusan, yah..kuranglah, tapi kalau gue bilang ribuan koq kayanya sombong banget ya., yang jelas Ardith kalau mau tidur harus baca buku dulu, kalau mereka ngajak ke mall, paling paling yang dicari gramed doang, kalau Andre untuk mendapatkan buku kesukaannya cukup kreatif juga, didepan sekolahnya ada tukang buku, nah., dia beli dengan kredit yang dibayar tiap hari sekolah dari uang jajannya. Makanya dia dari SD sampai SMA kurus banget, kalau sekarang wow..!

Sebenernya anak gue itu ada 3, Andre itu ada kembarannya namanya Andrea Debora Alexeyeva Harahap, ( panggilan sayangnya Rere ) siapa yang kakak an.? Nah.. karena Andre seorang gentlemen, maka ladies first dululah. Tapi beginilah nasib rakyat kecil ini, maunya kita, belum tentu maunya Tuhan kan.? Boru panggoaranku telah menghadap Sank Khalik pada tgl 12 Februari 1991 di Jakarta dan dimakamkan di TPU Kalimulya Depok. Kalau mau membayangkan face dari boruku ini, kulitnya putih bersih, tinggi, hidungnya mancung, matanya memukau, pokoknya cantik bangetlah, pada umumnya, orang bilang mirip banget ama gue ( asinin aja terus tuh.. laut dom )

“ Aku akan pergi dan akan pergi
Kesebuah rumah diatas langit
Dimana hamparan rumput begitu luas dan hijau
Dan., matahari tidakpernah mati “

Selamat jalan kekasihku, selamat jalan sayangku, selamat jalan boru hasianku.!
To the one that I love kata Stevie Wonder, gue juga bilang gitu koq.,
Believe me boruku,
Kami semua mengasihi dan selalu mengenangmu, dan berpengharapan ada waktu yang indah yang Tuhan telah siapkan untuk nanti kita bersama kembali. Amin..!


Bogor, G 30 September

Domu dan Natorasna

Domu dan Natorasna

Nama papi Loedin Pardamean Harahap, lahir tgl 12 Juni 1926 di Jakarta, tepatnya di gang Nangka no.23 Kwitang , samakan alamatnya dengan tempat kelahiran gue.? jadilah kami ini masuk kelompok BABE ( Batak Betawi )
Papi bekerja sebagai amtenaar di Dept Pekerjaan Umum sejak Tahun 1952 sampai dengan pensiun pada thn 1982, denger cerita, sebelumnya papi juga pernah bekerja sebagai karyawan di bioskop Permai di Tanjung Priok.
Bidang pekerjaan yang lama ditekuni oleh papi adalah inspektur Keuangan PU wilayah Sumatra; munkin juga karena papi itu dikenal sebagai anak mami, dan maminya asli bungabondar juga, ditambah pula istrinya pun darisana jadilah sipapi hobbinya keluyuran didaerah sana, setiap selesai dinas selalu diusahakan mampir ke Bungabondar.
Yang gue tau, jabatan bergengsi yang pernah papi pegang adalah Penasehat menteri Pekerjaan Umum dan Kepala Peralatan & Perbekalan DitJen Bina Marga di Jakarta. Tapi yang gue tau juga., pada saat papi pensiun, harta yang papi timbun selama jadi amtenaar 30 thn adalah, 1 rumah di grogol yang merupakan jatah pegawai negeri, 1 mobil Toyota canvas tnh 1965 yang diangsur pembayarannya dari uang pensiun, 1 istri yang cantik yang diimport langsung dari hitaan dan 7 anak yang semuanya menikmati bangku kuliah.
Terima kasih papiku yang baik, yang bersih dan yang jujur selama mengabdi kepada pekerjaannya, kami bangga menjadi anak2mu dan selalu bersukacita melihat papi yang tenang dalam menikmat masa pensiunnya serta selalu dapat mengangkat kepala pada saat menghadiri hari Kebangkitan PU setiap tgl 3 Dsember.

Nama mami Nellyonar Siregar, lahir pada tgl 24 April 1932 di Bungabondar. Cerita tentang mami begini ;
Lahir dan sampai bujing2 tinggal di Bungabondar, mami anak ke 4 dari 10 bersaudara pasangan Opung Nahason Siregar dengan Tiurma Br Lubis, anak pertamanya adalah Tulang Marsan Siregar, katanya sih., Tulang adalah jenderal pertama jebolan dari Sipirok ( bener gak ya..? ).
Mami bersama Tulang Harlan Siregar ( pomparannya tinggal di Serbelawan ) tinggal bersama opungnya Br.Pulungan dari Silaia ( pojokkan Bungabondar ), kalau ayah dan omaknya sejak thn 1940 an pindah dan merantau ke Kerasaan ( Pem. Siantar ) dan menjadi guru disana. Makanya waktu kita kecil2 kalau kita mudik enggak ke Bungabondar, tapi mudiknya ke Kerasaan, tapi jangan salah kira lho.., peninggalan rumah, sawah dan ladang havea milik dari Opung ni Marsan di Bungabondar tetap kami rawat dan pelihara sampai sekarang, dan kita jadikan harta parsadaan Opung ni Marsan. Dari cerita diatas ada kata KITA, koq., se olah2 gue ikut memiliki ya.? Next time ada extended version from me.
Kembali ke laptop..! eh.. ke mami,
Boru Enggan ini, menurut kabar burung yang dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan kebenarannya, adalah bunganya bungabondar yang diimport langsung sama papi darisana, menginjak Jakatapun pada saat akan manjagit pasu pasu parbagasan di Jakarta pada tgl 22 April 1950.
Pasangan yang sakinah,mawwadah dan warohmah ini dikaruniakan Tuhan 7 anak ( 5 wong lanang dan 2 dadaboru ) yang cakep2,yang cantik2 dan sangat bermutu banget ahklak dan tabiatnya, pokoknya al kharomahlah ( wow..gak salah tuh dom..? ).

Mami passed away tgl 13 Mei 1987 di RS Cikini Jakarta dan dimakamkan di TPU Kalimulya Depok,
Sedangkan papi tgl 12 Januari 1999 juga di RS Cikini Jakarta, dimakamkannya,
ya., sama juga di TPU Kalimulya Depok.( masa beda2 sih..,)

IN LOVING MEMORY

Molo masihol ho muse di au
Ingot ma, na disurgoi do au
Dapothon au tu surgoi
Ai ho pe sonang do disi
Lao ma au,lao ma au tu na disurgoi 2x
Dapothon au tu surgoi, ai ho pe sonang do disi.

Jumat, 16 Oktober 2009

BUNGABONDAR, I’m in Love



BUNGABONDAR, I’m in Love.

Waktu itu matahari belum nongol pada tgl 11 September 1988, gue beserta rombongan nyampe di Bungabondar, Sipirok dan Inilah pertama kali gue menginjak kaki didaratan Bungabondar, trenyuhnya, gue datang pertama kali, dgn membawa jasad Tulang ( Amang Simatua ) St.Martuani Siregar, yang meninggal pada tgl 9 September 1988 di Jakarta,
Gue jadi repot juga nih, mau cerita apa dulu ya tentang Bungabondar., tentang gue dulu dengan Bungabondar atau cerita tentang gue dengan Tulang.?
Please I’m sorry ya ‘ma, gapapakan cerita kita dengan Tulang di episode yang lain.?
Mungkin saja waktu gue masih kecil, karena memang gue gak tau kapan persisnya, mami sering bercerita tetang masa kecil dan masa bujing2nya di Bungabondar, kayanya kampung halaman mami itu sudah menyatu dalam diri gue, ada 2 hal yang gue inget banget dan menjadi catatan. Yaitu :
1. Waktu baru2nya berdiri HKBP.A dan kebaktiannya masih di gedung KONI Jakarta, saat kebaktian ada lagu yang namanya Muda Humolos Rohaki, gak tau persisnya gimana, gue bisa nyanyikan lagu tsb dengan nada yang pas, sampai2 uda gue Christian Harahap ( adiknya papi ) nanya, “ koq elo tau lagu ini dom.? Iya juga ya., koq gue tau lagu ini, padahal gue dari sekolah minggu sampai marguru malua di HKBP Petojo Grogol, dan gak pernah tau lagu ini ada dibuku ende HKBP. Pulang gereja gue nanya sama mami, dan baru deh gue tau kalau waktu kecil gue udah sering diajarkan lagu ini, yah.., pantas ajalah kalau gitu .
2. Saat gue masih SMP atau SMA, gue pernah bilang dan buat perjanjian dengan mami, kalau nanti pada saatnya domu sudah harus menikah, pasti dengan boru Regar dan jangan khawatir, pasti boru Regar Bungabondar juga, ( ada apa dibalik perjanjian itu dom.? )
Rupanya janji gue ini dicatat dan selalu dibawakan pada saat mami bertelut dalam doa doanya, beneran tuh .,akhirnya gue dapat juga boru Regar darisana, tentunya dengan ciri2 khas boru Enggan, bujing na jogi, bujing na jeges, yang denggan, pokoknya menawan hatilah ( eis dah keleh..! ), bedanya dengan mami hanya tipis tipis aja, kalau mami pendiam dan pinter masak sejak bujing2, sedangkan yang ini sedikit marturepet dan bisa masak ,sejak terpaksa harus masak sendiri (he..he..he., gak repet repet banget koq ‘ma ).

Kita kembali bercerita tentang Bungabondar ya..?
Pada saat kami masuk Bungabondar, bersamaan dengan Raja Inal Siregar ( mau bilang Tulang, koq., kayanya sok deket banget ya., ) ngeborong warga Bungabondar dari berbagai daerah untuk pesta ucapan syukur beliau jadi Gubernur Sumatra Utara, lumayan juga jadinya, karena kebetulan pada saat itu bujing gue ( Ny.Meynar Pasaribu/br Siregar ) ikut dalam rombongan dari Medan.
Malam hari pertama kedatangan di Bungabondar, gue nongkrong2 didepan rumah, sambil bengong bengong sendirian, yah., sedih, yah senang, yah., bingung juga, akhirnya gue nyampe juga di Bungabondar, tanah kelahiran mami tercinta. bingungnya gue gak ada yang kenal satupun disini, ada bujing itupun karena kebetulan aja. padahal kalau diurutin gue ini aslinya kebangetan banget turunan dari Bungabondar, dari Harahapnya papi, gue punya rumah,sawah ladang dan bale disini (katanya, waktu tingki ni pidari migrasi dari Panyanggar), dari opung kecil ( maminya papi ) juga boru Regar dari Bungabondar, beliau itu boru siampudan dari Baginda Habiaran. Kebayang gak sih., mulai dari Amangtobang ( opungnya papi ) sampai ke gue sudah 4 generasi yang ngedapetin boru Regar Bungabondar, jadi kalau belum seperti gue ini, jangan sekali kali bilang “ Bungabondar lonceng pe godang, roha pe ginjang “. ( He..he..he.. santabi di hamu raja ni mora nami ).
Sejak thn 1998 itulah, gue ama keluarga mulai sering datang ke Bungabondar, malah sejak tahun 2004 gue tiap tahun pasti kesana, terakhir liburan sekolah bulan Juli kemarin, gue overland ama keluarga, kalau sekarang, yah., jangan ditanyalah, udah banyak keluarga disana yang gue kenal, tiap pagipun nikmat banget kalau kita mau nongkrong2 sambil ngopi di simpang 4 Bungabondar.
Ini lagu tahun 1980 an, tapi rasanya masih up to date deh.,

MUDA KEHE DONGAN KE TU SIPIROKKAN
ULANG LUPA HO BAYA TU BUNGABONDAR I
HUTA NI SIREGAR, SIREGAR SALAK KI
SIHUTUR NA MATA.
BORU ENGGAN,BORU NA JOGI I
BORU ENGGAN, SI DENGGAN BASA MI
SI BORU ENGGAN, NA BEKBEK I