Kamis, 26 Agustus 2010

T U L A N G

T U L A N G .

Ciri khas orang Batak, selain suaranya keras, mukanya segi 4, pinter nyanyi, pinter main catur , pinter main gitar, pinter bersilat lidah, punya bahasa sendiri, punya tulisan sendiri, punya tanah sendiri, punya lagu kebangsaan sendiri dan punya juga tata cara memanggil dalam hubungan persaudaraan maupun dalam bermasyarakat.
Dari cara memanggil, kita langsung tau hubungan yang dipanggil tsb dari fihak Bapak / laki2 atau dari fihak ibu / perempuan.
Salah 1 nya yaitu ; Tulang, ini berarti saudara laki2 dari fihak ibu , bisa juga ini adalah mertua laki2 dari istri,
Kalau tulangnya banyak bukan berarti tulang belulang, tapi tulangnya ( saudara laki2 dari ibunya ) lebih dari 1, kalau ada seorang anak pada saat lahir, tidak ada tulangnya, bukan berarti anak tsb lahirnya tidak normal, tapi kemungkinan tulangnya sedang pulang ke Medan atau tidak bisa hadir saat kelahirannya, bisa juga karena ibunya tidak punya saudara laki laki.
Ada juga 1 ungkapan mengenai tulang, katanya kalau di Jakarta tulang dikejar kejar anjing, tapi kalau di Medan, malah tulang yang mengejar ngejar anjing, malah sekarangpun ada istilah bere makan tulang, ini karena maraknya makanan ayam presto, bebek presto dan bandeng presto, sampai tulangnya pun dapat dimakan. Hebat memang kata tulang ini.
Posisis tulang dalam kerabatan masyarakat batak sangat dihormati, dulu sebelum agama masuk di tanah batak, katanya tulang adalah sumber berkat dan layak untuk disembah dan dihormati, karena tulang adalah pembawa damai sejahtera, pembawa kebahagiaan dan pembawa kesukacitaan, awal agama masuk posisi tulang berubah sedikit, katanya tulang adalah wakil Tuhan didunia ini, melalui tulanglah, Tuhan menurunkan segala berkatnya, makanya setiap ada acara di masyarakat batak, harus tulang yang memimpin doa, harus tulang makan yang duluan dan harus tulang yang dapat kursi yang paling empuk dan paling depan,
Di masyarakat batak pada umumnya, posisi tulang sampai saat ini masih banyak yang belum berubah, khususnya pada saat acara adat, kalau ngirim undangan harus ada amplopnya, undangan gak boleh dikirim via pos, tapi harus diantar sendiri, dalam acara tulang harus diberi waktu untuk bicara, karena prinsip tulang, lebih baik tidak dikasih makan, daripada tidak diberi waktu untuk bicara, dalam pemberian daging, tulang harus yang paling enak, paling empuk dan yang paling menentukan.
Dampak posisi dan penghormatan kepada tulang yang seperti itu, pantaslah tulang dan orang batak ( semua orang batak pada saat tertentu pasti jadi tulang ) pada umumnya, mempunyai sifat minta dihormati, minta dihargai dan minta disanjung setinggi langit, dan merasa mempunyai hak veto dalam segala hal , kalau pendapatnya tidak diterima, marah, ngambek, kalau diminta secara halus gak dikasih, rampok, kalau gak puas dengan bunga uang yang kecil, bikin bank mandiri, inilah ciri khas orang batak, untuk mendapatkan sesuatu, apapun akan dilakukan, teguh , keras , tegas dan berprinsip, kalau Bung Karno pada tahun 60 an bersemboyan vivere very coloso, maka orang bataklah yang terus menggunakannya semboyan itu sampai sekarang , semua ini dilakukan oleh orang batak hanya untuk mengejar 3 H ( Hasangapon, Hamoraon, dan Hagabeon ),kalau inipun tidak terjangkau maka larilah mereka ke HOTEL ( Hosom, Teal, Elat dan Late ), enggak sampe gitu kali ya..?
Gue orang batak dan bangga menjadi orang batak, gue ngomong gini karena gue cinta dengan orang batak, gue ngomong gini juga, karena gue tau, ini sifat orang batak jaman dulu, kalau sekarang yang gue tau, sehari hari orang batak itu baik2, cakep2, tutur katanya lemah lembut dan pinter dalam segala hal, yang dulunya senang mengejar 3 H,sekarang cukup hanya 1 H ( HABISUKKON ).

Amin..!


Bogor, 28 Juli 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar