Kamis, 26 Agustus 2010

K D R T

K D R T


Singkatan ini lagi sering dibahas oleh media masa dan sering didukung oleh womens libs, arti singkatannya itu adalah “ Kekerasan Dalam Rumah Tangga “
Nah., kekerasan ini, harusnya dapat dibagi menjadi 2 : kekerasan fisik dan kekerasan non fisik.
Kekerasan fisik memang banyak dilakukan oleh kaum laki laki / suami, kekerasan fisik ini dapat dipidanakan,
Sedangkan kekerasan non fisik banyak dilakukan oleh kaum wanita / istri, kekerasan ini belum dapat dipidanakan.
Kalau kekerasan fisik , rasanya jelas jalurnya kemana, perbuatannya kemana dan hukumannya apa., tapi rasanya tidak adil kalau kita tidak membahas, tidak melihat kenyataan dan melihat arti sebenarnya dari kekerasan non fisik.
Kekerasan non fisik dalam hal ini, dapat diterjemahkan dengan 1 kata saja, yaitu TERTEKAN, ketertekanan yang terjadi pada laki laki / suami, karena adanya pemanfaatan dari sifat dasar laki laki/ suami yang banyak dimanfaatkan secara halus oleh kekuatan dasar dari wanita / istri.
Istilah DKI ( dibawah kekuasaan istri ) ini, rasanya lebih banyak gaungnya dibandingkan dengan KDRT, gaung KDRT hanya sekali sekali saya keluar dalam pembicaraan umum, tapi kalau kata DKI, rasanya sudah menjadi santapan sehari hari di masyarakat, ungkapan , tidak ada asap, jika tidak api, tentunya perlu dilihat kebenarannya dan perlu adanya bukti bukti sejarah yang ada.
Alkitab mencatat, adam sebagai manusia pertama, jatuh kedalam dosa, karena ulah dan bujukan manis dari hawa, inilah awal, dan takkan pernah berakhir,
Jendral besar dan Presiden terlama di Indonesia Suharto, banyak didengungkan sebagai bapaknya DKI di Indonesia, apapun keputusannya dan apapun pertimbangannya, harus mendapat restu dulu dari istrinya Ibu Tien Suharto, Katanya . yang sekarangpun sama saja.
Julius Caesar “ sang penakluk “ pun jatuh dari kekuasaannya, karena Cleopatra.
Sukarno “ sang proklamator “ yang dijuluki bapak bangsa Indonesia , walaupun terkenal sebagai seorang don juan, masih dapat jatuh juga hanya oleh seorang geisha yang bernama ratna sari dewi ( nama jepangnya lupa ).
Yang lebih besar diantara mereka ada, namanya Jesus Kristus, inipun tak berdaya menghadapi permintaan dari ibunya yang bernama Maria, jelas jelas Jesus mengatakan, “ belum saatnya “ tapi apa yang terjadi kemudian.? Untuk pertama kalinya Jesus membuat mujizat, yaitu air menjadi anggur, tentunya bukan hal yang ringan dan mudah melawan pertentangan batin didalam hatinya, walau sudah mengatakan “ belum saatnya “, tapi kenyataannya..?
Itu hanya contoh kecil dari orang besar, ribuan bisa juga jutaan laki laki / suami yang jatuh tak berdaya karena tertekan dalam tekanan dari wanita / istri, mereka tak berdaya melawan kelemahannya yang dimanfaatkan oleh wanita / istri, tapi umumnya yg hanya didengungkan hal hal yang positif saja, seperti ungkapan “ dibalik sukses seorang laki laki, pasti ada peran istri dibelakangnya “ kalau ungkapan itu dibalik dengan “ dibalik kejatuhan seorang laki laki, ada peran istri dibelakangnya “ kenapa tidak ada .? padahal kenyataannya, inilah yang paling dominan terjadi dalam kehidupan sehari hari.
Banyak laki laki / suami yang jatuh, karena hanya ingin memenuhi selera para wanita, yang pada dasarnya mempunyai sifat materialistis, konsumeristis, tebar pesona, yang tentunya perlu pembiayaan yang tinggi,
Laki laki..! kita hidup harus bekerja keras, harus berjuang keras, banting tulanglah, kalau bisa dengan yang halal, kalau enggak ,yang harampun gak masalah, yang penting jangan melanggar pakem dasarnya, yang mengatakan “ada uang abang disayang, gak ada uang abang melayang“.
REMEMBER…!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar