Minggu, 06 November 2016
LIDAH
Memuji dan memuliakan Tuhan dengan bernyanyi adalah gaya hidup manusia modern untuk berkomunikasi dengan Tuhan, dengan cara ini kita menempatkan posisi LIDAH dengan benar, sebab Tuhan menciptakan lidah bukan untuk mencaci maki atau mengucapkan kata kata yang tidak senonoh saja, tetapi juga untuk mengucapkan perkataaan yang membangun dan yang terpenting juga untuk memuji Tuhan.
Dalam kitab Yakobus, lidah mendapatkan tempat yg cukup spesifik, lidah diibaratkan dengan kemudi dan api yang dapat membakar hutan ".........., ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan ". (Yakobus 3:8).
LIDAH memang sangat kontradiktif, dia bisa manis dan pahit, dia bisa kejam dan belas kasihan diapun bisa menjadi yang terbaik sekaligus yang terburuk, itulah LIDAH bendanya bisa sama tapi dapat menghasilkan hal yang berbeda.
terpikirkah kita, kenapa dokter saat awal pemeriksaan selalu melihat lidah kita ? tanpa kita sadari sehat tidak sehatnya kita dapat terlihat dari lidah kita, persis dengan kehidupan kita, sehat tidak sehatnya hati kita terlihat juga dari lidah kita, karena apa yang terucap dari lidah, itu adalah luapan dan ungkapan dari hati kita.
Kitab Yakobus banyak mengulas mengenai dampak dari lidah untuk kehidupan kita dalam hal beribadah, Yakobus menulis, mengenai ibadah yang tidak dapat diterima oleh Allah
" Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia sialah ibadahnya " (Yakobus 1:26).
Percuma utk berpura pura menjadi orang yang khusuk dalam beragama, boleh saja kita rajin ke gereja, menyanyikan lagu lagu pujian dan melakukan segala macam kegiatan yg berkaitan dgn ibadah, pada dasarnya semua itu baik. Tapi jika kita tak dapat mengekang lidah, ibadah kita tidak ada gunanya dan tidak dapat diterima oleh Allah.
kita berharap, agar semua orang yang beragama dapat dengan jujur mengakui hal ini ada dan sering terjadi. Amin.
bogor,. Okt'16
Dmh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar