Jumat, 25 Januari 2013

25 tahun dalam kenangan

“ Apabila aku pergi, berikan apa yang kumiliki pada saudara saudaramu Kalau kau perlu menangis, menangislah untuk saudara saudaramu yang berjalan disampingmu Lingkarkan tanganmu pada setiap saudaramu, dan berikan mereka apa yang kau perlu berikan padaku Aku ingin meninggalkanmu dengan sesuatu, sesuatu yang lebih baik dibanding dengan kata kata Lihatlah diriku., dalam diri orang yang kukenal dan kucintai Dan., apabila kau tidak bisa hidup tanpa aku, maka biarkanlah aku hidup terus dalam matamu, dalam pikiranmu, dan dalam tindakkan tindakkan kebaikkanmu Kau bisa mencintaiku dengan membiarkan tangan tanganmu saling menyentuh untuk berdoa, dan memberikan pundakmu untuk menaruh kepala dari saudara saudaramu Karena cinta tidak akan pernah mati, tetapi manusia akan mati Jadi ., bila semua yang tersisa adalah C I N T A Relakanlah aku …! “. NELLYONARD HARAHAP / Br SIREGAR Lahir : Bungabondar, 24 April 1932 Meninggal : Jakarta, 13 Mei 1987 “ Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan “ ( Filipi 1 : 21 ). Banyak hal indah yang dapat dikenang bersama mami, Saat indah., saat malam menemani mami sibuk menjahit, saat dimana papi berangkat dinas keluar kota, saat dimana mami membunuh rasa sepi dengan mencari kesibukkan diwaktu malam, teringat saat mami mengajarkan lagu Angkola “ Muda humolos rohang ki ”, dan baru mengerti artinya sesudah besar dan lagu itulah yang sekarang menjadi lagu kebangsaan dirumah, pernah juga mami mengajarkan lagu Jepang “ Deta deta sukinga “ yang sampai sekarang tidak mengerti artinya, Saat indah., saat tidur dikursi disamping mami, karena tidak tahan dengan kantuk, Saat indah., saat setiap tanggal 5 Desember kita semua mendadak menjadi anak anak yang baik, anak anak yang rajin membantu orangtua, anak anak yang rajin berdoa dan anak anak yang takut akan Tuhan, karena mami bilang “ nanti malam sinterklaas dan swaterpiet akan datang kerumah membawa hadiah bagi anak anak yang baik dan membawa hukuman bagi anak anak yang nakal, untuk itu kalian semua harus menaruh rumput didalam sepatu dan taruh didepan rumah “, tidak perlu mami bilang 2 kali, kita semua langsung mencari rumput dan menjejalkannya kedalam sepatu, dengan doa dan pengharapan tentunya, mudah mudahan hadiah yang diharapkan didapat dari sinterklaas dan pukulan sapu lidi tidak didapat dari swaterpiet. Itulah saat indah ., saat kecil bersama mami. Ada satu saat ., saat mami dan papi pergi berdua meninggalkan rutinitasnya, mami meninggalkan rutinitas mengurus kita anak anaknya, sedangkan papi meninggalkan rutinitas dengan meninggalkan pekerjaannya. Ingat saat mami dan papi pulang bergandengan tangan dengan mesra sesudah menonton film “ Sun Flower “ di Blok M, yang masih teringat , saat itu artisnya Sophia Loren dan aktornya Marcello Mastroini. Ingat saat mami dan papi pergi dengan senyum dan pulang dengan penuh sukacita, saat mereka pergi bulan madu kedua ke Singapura. Ingat saat mami dan papi merayakan hari pernikahannya yang ke 25 tahun pada tanggal 22 April 1975 di Night club Furama. Itulah mami dan itulah juga papi, disaat selesai tugas mengurus anak, merawat anak , menjaga anak dan mencari uang untuk anak sudah selesai, saat itulah mereka menikmati hidup dan menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan. Saat ini ., mami dan papi sudah tidak ada, 2 saudara kitapun Benny dan Bonny sudah tidak ada, tapi keluarga besar kita terus berkembang dan berkembang, berkembang dalam jumlah, berkembang dalam kedewasaan dan berkembang dalam intelektual, tinggal masalahnya., bagaimana perkembangan ini tidak menjadi hambatan kita yang bersaudara menjadi semakin jauh, semakin rendah rasa peduli, semakin kurang dalam berkomunikasi dan semakin kurang dalam ikatan tali silahturahmi. Inilah tanggung jawab kita sebagai orangtua, untuk terus mengajar dan terus belajar bagaimana indahnya dan sukacitanya kalau hidup yang bersaudara dapat duduk bersama. Mari., kita jadikan proses mengajar dan belajar ini menjadi mimpi kita bersama, dan mari kita yakini., bahwa segala sesuatu dimulai dari mimpi, mimpi yang kita artikan sebagai impian dan sasaran yang akan kita capai, impian yang terus akan kita kejar, impian yang terus akan kita tekuni dan impian yang akan terus kita bawa dalam doa keluarga. Tuhan..! inilah impianku ..…………………………. , aku terbatas dalam banyak hal, tetapi aku percaya Engkau Tuhan yang tidak terbatas, dalam nama Tuhan Jesus aku berdoa. Amin Bogor , 12 Mei 2012 DmH ================================================== ===========================================================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar