NATORAS IN LAW
7 November 1924, inilah tgl kelahiran dari mama,nantulang, namboru dan opung kami, beliau lahir di Padang matinggi sipirok Tapanuli Selatan.
Jadilah hari sabtu kemarin tgl 7 nov 2009 kami bersuka cita merayakan ultahnya yang ke 85 thn,
Mertua gue ini masih cantik,menarik dan menawan hati. Masih sehat,bugar dan masih penuh dgn fitalitas, tiap pagi masih berkebun, merawat tanaman2nya, kadang masih nyangkul. Tapi hobby utamanya bakar2 sampah, gue aja sampai bingung, yang dibakar segunung, nanti hasilnya Cuma jadi abu seguci, gimana caranya tuh nantulang..?
Acara kemarin kita membuat ibadah ucapan syukur kpd Tuhan, yang dipimpin oleh Pdt.Thomas Arianto dari GKI Bogor, koq dia., kenapa bukan dari gereja GKPA ya.? Simple aja sih alasannya, Pak Thomas sdh lama melayani keluarga kami hampir 30 thn, jadi dia tahu persis kelakuan,tingkah laku dan perjalanan hidup dari kami masing2, kalau denger khotbahnya, wah.., pedes2 cabe rawit, kalau kita2 ada rasa sedikit sensitive aja, pasti taulah dan mau intropeksi diri, bahwa apa yang telah diperbuat oleh orangtua kita ini, tidak sebanding dgn apa yang telah kita perbuat utk orangtua kita. Tepatlah ungkapan yang mengatakan, bahwa kasih orangtua sepanjang kenangan, sedangkan kasih anak sepanjang tangan, malah terkadang se tangan panjang ( he..he..he..).
Lepas kebaktian ucapan syukur, dilanjutkan dgn pemberian indahan horas2 dari moranya Nasution, pake kepala kambing yg dililit ususnya, gak ketinggalan acara khas batak yaitu mandok hata, kenapa gue bilang khas., katanya sih orang batak dlm setiap acara, lebih baik gak dapet makan, daripada gak dapet bicara, malah ‘Bang Pollie lebih pedes lagi bilangnya, orang batak susah utk berdoa,tapi gampang ukt mandok hata, jangan gitulah ‘Bang.? Didalam ungkapan2 mandok hata itukan ada doa2 & pengharapan2 yang disampaikan.
Berhubung acara mandok hata terlalu serius dan diselingi dgn air mata, maka yang terakhir utk memecahkan suasana menjadi lbh santai, maka tampillah biduan terkenal dari Jogja Bpk Mangapul Nasution dgn lagu improvisasinya yang menggelitik selera. ( dah kaya Timlo deh ‘Bang )
Selesai sudah acara yang formil, mari kita makan bersama dengan iringan nada & lagu dari Paul Yosopandoyo, Sudung Nasution,Ny.Simatupang/br.Pakpahan dan rombongan koor GKPA PSKD dgn iringan organ dari Karpov Marpaung.
‘ Jikalau Allah ada, didalamku, ku kan menari, seperti Daud menari ‘
Alkitab menulis, kalau kita penuh dgn sukacita, mari kita menari seperti Daud menari. Maka menarilah kita bersama sama, tentunya tdk seperti Daud menari. Kalau Daud menari pake kecapi dan rebana, kita pake organ, kalau Daud menyanyi lagu pujian2 kpd Tuhan, kita nyanyinya campur sari, ada cotton fieldnya CCR, ada Delilah nya Tom Jones, ada I saw her standing there nya Beatles, ada terajana,malah lagu Anak Medanpun juga ada. Kebayangkan menarinya kaya apa .? ada chacha,ada twist,ada dansa sampai dangdutpun ikut hadir. Dah pada lupa deh dengan yang maropung, mar amangboru dan yang mar nantulang, urusan dengan burket, urusan nantilah, yang penting joget dululah.
Hari ini, memang hari yang penuh dgn sukacita, hari yang penuh dengan ucapan terima kasih, kita bersyukur karena orangtua yang kita kasihi genap berusia 85 thn. Kita bersyukur karena masih ada orangtua yang selalu mendoakan kita , mengingatkan , membimbing kita dan masih bersama kita dalam keadaan sehat rohani dan sehat jasmani.
Terima kasih Tuhan..!
Kupuji dan kusembah Engkau Tuhan, karena Engkau begitu baik
Kupuji dan kusembah Engkau Tuhan, karena kasih dan penyertaanMu
Kupuji dan kusembah Engkau Tuhan, karena berkatMu melimpah kpd kami.
Amin..!
Bogor, 08 November 2009
Senin, 09 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Alo ambor...
BalasHapusori neh.. ak numpang lewat ye ^-^
keep it going ambor..
bahas topik apa aj deh yg menarik, ntar eke pantau da dibookmark neh
horas !!