KRISTEN BATAK
Hari Selasa tgl 27 Oktober 2009.
Nantulang ama ipar gue kerumah, mereka ngundang dan sekalian ngasih tau, kalau anaknya Mika Siregar akan melaksanakan peneguhan dan resepsi pernikahannya pada hari Jum’at tgl 30 Oktober 2009.
Rencana awalnya acara pernikahan tsb cukup dengan pemberkatan dari gereja dan kumpul2 untuk makan malam bersama. Dasar gue orang batak betawi kali ya., langsung aja ngejeplak “ Siregar buat acara apa tidak nantulang.? Eh.., bukannnya ngejawab, malah dia nangis sesunggukkan.
Intinya kira kira begini, nantulang sangat berharap dlm acara pernikahan tsb, Siregar mau memberikan indahan horas2 dan mangulosi kedua penganten. He..he..he.,rupanya asal jeplak itu kadang ada bagusnya juga ya.,
Masalahnya begini lho., nantulang gue ini termasuk Kristen garis keras, yang selama ini gue tau, sangat pantang dengan adat istiadat dan tradisi batak, tapi masih mentolerir budaya lempar bunga dan potong kue taart saat pesta pernikahan.
Nantulang juga cerita,kalau nanti di acara tsb, keluarga besarnya akan hadir dan mereka adalah Islam batak ( oh iya.., nantulang adalah boru dari Mr.Amir Syarifoedin Harahap )
Oh..gitu toh nantulang., inda jeges diligi halak ya., atau masih ada kerinduan nantulang dengan budaya batak kita ini..?
Cepet2 deh gue telpon Tulang Rempoa ( Tulang gue yg paling kecil ) lapor n ngasih tau, bahwa telah terjadi REVOLUSI,
Jadilah tgl 30 Oktober ini, kita2 akan pesta parbagason tunggane nami di Restoran Cazasuki. Jln.Kebon Sirih Jakarta Pusat, dengan membawa kepala kambing yang dililit lilit usus, lengkap dgn ulos angkola.
Tapi jangan lupa lho., semua itu harus beralaskan dalam nama Tuhan Jesus Kristus, karena yang kita bawa hanya sebagai sImbol KASIH dan kita turut merasakan SUKACITA dengan pernikahan ini.
Kiranya Tuhan memberkat Mika dan Debbyi.
Bogor, 29 Oktober ‘09
Selasa, 03 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar