Jumat, 16 Oktober 2009

BUNGABONDAR, I’m in Love



BUNGABONDAR, I’m in Love.

Waktu itu matahari belum nongol pada tgl 11 September 1988, gue beserta rombongan nyampe di Bungabondar, Sipirok dan Inilah pertama kali gue menginjak kaki didaratan Bungabondar, trenyuhnya, gue datang pertama kali, dgn membawa jasad Tulang ( Amang Simatua ) St.Martuani Siregar, yang meninggal pada tgl 9 September 1988 di Jakarta,
Gue jadi repot juga nih, mau cerita apa dulu ya tentang Bungabondar., tentang gue dulu dengan Bungabondar atau cerita tentang gue dengan Tulang.?
Please I’m sorry ya ‘ma, gapapakan cerita kita dengan Tulang di episode yang lain.?
Mungkin saja waktu gue masih kecil, karena memang gue gak tau kapan persisnya, mami sering bercerita tetang masa kecil dan masa bujing2nya di Bungabondar, kayanya kampung halaman mami itu sudah menyatu dalam diri gue, ada 2 hal yang gue inget banget dan menjadi catatan. Yaitu :
1. Waktu baru2nya berdiri HKBP.A dan kebaktiannya masih di gedung KONI Jakarta, saat kebaktian ada lagu yang namanya Muda Humolos Rohaki, gak tau persisnya gimana, gue bisa nyanyikan lagu tsb dengan nada yang pas, sampai2 uda gue Christian Harahap ( adiknya papi ) nanya, “ koq elo tau lagu ini dom.? Iya juga ya., koq gue tau lagu ini, padahal gue dari sekolah minggu sampai marguru malua di HKBP Petojo Grogol, dan gak pernah tau lagu ini ada dibuku ende HKBP. Pulang gereja gue nanya sama mami, dan baru deh gue tau kalau waktu kecil gue udah sering diajarkan lagu ini, yah.., pantas ajalah kalau gitu .
2. Saat gue masih SMP atau SMA, gue pernah bilang dan buat perjanjian dengan mami, kalau nanti pada saatnya domu sudah harus menikah, pasti dengan boru Regar dan jangan khawatir, pasti boru Regar Bungabondar juga, ( ada apa dibalik perjanjian itu dom.? )
Rupanya janji gue ini dicatat dan selalu dibawakan pada saat mami bertelut dalam doa doanya, beneran tuh .,akhirnya gue dapat juga boru Regar darisana, tentunya dengan ciri2 khas boru Enggan, bujing na jogi, bujing na jeges, yang denggan, pokoknya menawan hatilah ( eis dah keleh..! ), bedanya dengan mami hanya tipis tipis aja, kalau mami pendiam dan pinter masak sejak bujing2, sedangkan yang ini sedikit marturepet dan bisa masak ,sejak terpaksa harus masak sendiri (he..he..he., gak repet repet banget koq ‘ma ).

Kita kembali bercerita tentang Bungabondar ya..?
Pada saat kami masuk Bungabondar, bersamaan dengan Raja Inal Siregar ( mau bilang Tulang, koq., kayanya sok deket banget ya., ) ngeborong warga Bungabondar dari berbagai daerah untuk pesta ucapan syukur beliau jadi Gubernur Sumatra Utara, lumayan juga jadinya, karena kebetulan pada saat itu bujing gue ( Ny.Meynar Pasaribu/br Siregar ) ikut dalam rombongan dari Medan.
Malam hari pertama kedatangan di Bungabondar, gue nongkrong2 didepan rumah, sambil bengong bengong sendirian, yah., sedih, yah senang, yah., bingung juga, akhirnya gue nyampe juga di Bungabondar, tanah kelahiran mami tercinta. bingungnya gue gak ada yang kenal satupun disini, ada bujing itupun karena kebetulan aja. padahal kalau diurutin gue ini aslinya kebangetan banget turunan dari Bungabondar, dari Harahapnya papi, gue punya rumah,sawah ladang dan bale disini (katanya, waktu tingki ni pidari migrasi dari Panyanggar), dari opung kecil ( maminya papi ) juga boru Regar dari Bungabondar, beliau itu boru siampudan dari Baginda Habiaran. Kebayang gak sih., mulai dari Amangtobang ( opungnya papi ) sampai ke gue sudah 4 generasi yang ngedapetin boru Regar Bungabondar, jadi kalau belum seperti gue ini, jangan sekali kali bilang “ Bungabondar lonceng pe godang, roha pe ginjang “. ( He..he..he.. santabi di hamu raja ni mora nami ).
Sejak thn 1998 itulah, gue ama keluarga mulai sering datang ke Bungabondar, malah sejak tahun 2004 gue tiap tahun pasti kesana, terakhir liburan sekolah bulan Juli kemarin, gue overland ama keluarga, kalau sekarang, yah., jangan ditanyalah, udah banyak keluarga disana yang gue kenal, tiap pagipun nikmat banget kalau kita mau nongkrong2 sambil ngopi di simpang 4 Bungabondar.
Ini lagu tahun 1980 an, tapi rasanya masih up to date deh.,

MUDA KEHE DONGAN KE TU SIPIROKKAN
ULANG LUPA HO BAYA TU BUNGABONDAR I
HUTA NI SIREGAR, SIREGAR SALAK KI
SIHUTUR NA MATA.
BORU ENGGAN,BORU NA JOGI I
BORU ENGGAN, SI DENGGAN BASA MI
SI BORU ENGGAN, NA BEKBEK I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar