Minggu, 04 Desember 2016
Yosua 24 : 15c
"Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan".
Inilah ayat alkitab yang tertulis pada papan salib dari abang kami Drs. Pollie Harahap M.Th yg telah kembali kepangkuan Bapa di surga, pada tanggal 17 November 2016 jam 17.45 di RS Omni Serpong dan dimakamkan di Tanah Kusir. Benar, memang abang konsekuen dalam menjalani dan menghayati ayat alkitab tersebut, sejak tahun 1998-an abang terus mengajak kami keluarga untuk terus mengadakan kebaktian keluarga dirumahnya dan sudah 2 kali kami diajaknya retreat ke Maribaya dan Tawangmangu. Itulah abang yang terus berusaha mengajak kami untuk selalu dekat dengan Tuhan. Kebaktian keluarga yang puluhan tahun diadakan mulai dari melibatkan keluarga besar sampai hanya keluarga harahap, mulai dari kursi tidak cukup sampai kursi berlebih karena mulai jarang yang datang dan akhirnya tutup karena tidak ada yg datang, tetapi abang tetap konsekuen dengan prinsipnya. Beberapa tahun terakhir abang mulai melayani keluar dari lingkup keluarga, dengan aktif di pelayanan sebagai tim doa dari GBI serpong dan sebagai chaplan di RS. Indonesia Sehat.
Tapi kami keluarga tetap tidak ditinggalkannya, Firman Tuhan dan doa-doanya untuk kami terus hadir di grup WA keluarga.
Kesadaran memang sering sekali datangnya terlambat, keteguhan iman abang dengan selalu mengandalkan Tuhan kadang membuat kami tidak mengerti, dalam pasang surut kehidupannya abang tetap teguh dalam melayani Tuhan, sakit penyakit yang membuatnya cuci darah seminggu 2 kali karena gagal ginjal itupun tidak mengurangi pelayanannya kepada Tuhan dan sesama. Keteguhannya dalam pendekatan diri kepada Tuhan, ditunjukkan juga dengan memperdalam pengetahuannya dengan mengambil gelar Master Theologi di STT GBI Petamburan, yang telah diselesaikan dan diwisuda pada bulan Oktober 2016.
Selamat jalan abangku, kami yakin dan percaya dengan keimanan abang yang teguh dan tidak tergoyahkan oleh dunia. Saat ini abang telah bersama Tuhan Yesus di surga. Amin
Bogor, 20 nov'16
Dmh
Minggu, 06 November 2016
KENTUT bahasa halusnya nya buang angin
Dia bisa membawa sukacita dan bisa juga bawa malapetaka.
Kalau kita didalam kendaraan dan diluar hujan keras, tiba tiba ada yang kentut, itu namanya malapetaka, mau buka kaca basah kuyup, mau gak dibuka mabuk kepalang, tapi kalau habis dioperasi dan zuster bertanya. "Sudah kentut belum.? " itu namanya sukacita.
Ini cerita diruang rumah sakit di jepang, seorang pasien kentut yang menyebabkan kebakaran diruang operasi, rupanya kalau kita kentut akan mengeluarkan gas yg mengandung methana , nah., gas methana ini rupanya akan menciptakan api pada saat bersentuhan dgn radiasi laser, akibat dari pasien tsb kentut sembarangan didekat laser, maka ruang operasi tsb terbakar yg menyebabkan pasien tsb terluka pinggang dan kakinya.
Itu salah 1 cerita menarik tentang kentut atau buang angin, kalau anda tidak suka boleh pulangin.
PHOBIA
Ketakutan adalah teman manusia yang paling lama, sekaligus yang paling akrab, kata takut pertama kali digunakan ketika adam dan hawa terjatuh dalam dosa "........Engkau ada didalam taman ini, aku menjadi TAKUT, karena aku telanjang ....."(Kej. 3:10).
Inilah cikal bakal dari ketakutan, dosa menimbulkan ketakutan, ketakutan ini terus berlanjut menghinggapi anak cucu mereka.
Dalam perkembangan selanjutnya, ketakutan yg berlebihan dan tidak rasional dikenal dengan sebutan "PHOBIA" jenis ketakutan seperti ini memang sdh tidak rasional lagi dan sudah keterlaluan, seperti takut akan ruang tertutup, takut akan gelap, takut akan sesuatu yg baru dan takut akan ketinggian, yg merupakan ketakutan atau tidak nyaman berada digedung tinggi atau diatas jurang yg curam, biasanya pengidap akan berkeringat dingin dan akan gemetaran, bahkan bila mencapai puncaknya mereka akan pingsan. Obat untuk penyakit seperti ini tidak akan kita temukan di apotik maupun toko obat manapun, terapi psikologis pun belum tentu menjamin kesembuhan total, lebih tepatnya kalau terapi ini hanyalah mengurangi rasa takut saja . Petrus ketika sedang berjalan diatas air dan saat ia mulai bimbang merasakan adanya tiupan angin dan mulai sedikit dikit dirinya tenggelam, saat seperti ini Petrus tidak memerlukan nasehat dan terapi, tapi ia perlu pertolongan uluran tangan dan keyakinan, bahwa kuasa Allah akan menyelamatkannya.
Ketakutan. Kecemasan dan Kekuatiran adalah tiga sekawan, ditambah dengan kita menjadi empat sekawan. Amin.
Bogor, okt'16
Dmh
"For you to remember"
Saat mau berangkat ke luar kota kami isi pulsa E Money Rp.350.000,- dengan perkiraan utk pembayaran dan agar tidak mengalami antrian panjang di pintu tol, anehnya setiap pembayaran yg cukup besar, E Money tsb tidak bisa digunakan, alasan petugas tol yg biayanya besar2 sama, bahwa mesin tdk bisa me respon, jadilah kami harus membayar tunai utk biaya2 tol yg 109.500 dan 55.000, lucunya utk biaya tol yg recehan seperti yg 2500, 5500, 9500 dan 7000 E.Money nya bisa digunakan. jadilah timbul pertanyaan macam2, tapi intinya barangkali, utk pengguna jalan tol jgn terlalu mengandalkan E Money utk pembayaran tol, tetap siapkan dana tunai , ini pengalaman pahit kami yg merasa dibodohi.
bogor, okt'16
Dmh
PRAY FOR ALL
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan dan tidak ada lembu sapi dikandang, namun aku akan bersorak sorak didalam Tuhan, beria ria didalam Allah yg menyelamatkan aku.
( Habakuk 3:17-18 ).
Pray for all, tetap berdoa dalam segala hal, dalam segala masalah maupun dalam keterpurukkan dalam hidup, kita terus memuji dan memuliakan Tuhan walau didalam lembah kekelaman, alkitab menyatakan, mengucap syukurlah dalam segala hal, baik yang suka maupun yang duka.
Karena ;
"Saudara saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh kedalam berbagai cobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan sesuatu apapun". (1 Yakobus 2 - 4).
Sangat sulit memang dapat mengucap syukur pada saat kita terpuruk dan terbenam dalam masalah, akan tetapi jadikanlah keterpurukkan itu menjadi kita semakin dekat dengan Tuhan, jangan tinggalkan Tuhan, raihlah tanganNya dan katakan ;"Tuhan , ampunilah aku dan selamatkanlah aku ". Amin
Bogor,. Nov'16
Dmh
NEHEMIA 9 : 11
Mujizat terbelahnya laut merupakan suatu hal yang sangat luar biasa, meskipun banyak yg skeptis atas cerita tsb dan banyak yg meragukan akan kebenarannya, tapi cerita tsb terus berlangsung sampai saat ini.
Suatu kali seorang mahasiswa bertanya kepada temannya yang kuliah di fak theologi " bagaimana kamu dapat mempercayai kisah terbelahnya laut ? Tidakkah kamu akan kesulitan memahaminya?". "Ya aku memang mengalami kesulitan." Jawab mahasiswa theologi tsb, "tetapi kesulitanku bukan masalah terbelahnya laut itu, tetapi aku berfikir bagaimana cara membuat laut tsb, sebab yang membuatnya pastilah sangat mudah untuk membelahnya." Dengan gusar temannya pun menjawab," oh, kamu belum tau ya, kalau laut itu saat dilewati orang Israel hanya selutut dalamnya". "Wah, kalau demikian mujizat itu sungguh sangat luar biasa sekali, bayangkan dengan air hanya selutut, Tuhan mampu menenggelamkan firaun dan bala tentaranya".
Bagi orang percaya, kuasa Allah mampu melakukan segala perkara diluar nalar manusia, karena pekerjaan Tuhan tidak bisa di analisa dengan berbagai teori apapun, betapa naifnya manusia yang mencoba mengembangkan berbagai rumus, yang sebenarnya cukup dengan rumus IMAN semua itu dapat dimengerti.
"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap HATIMU, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri" (Amsal 3:5). inilah rumus IMAN untuk mengerti Allah dan pekerjaan-Nya, karena mujizat tidak dapat ditangkap dengan akal sehat dan jangan diperdebatkan, tetapi untuk di IMAN i dan di AMIN kan.
Bogor,. okt'16
Dmh
= Bersukacitalah senantiasa didalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan . BERSUKACITALAH =
SUKACITA, ini bukanlah hanya suatu perasaan hangat dan bahagia saja yg kita rasakan sewaktu waktu, tetapi lebih dari itu SUKACITA adalah salah satu kekuatan dan senjata kita dalam menjaga keimanan, kalau kita lihat di kitab Nehemia 8:11(..........., Janganlah kamu bersusah hati sebab Tuhan itu perlindunganmu), jelas dikatakan bahwa SUKACITA adalah KEKUATAN. Itulah yg membuat sukacita begitu penting, karena kita tidak dapat menghayati kehidupan iman tanpa menjadi kuat dalam Tuhan.
Sukacita bukanlah hanya keadaan pikiran, itu bukanlah perasaan yang berlalu dgn cepat. Sukacita adalah kekuatan yg sangat nyata , dan karena itu kuasa kuasa gelap tidak mempunyai kekuatan apapun untuk melawannya. Seperti takut harus menyerah kepada Iman, ke putusasaan harus menyerah pada sukacita.
Karena sukacita adalah salah satu buah dari roh kudus, kita telah memilikinya dan tinggal dalam diri kita, tetapi kita harus mengembangkannya, menghayatinya dan mengakuinya agar kita bisa menikmati kuasa tsb.
Mari kita sadari, bahwa sukacita adalah bagian penting dari kehidupan yang berkemenangan. Tanpa sukacita, mungkin kita hanya mempunyai kemenangan yang sementara, tetapi kita tidak sanggup untuk terus menopangnya, akhirnya kemenangan itu akan lenyap.
Ketahuilah, bahwa sukacita itu membentuk suatu kekuatan agar kita menang menghadapi kesulitan, karena sukacita itu membentuk kita kuat dan menang menghadapi kuasa kuasa gelap yang ingin menjatuhkan kita dari iman dan sukacita itu menjadikan kita sebagai umat pemenang ( we are the champion ).
Jadi, mari kita adakan perjanjian dgn Tuhan, bahwa kita bukan hanya berjalan dalam IMAN dan KASIH melainkan juga dengan SUKACITA. Amin !
Untuk kak Esther kami mengucapkan selamat ulang tahun ke 65 pada 1 Oktober'16, dan untuk Linda selamat ulang tahun ke 60 pd tgl14 Oktober'16, kiranya sukacita kita hari ini membawa kekuatan dan kemenangan dalam hidup dan kehidupan Kakak dan Linda dihari hari kedepan.
Untuk Anggi selamat atas kululusannya sebagai Sarjana llmu Komunikasi (S.IK) dari UPH, percayalah, kebanggaan bagi orangtua jika melihat anak anaknya penuh dengan sukacita dan takut akan Tuhan. Kasih dan berkat Tuhan Yesus kiranya menyertai kita semua.
bogor, 15 Oktober 2016
Dmh
Langganan:
Postingan (Atom)
