“ ………….., SEBAB DARI BUAHNYALAH POHON ITU DIKENAL “
( Matius 12 : 33 )
Kalau iblis mencoba manusia adalah hal yang biasa, tetapi jika iblis mencobai Yesus, ini baru hal yang sangat luar biasa, tetapi hal ini benar benar terjadi, karena Alkitabpun menulisnya, itulah iblis, ia ingin menghancurkan segala sesuatu yang baik dan benar, dengan kata lain ia ingin mengalahkan segala sesuatu yang dari Allah dan untuk Allah.
Matius 4 : 3-9, mencatat bahwa iblis mencobai Yesus 3 kali dengan cara :
- Jika engkau anak Allah, perintahkanlah supaya batu2 itu menjadi roti…,
- Jika engkau anak Allah, jatuhkanlah dirimu kebawah….,
- Semua itu akan kuberikan kepadamu, jika engkau sujud kepadaku…
Dari contoh pencobaan terhadap Yesus tsb, mengajarkan pada kita 2 hal yaitu :
1.Iblis tidak takut kepada Yesus, apalagi kepada kita manusia, jadi janganlahkita berbesar hati apalagi berbesar kepala, bahwa kalau kita benar, maka iblis tidak berani mencobai kita, justru semakin benar kehidupan manusia dihadapan Tuhan, semakin besar pula cobaan iblis yang akan dihadapinya.
2. Lukas 4:13 mencatat, “ sesudah iblis mengakhiri semua percobaan itu, ia mundur daripadaNya dan menunggu waktu yang lebih baik “
Dari ayat tsb diatas jelaslah, bahwa iblis tidak akan pernah berhenti mencobai manusia yang percaya dan benar dihadapan Tuhan, barangkali pula iblislah satu satunya mahluk yang tidak pernah berputus asa sebelum maksud jahatnya tercapai, dan selalu berusaha dengan segala cara, “ hal itu tidah usah mengherankan, sbb iblispun menyamar sebagai malaika terang ” (II Kor.11:14).
Jadi bukanlah sesuatu yang ganjil bila pelayan pelayannya (iblis) menyamar sebagai pelayan pelayan kebenaran, saat inipun masih banyak kemungkinan berkeliarannya pelayan pelayan sidang palsu dan pekerja pekerja Tuhan yang melakukan kecurangan, mereka menyamar sebagai gembala gembala sidang, sebagai pendeta maupun pekerja pekerja Tuhan, padahal sebenarnya mereka adalah hamba hamba iblis, yang oleh Paulus dikatakan “ menyamar sebagai malaikat terang “.
Hal yang menarik adalah, bahwa salah satu kerja iblis yg banyak dilakukan saat ini, telah diprediksi dari awal oleh Yesus, seperti yang diungkapkan dalam “perumpamaan lalang diantara gandum” ( Matius 13: 24-30 ). Dalam perumpamaan itu, jelas jelas iblis meniru cara kerja Allah, hanya Allah menabur benih yang baik, sedangkan iblis menabur benih yg tidak baik
Dalam contoh yang lebih jelas “ Sebab mesias mesias palsu dan nabi nabi palsu akan muncul,dan mereka akan mengadakan tanda tanda yg dasyat dan mukjizat mukjizat, sehingga kiranya mungkin mereka menyesatkan orang orang pilihan juga “ ( Matius 24:24 )
Dikehidupan saat ini, iblis dapat saja memperdayai kita dengan aksinya yg sangat rohani, bisa saja ia berupa seorang pelayan Tuhan, yg mulutnya penuh dengan segala sesuatu yang memuji dan memuliakan nama Tuhan, tetapi hatinya sebenarnya jauh dari Tuhan, ( Yesaya 29:13)
Pelayan pelayan Tuhan seperti inilah yang sebenarnya telah dikuasai oleh iblis atau memang iblis yang telah menyamar sebagai pelayan Tuhan, sehingga pelayanannya hanya berisi nafsu serakah,iri,dengki dan nafsu kedagingan saja. Pelayanannya hanya untuk publisitas dirinya sendiri dan penuh dengan kemunafikkan, tanpa peduli dengan dusta dan kebohongan dihadapan jemaat yang dilayaninya.Ia bergelimang dengan dosa, namun tanpa begitu rohani dengan bibir yang penuh senyum dan tutur kata yang manis dihadapan jemaat.
Pelayan pelayan Tuhan seperti inilah yang sungguh sungguh berbahaya, karena sangat sukar untuk dideteksi oleh jemaat jemaat yang tidak peka, sebab hal sangat mudah untuk menolak para pengajar pengajar yang jelas jelas sesat, daripada yang kelihatannya benar, padahal sesat.
Jadi bagaimana cara menilai mana para pelayan pelayan Tuhan yang benar dan mana yang palsu.?
Alkitab menulis “ ……………, SEBAB DARI BUAHNYALAH POHON ITU DIKENAL “
Artinya, kita dapat menilai seseorang pelayan Tuhan, pekerja pekerja Tuhan dari kehidupannya sehari hari dan dari buah buah pertobatannya,.
Jika saat ini, kita merasa dan menemukan bahwa diri kita sedang tersesat dan disesatkan oleh seorang yang nampaknya begitu rohani, ada baiknya EFFESUS.6: 10-13 jadikanlah sebagai pedoman. Amin..!
Lamongan, 05 Februari 2001
Domu harahap
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar