Domu dan Natorasna
Nama papi Loedin Pardamean Harahap, lahir tgl 12 Juni 1926 di Jakarta, tepatnya di gang Nangka no.23 Kwitang , samakan alamatnya dengan tempat kelahiran gue.? jadilah kami ini masuk kelompok BABE ( Batak Betawi )
Papi bekerja sebagai amtenaar di Dept Pekerjaan Umum sejak Tahun 1952 sampai dengan pensiun pada thn 1982, denger cerita, sebelumnya papi juga pernah bekerja sebagai karyawan di bioskop Permai di Tanjung Priok.
Bidang pekerjaan yang lama ditekuni oleh papi adalah inspektur Keuangan PU wilayah Sumatra; munkin juga karena papi itu dikenal sebagai anak mami, dan maminya asli bungabondar juga, ditambah pula istrinya pun darisana jadilah sipapi hobbinya keluyuran didaerah sana, setiap selesai dinas selalu diusahakan mampir ke Bungabondar.
Yang gue tau, jabatan bergengsi yang pernah papi pegang adalah Penasehat menteri Pekerjaan Umum dan Kepala Peralatan & Perbekalan DitJen Bina Marga di Jakarta. Tapi yang gue tau juga., pada saat papi pensiun, harta yang papi timbun selama jadi amtenaar 30 thn adalah, 1 rumah di grogol yang merupakan jatah pegawai negeri, 1 mobil Toyota canvas tnh 1965 yang diangsur pembayarannya dari uang pensiun, 1 istri yang cantik yang diimport langsung dari hitaan dan 7 anak yang semuanya menikmati bangku kuliah.
Terima kasih papiku yang baik, yang bersih dan yang jujur selama mengabdi kepada pekerjaannya, kami bangga menjadi anak2mu dan selalu bersukacita melihat papi yang tenang dalam menikmat masa pensiunnya serta selalu dapat mengangkat kepala pada saat menghadiri hari Kebangkitan PU setiap tgl 3 Dsember.
Nama mami Nellyonar Siregar, lahir pada tgl 24 April 1932 di Bungabondar. Cerita tentang mami begini ;
Lahir dan sampai bujing2 tinggal di Bungabondar, mami anak ke 4 dari 10 bersaudara pasangan Opung Nahason Siregar dengan Tiurma Br Lubis, anak pertamanya adalah Tulang Marsan Siregar, katanya sih., Tulang adalah jenderal pertama jebolan dari Sipirok ( bener gak ya..? ).
Mami bersama Tulang Harlan Siregar ( pomparannya tinggal di Serbelawan ) tinggal bersama opungnya Br.Pulungan dari Silaia ( pojokkan Bungabondar ), kalau ayah dan omaknya sejak thn 1940 an pindah dan merantau ke Kerasaan ( Pem. Siantar ) dan menjadi guru disana. Makanya waktu kita kecil2 kalau kita mudik enggak ke Bungabondar, tapi mudiknya ke Kerasaan, tapi jangan salah kira lho.., peninggalan rumah, sawah dan ladang havea milik dari Opung ni Marsan di Bungabondar tetap kami rawat dan pelihara sampai sekarang, dan kita jadikan harta parsadaan Opung ni Marsan. Dari cerita diatas ada kata KITA, koq., se olah2 gue ikut memiliki ya.? Next time ada extended version from me.
Kembali ke laptop..! eh.. ke mami,
Boru Enggan ini, menurut kabar burung yang dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan kebenarannya, adalah bunganya bungabondar yang diimport langsung sama papi darisana, menginjak Jakatapun pada saat akan manjagit pasu pasu parbagasan di Jakarta pada tgl 22 April 1950.
Pasangan yang sakinah,mawwadah dan warohmah ini dikaruniakan Tuhan 7 anak ( 5 wong lanang dan 2 dadaboru ) yang cakep2,yang cantik2 dan sangat bermutu banget ahklak dan tabiatnya, pokoknya al kharomahlah ( wow..gak salah tuh dom..? ).
Mami passed away tgl 13 Mei 1987 di RS Cikini Jakarta dan dimakamkan di TPU Kalimulya Depok,
Sedangkan papi tgl 12 Januari 1999 juga di RS Cikini Jakarta, dimakamkannya,
ya., sama juga di TPU Kalimulya Depok.( masa beda2 sih..,)
IN LOVING MEMORY
Molo masihol ho muse di au
Ingot ma, na disurgoi do au
Dapothon au tu surgoi
Ai ho pe sonang do disi
Lao ma au,lao ma au tu na disurgoi 2x
Dapothon au tu surgoi, ai ho pe sonang do disi.
Rabu, 28 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar