Sabtu, 28 November 2009

SINAR KASIH TUHAN

SINAR KASIH TUHAN

Renungan ini dibuka dengan satu ungkapan “ Allah berbicara melalui firmanNya, kepada setiap orang yang mendengar dengan hatinya “

Firman Tuhan yg diambil utk renungan ini dari Roma 12 : 1, yaitu ;
“Karena itu saudara2ku,demi kemurahan Allah,aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, yang berkenan kepada Allah, itu adalah persembahanmu yang sejati “.
Inti dari firman tsb diatas adalah, persembahan yang hidup sangat berkenan dihati Tuhan, karena Tuhan minta agar kita serahkan seluruh hati,jiwa,pikiran dan tubuh kita untuk memuliakan Tuhan, hal ini dapat berarti bahwa, Tuhan ingin kita bekerja diladang Tuhan dan dapat pula berarti, Tuhan ingin seluruh tubuh dan hidup kita menyinarkan kasih Tuhan, seperti diungkapkan oleh Yesus, agar kita dapat menjadi garam dan terang dunia.

Roma 6 : 13 : Kita serahkan seluruh tubuh kita kepada Allah untuk menjadi senjata senjata kebenaran.
Senjata senjata tsb adalah :

Telinga kita adalah telinga Tuhan.
Telinga yang peka untuk selalu mendengar suara Tuhan, karena dari pendengaran itulah akan muncul iman. “ jadi, Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Tuhan “ ( Roma 10:17 )

Mata kita adalah mata Tuhan,
Mata yang selalu menyinarkan kasih, karena matamu adalah pelita tubuhmu. “Jika matamu baik,maka teranglah seluruh hidupmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah hidupmu.( Amsal 4:23)
Hati kita adalah hati Tuhan.
Hati yang penuh dengan cintakasih dan ketulusan, hati yang mempunyai rasa peduli kepada sesama, dan “ Jagalah hatimu dengan sekuat tenagamu, karena segala perkara dalam kehidupan keluar dari situ “ ( Amsal 4:23 ).

Ketiga senjata itu adalah telinga, mata dan hati, yang terangkum dalam firman Tuhan, “ Hai anakKu, perhatikanlah perkataanKu, arahkanlah telingamu kepada ucapanKu, janganlah semua itu jauh dari matamu, simpanlah dilubuk hatimu “ ( Amsal 4:20-21 ).

Karena itu, konsep persembahan yang hidup janganlah diartikan sempit, bahwa kita hidup hanya utk memuliakan dan memuji Tuhan dengan tatacara ibadah saja, tanpa sedikitpun peduli dan menyentuh rasa kasih kepada sesama manusia, kalau demikian halnya apa bedanya kita dengan orang2 farisi, yang dalam kehidupan sehari hari hanya berada di bait Allah dan berdoa.
Bisa saja sifat sifat orang farisi saat ini adalah, orang orang yang rajin pergi ke bukit doa, pergi napak tilas ke via dolorosa, yang selalu sibuk dengan kebaktian kebaktian wilayah atau dapat juga pergi retreat ketempat wisata, tapi lupa bahwa, sebagai orang Kristen kita harus memancarkan SINAR KASIH TUHAN dalam segala perbuatan, karena KASIH akan mewujudkan dirinya melalui perbuatan perbuatan.
Kebenaran tentang KASIH ada pada firman Tuhan :

“ Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu : Iman, Pengharapan dan KASIH, dan yang terutama adalah KASIH “ ( 1 Kor.13:13 ).
“ Tetapi yang terutama adalah kasihilah sungguh sunguh seorang akan yang lain, sebab KASIH banyak sekali menutupi dosa “ ( 1 Petr.4 :8 ).
“ Diatas semua itu kenakanlah KASIH, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan “ ( Kol.3:14 ).
Untuk itu, saudara saudara yang kekasih, marilah kita kita Saling mengasihi, sebab KASIH itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah serta mengenal Allah, Barangsiapa yang tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah KASIH. ( 1 Yoh 4:7-8 ) Amin..!


Domuharahap

Senin, 23 November 2009

LOVING MEMORY TULANG VILDAG

IN LOVING MEMORY TULANG VILDAG

Sobar Pardamean Nasution St ( Sintua )
Lahir di Padangmatinggi Sipirok Tapanuli Selatan Tgl 20 Oktober 1932,
Game over di Jakarta pada tgl 20 November 2009.
Dimakamkan di TPU Artana Raga Pamulang II pada tgl 22 November 2009.

Banyak yang bilang, bahwa Nasution berasal dari kata na sakti on, yang artinya orang yang sakti, bisa jadi sakti beneran atau bisa juga sakti mandraguna (maksudnya sakti seperti mandra, gitu lho.?).
Kalau kita2 orang awam mengatakan ada sesuatu hal yang aneh, bisa saja itu adalah pekerjaan dari yang orang sakti2 , atau juga auranya sedang bekerja, atau katanya yang lebih parah lagi, alam turut mendukung semua kegiatannya.
Anda boleh percaya dan boleh juga tidak , Tapi mari kita lihat cerita ini :
Tulang yang Nasution ini meninggal jam 9 pagi di RS. Harapan Kita, dan dibawa pulang kerumahnya di Perumahan Villa Dago Pamulang, dirumahnya yang biasanya udaranya panas, mendadak sejuk, waktu malampun walau sdh gelap dan mendung, tak sesetespun air yang turun dan itu terus terjadi sampai saat pemakaman hari minggu jam 4 sore, nah., sesudah kita2 pulang dari pemakaman, baru deh turun hujan, gak kebayanglah, kalau hujan turun saat manusia2 yang bejibun itu pada datang, karena sesudahnya yang gue liat, tenda yang ada khusus di design untuk nahan matahari, bukan utk nahan hujan.
Itu baru kejadian yang pertama, yang ke 2, tanggal meninggalnya Tulang yg Nasution ini persis sama dengan tgl meninggalnya Nantulang ( istrinya ) yang meninggal pd tgl 20 November 2008, hebat ya bisa sama gitu, padahalkan tanggal yang sama itu ada 365 kemunkinan. itu baru 2 kejadian yang gue cerita’in, masih ada yg ke 3, ke 4, pokoknye banyak banget deh., yang bisa jadi bahan renungan kita. antara lain : Tulang dan Nantulang itu sama sama punya anak yg namanya Eddy, Ita, Yos dan toto, malah waktu pindah dari Karet ke Villa Dago tol pun, mereka berangkat bersama. Hebaatkan..? hebatlah ya.., namanya juga Nasution, malah ada yg bilang kalau Nasution masih ada hubungan saudara dengan Napoleon, karena sama sama punya nama dengan awalan Na dan akhiran On.
Makanya pada saat pemakampun, penuh ragam dan variasi manusia, yang hadir dari berbagai daerah dan pelosok bumi ini, ada yang dari Medan, ada yang dari Lampung, dari Jogja, dari bogor, malah yang dari bekasipun turut hadir.

Masih teringat saat2 indah, jika tahun baruan ketempat Tulang, kita makan siang bersama dan semua cucu2 dapat angpou, masih teringat saat2 indah, saat Tulang hadir diulang tahun Itonya yg ke 85, saat bersendang gurau bersama dgn semua saudara2 kandungnya, dan kongkow dgn kita2 dirumah Bogor, saat2 indah, saat Tulang bersama saudara2nya jalan2 ke Taman Safari dan makan siang di Rindu Alam Puncak, itu saat yang indah Tulang., dan itu belum lama, baru 2 minggu yang lalu.

Di surgo hasonangan I, di surgo do ingananki
Tu surgo do mardalan au, anso rap dohot Jesus au

Tutu bahat dope dison, manggokkon au ditano on
Tongtong didongkon rohangkon, di surgo I ma sonang ho
BEAM 331.
Selamat jalan Tulang..!
Selamat berjalan jalan di padang rumput yang hijau,
dan di air yang jernih,
karena disana telah terhidang makanan,
dan piala yang penuh melimpah dgn anggur ,
Kebajikkan dan kemurahan akan selalu mengikuti Tulang,
dan Tulang akan diam dirumah Tuhan.

Bogor,23 November 2009

SEBAB DARI BUAHNYALAH POHON ITU DIKENAL

“ ………….., SEBAB DARI BUAHNYALAH POHON ITU DIKENAL “
( Matius 12 : 33 )

Kalau iblis mencoba manusia adalah hal yang biasa, tetapi jika iblis mencobai Yesus, ini baru hal yang sangat luar biasa, tetapi hal ini benar benar terjadi, karena Alkitabpun menulisnya, itulah iblis, ia ingin menghancurkan segala sesuatu yang baik dan benar, dengan kata lain ia ingin mengalahkan segala sesuatu yang dari Allah dan untuk Allah.
Matius 4 : 3-9, mencatat bahwa iblis mencobai Yesus 3 kali dengan cara :
- Jika engkau anak Allah, perintahkanlah supaya batu2 itu menjadi roti…,
- Jika engkau anak Allah, jatuhkanlah dirimu kebawah….,
- Semua itu akan kuberikan kepadamu, jika engkau sujud kepadaku…

Dari contoh pencobaan terhadap Yesus tsb, mengajarkan pada kita 2 hal yaitu :
1.Iblis tidak takut kepada Yesus, apalagi kepada kita manusia, jadi janganlahkita berbesar hati apalagi berbesar kepala, bahwa kalau kita benar, maka iblis tidak berani mencobai kita, justru semakin benar kehidupan manusia dihadapan Tuhan, semakin besar pula cobaan iblis yang akan dihadapinya.
2. Lukas 4:13 mencatat, “ sesudah iblis mengakhiri semua percobaan itu, ia mundur daripadaNya dan menunggu waktu yang lebih baik “
Dari ayat tsb diatas jelaslah, bahwa iblis tidak akan pernah berhenti mencobai manusia yang percaya dan benar dihadapan Tuhan, barangkali pula iblislah satu satunya mahluk yang tidak pernah berputus asa sebelum maksud jahatnya tercapai, dan selalu berusaha dengan segala cara, “ hal itu tidah usah mengherankan, sbb iblispun menyamar sebagai malaika terang ” (II Kor.11:14).

Jadi bukanlah sesuatu yang ganjil bila pelayan pelayannya (iblis) menyamar sebagai pelayan pelayan kebenaran, saat inipun masih banyak kemungkinan berkeliarannya pelayan pelayan sidang palsu dan pekerja pekerja Tuhan yang melakukan kecurangan, mereka menyamar sebagai gembala gembala sidang, sebagai pendeta maupun pekerja pekerja Tuhan, padahal sebenarnya mereka adalah hamba hamba iblis, yang oleh Paulus dikatakan “ menyamar sebagai malaikat terang “.
Hal yang menarik adalah, bahwa salah satu kerja iblis yg banyak dilakukan saat ini, telah diprediksi dari awal oleh Yesus, seperti yang diungkapkan dalam “perumpamaan lalang diantara gandum” ( Matius 13: 24-30 ). Dalam perumpamaan itu, jelas jelas iblis meniru cara kerja Allah, hanya Allah menabur benih yang baik, sedangkan iblis menabur benih yg tidak baik
Dalam contoh yang lebih jelas “ Sebab mesias mesias palsu dan nabi nabi palsu akan muncul,dan mereka akan mengadakan tanda tanda yg dasyat dan mukjizat mukjizat, sehingga kiranya mungkin mereka menyesatkan orang orang pilihan juga “ ( Matius 24:24 )
Dikehidupan saat ini, iblis dapat saja memperdayai kita dengan aksinya yg sangat rohani, bisa saja ia berupa seorang pelayan Tuhan, yg mulutnya penuh dengan segala sesuatu yang memuji dan memuliakan nama Tuhan, tetapi hatinya sebenarnya jauh dari Tuhan, ( Yesaya 29:13)
Pelayan pelayan Tuhan seperti inilah yang sebenarnya telah dikuasai oleh iblis atau memang iblis yang telah menyamar sebagai pelayan Tuhan, sehingga pelayanannya hanya berisi nafsu serakah,iri,dengki dan nafsu kedagingan saja. Pelayanannya hanya untuk publisitas dirinya sendiri dan penuh dengan kemunafikkan, tanpa peduli dengan dusta dan kebohongan dihadapan jemaat yang dilayaninya.Ia bergelimang dengan dosa, namun tanpa begitu rohani dengan bibir yang penuh senyum dan tutur kata yang manis dihadapan jemaat.
Pelayan pelayan Tuhan seperti inilah yang sungguh sungguh berbahaya, karena sangat sukar untuk dideteksi oleh jemaat jemaat yang tidak peka, sebab hal sangat mudah untuk menolak para pengajar pengajar yang jelas jelas sesat, daripada yang kelihatannya benar, padahal sesat.
Jadi bagaimana cara menilai mana para pelayan pelayan Tuhan yang benar dan mana yang palsu.?

Alkitab menulis “ ……………, SEBAB DARI BUAHNYALAH POHON ITU DIKENAL “

Artinya, kita dapat menilai seseorang pelayan Tuhan, pekerja pekerja Tuhan dari kehidupannya sehari hari dan dari buah buah pertobatannya,.
Jika saat ini, kita merasa dan menemukan bahwa diri kita sedang tersesat dan disesatkan oleh seorang yang nampaknya begitu rohani, ada baiknya EFFESUS.6: 10-13 jadikanlah sebagai pedoman. Amin..!


Lamongan, 05 Februari 2001

Domu harahap

Senin, 09 November 2009

NATORAS IN LAW

NATORAS IN LAW

7 November 1924, inilah tgl kelahiran dari mama,nantulang, namboru dan opung kami, beliau lahir di Padang matinggi sipirok Tapanuli Selatan.
Jadilah hari sabtu kemarin tgl 7 nov 2009 kami bersuka cita merayakan ultahnya yang ke 85 thn,
Mertua gue ini masih cantik,menarik dan menawan hati. Masih sehat,bugar dan masih penuh dgn fitalitas, tiap pagi masih berkebun, merawat tanaman2nya, kadang masih nyangkul. Tapi hobby utamanya bakar2 sampah, gue aja sampai bingung, yang dibakar segunung, nanti hasilnya Cuma jadi abu seguci, gimana caranya tuh nantulang..?
Acara kemarin kita membuat ibadah ucapan syukur kpd Tuhan, yang dipimpin oleh Pdt.Thomas Arianto dari GKI Bogor, koq dia., kenapa bukan dari gereja GKPA ya.? Simple aja sih alasannya, Pak Thomas sdh lama melayani keluarga kami hampir 30 thn, jadi dia tahu persis kelakuan,tingkah laku dan perjalanan hidup dari kami masing2, kalau denger khotbahnya, wah.., pedes2 cabe rawit, kalau kita2 ada rasa sedikit sensitive aja, pasti taulah dan mau intropeksi diri, bahwa apa yang telah diperbuat oleh orangtua kita ini, tidak sebanding dgn apa yang telah kita perbuat utk orangtua kita. Tepatlah ungkapan yang mengatakan, bahwa kasih orangtua sepanjang kenangan, sedangkan kasih anak sepanjang tangan, malah terkadang se tangan panjang ( he..he..he..).
Lepas kebaktian ucapan syukur, dilanjutkan dgn pemberian indahan horas2 dari moranya Nasution, pake kepala kambing yg dililit ususnya, gak ketinggalan acara khas batak yaitu mandok hata, kenapa gue bilang khas., katanya sih orang batak dlm setiap acara, lebih baik gak dapet makan, daripada gak dapet bicara, malah ‘Bang Pollie lebih pedes lagi bilangnya, orang batak susah utk berdoa,tapi gampang ukt mandok hata, jangan gitulah ‘Bang.? Didalam ungkapan2 mandok hata itukan ada doa2 & pengharapan2 yang disampaikan.
Berhubung acara mandok hata terlalu serius dan diselingi dgn air mata, maka yang terakhir utk memecahkan suasana menjadi lbh santai, maka tampillah biduan terkenal dari Jogja Bpk Mangapul Nasution dgn lagu improvisasinya yang menggelitik selera. ( dah kaya Timlo deh ‘Bang )
Selesai sudah acara yang formil, mari kita makan bersama dengan iringan nada & lagu dari Paul Yosopandoyo, Sudung Nasution,Ny.Simatupang/br.Pakpahan dan rombongan koor GKPA PSKD dgn iringan organ dari Karpov Marpaung.
‘ Jikalau Allah ada, didalamku, ku kan menari, seperti Daud menari ‘
Alkitab menulis, kalau kita penuh dgn sukacita, mari kita menari seperti Daud menari. Maka menarilah kita bersama sama, tentunya tdk seperti Daud menari. Kalau Daud menari pake kecapi dan rebana, kita pake organ, kalau Daud menyanyi lagu pujian2 kpd Tuhan, kita nyanyinya campur sari, ada cotton fieldnya CCR, ada Delilah nya Tom Jones, ada I saw her standing there nya Beatles, ada terajana,malah lagu Anak Medanpun juga ada. Kebayangkan menarinya kaya apa .? ada chacha,ada twist,ada dansa sampai dangdutpun ikut hadir. Dah pada lupa deh dengan yang maropung, mar amangboru dan yang mar nantulang, urusan dengan burket, urusan nantilah, yang penting joget dululah.
Hari ini, memang hari yang penuh dgn sukacita, hari yang penuh dengan ucapan terima kasih, kita bersyukur karena orangtua yang kita kasihi genap berusia 85 thn. Kita bersyukur karena masih ada orangtua yang selalu mendoakan kita , mengingatkan , membimbing kita dan masih bersama kita dalam keadaan sehat rohani dan sehat jasmani.
Terima kasih Tuhan..!
Kupuji dan kusembah Engkau Tuhan, karena Engkau begitu baik
Kupuji dan kusembah Engkau Tuhan, karena kasih dan penyertaanMu
Kupuji dan kusembah Engkau Tuhan, karena berkatMu melimpah kpd kami.
Amin..!


Bogor, 08 November 2009

Selasa, 03 November 2009

KRISTEN BATAK

KRISTEN BATAK

Hari Selasa tgl 27 Oktober 2009.
Nantulang ama ipar gue kerumah, mereka ngundang dan sekalian ngasih tau, kalau anaknya Mika Siregar akan melaksanakan peneguhan dan resepsi pernikahannya pada hari Jum’at tgl 30 Oktober 2009.
Rencana awalnya acara pernikahan tsb cukup dengan pemberkatan dari gereja dan kumpul2 untuk makan malam bersama. Dasar gue orang batak betawi kali ya., langsung aja ngejeplak “ Siregar buat acara apa tidak nantulang.? Eh.., bukannnya ngejawab, malah dia nangis sesunggukkan.
Intinya kira kira begini, nantulang sangat berharap dlm acara pernikahan tsb, Siregar mau memberikan indahan horas2 dan mangulosi kedua penganten. He..he..he.,rupanya asal jeplak itu kadang ada bagusnya juga ya.,
Masalahnya begini lho., nantulang gue ini termasuk Kristen garis keras, yang selama ini gue tau, sangat pantang dengan adat istiadat dan tradisi batak, tapi masih mentolerir budaya lempar bunga dan potong kue taart saat pesta pernikahan.
Nantulang juga cerita,kalau nanti di acara tsb, keluarga besarnya akan hadir dan mereka adalah Islam batak ( oh iya.., nantulang adalah boru dari Mr.Amir Syarifoedin Harahap )
Oh..gitu toh nantulang., inda jeges diligi halak ya., atau masih ada kerinduan nantulang dengan budaya batak kita ini..?
Cepet2 deh gue telpon Tulang Rempoa ( Tulang gue yg paling kecil ) lapor n ngasih tau, bahwa telah terjadi REVOLUSI,
Jadilah tgl 30 Oktober ini, kita2 akan pesta parbagason tunggane nami di Restoran Cazasuki. Jln.Kebon Sirih Jakarta Pusat, dengan membawa kepala kambing yang dililit lilit usus, lengkap dgn ulos angkola.
Tapi jangan lupa lho., semua itu harus beralaskan dalam nama Tuhan Jesus Kristus, karena yang kita bawa hanya sebagai sImbol KASIH dan kita turut merasakan SUKACITA dengan pernikahan ini.
Kiranya Tuhan memberkat Mika dan Debbyi.


Bogor, 29 Oktober ‘09