PENGKHOTBAH 3 : 11
“ Ia membuat segala sesuatu INDAH pada waktunya, …….…………………..dst “
Bener gak sih..?
Tahun 2002 gue datang kerumah bujing ( adiknya mami ) di rawamangun, rupanya saat itu mereka sedang pergi dan yang dirumah hanya pembantu, seperti kebiasaan gue disana, langsung aja masuk keruang makan dan langsung buka tudung saji, gak disangka dan gak dinyana ada makanan disitu,yah., gue makan aja sendirian, sambil makan dan sambil bengong2, liat kiri dan liat kanan, eh., ditembok diatas meja makan ada tulisan yang berisi “ Ia membuat segala sesuatu INDAH pada waktunya,……… “
Sekali lagi gue mau bilang, bener gak sih..?
Masalah bener gak benernya, yah., tergantung kita aja. Cumannya pada saat itu otak, pikiran dan hati gue tergelitik juga, kayanya ada suatu respon yang mengatakan, bener gak sih..?
Gua merenung, berpikir, berandai andai sambil terus mengatakan, bener gak sih..? sesudahnya ada yang seolah olah menggerakkan hati ini untuk mencoba merunut kebelakang semua kejadian kejadian yang pernah gue alami selama gue hidup, akhirnya dengan memeras otak sambil membuka buka ingatan lama, barulah satu persatu berbagai peristiwa dan yang pernah jadi masalah pada keluar, tapi itupun masih juga gue pilah pilah, ada yang gue anggap faktor kebetulan, ada yang gue anggap karena memang ada hubungan timbal balik dengan gue, dan ada juga yang gue anggap ada kuasa Tuhan yang bermain dalam kehidupan gue.
Ini ada satu contoh kesaksian yang sangat menarik :
Suatu saat gue di Lamongan sudah lebih dari 1 bulan, sebenarnya gue udah mau banget pulang ke bogor, tapi uang gak punya, malah udah beberapa hari makanpun diirit irit, malah kalau bisa sehari 2 kali aja makannya, siang itu ada telpon dari Bpk.Kadar Usmadi yang minta obat pembasmi hama 50 liter, dan minta secepatnya dikirim, wah., langsung aja gue berangkat naik motor ama Purnomo kedaerah Balongpanggang Gresik, cukup jauh memang,tapi itulah saat saat sukar, saat merintis usaha disana. Sampai disana dibayarlah obat tsb dengan uang cash 1,5 juta dan cek 1 juta. Puji Tuhan sekarang gue punya uang, saat baru sampai dirumah sekitar jam 6 sore, telpon rumah bunyi lagi, rupanya sekarang dari mama, yang mengatakan, bahwa papa harus segera pulang, karena Ardith masuk rumah sakit, dan sekarang dirawat diruang ICU RS.PMI Bogor, ngek..! langsung gelap gulita rasanya dunia ini, padahal waktu pulang dari Gresik, gue udah janjian ama Purnomo mau makan enak dulu dipasar malam Lamongan. Langsung Gue telpon Ir.Mukrim Malllawi (Kepala PTP.N di Lamongan) untuk pinjam mobilnya ke bandara di Surabaya, gua bilang ini malam juga gue harus pulang ke Bogor, gue telpon juga ‘Bang Ganda Sinaga dan Lae Hutagaol di Gresik, mereka malah bilang gini “ pesawat terakhir dari Surabaya ke Jakarta jam 8 malam, jadi kalau ngejar kesana dari Lamongan paling cepat nyampe jam setengah 9, lebih baik pastikan aja naik kereta yang jam 9, daripada nanti gak dapat dua duanya “
Dasar domu juga sih., malah jawabnya begini “ kitakan biasa berjudi ‘Bang, dan sekarang gue mau mencoba berjudi dengan penerbangan di Indonesia”, jam 7 an langsung berangkat deh., naik mobil PTP ke bandara Juanda di Surabaya, sampai disana jam setengah 9 dan bandara sudah sepi, gak tau tuh., kenapa dengan langkah mantap dan pasti gue tetap masuk kebagian keberangkatan pesawat, gak lama ada petugas yang tergopoh gopoh nyamperin gue dan bilang “ mau ke Jakarta ya Pak.? ini ada pesawat yang segera mau berangkat “ he..he..he.., berangkat deh gue ke Jakarta. ceritanya gini., Mandala penerbangan dari Makasar, harusnya transit di Surabaya dan langsung terbang lagi ke Jakarta jam 6 sore, karena memang saat itu Mandala terkenal dengan keterlambatannya, jadilah gue manusia yang sangat beruntung pada malam itu. Thanks banget Mandala, rupanya julukkan tsb tak sia sia ya..?
Sampai bandara cengkareng, gue langsung naik taxi ke Bogor dan nyampe di RS PMI jam 12 malam.
Nah., dari cerita kesaksian gue ini, ada tidak yang bisa kita pilah pilah, mana yang faktor kebetulan, mana yang timbal balik hubungan baik gue dengan teman dan mana yang kuasa Tuhan ikut bermain dalam peristiwa ini ..?
Tapi, gue mau cerita satu lagi kesaksian, kalau yang ini tidak berhubungan dengan uang, soalnya ada yang suka nyeletuk, “ koq setiap kesaksian hubungannya selalu dengan uang sih., memangnya Tuhan indentik dengan sumber uang.? “
Sore hari gue pulang jalan kaki dari kantor, waktu itu kantor gue didaerah Jln.Utan Kayu Jakarta Pusat. lagi enak enaknya jalan, tiba tiba ada pecahan botol kratingdaeng yang melesat dengan cepat dan mengiris tipis kulit didahi gue, rupanya ada botol ditengah jalan dan terlindas sebagian oleh bannya metromini, nah., yang sebagian itulah yang melesat cepat kearah muka gue. Kebayang gak sih., kalau aja jalan gue lebih cepat 1 cm, bisa bisa tuh botol nancap di pilipis gue kan.?
Nah., kalau cerita yang ini , faktor kebetulan atau ada juga peran Tuhan yang bermain dibelakang ini..?
Tapi setidaknya dari cerita pertama dan yang kedua, gue merasakan ada beberapa keindahan waktu yang dibuat Tuhan khusus untuk gue ( G R nih yee..! ). yaitu :
1. Indahnya waktu, saat Pak Kadar Usmadi telpon gue untuk minta dikirimkan obat pembasmi hama sebanyak 50 ltr ( itulah order pertama dan yang terakhir ).
2. Indahnya waktu, saat gue dapat pinjaman mobil dari PTP.N untuk segera berangkat ke bandara Juanda di Surabaya.
3. Indahnya waktu, saat gue naik tangga pesawat Mandala untuk berangkat ke Jakarta.
4. Indahnya waktu, saat gue tau, kalau aja langkah gue lebih cepat 1 cm, maka kemungkinan besar gue udah game over.
Untuk semuanya itu Tuhan, untuk perlindungan, untuk penyertaan dan untuk kasihMu yang begitu melimpah, gue ngucapin rasa syukur dan terimakasih yang sangat mendalam dan gue mengimani bahwa semua yang terjadi itu, bukan karena faktor kebetulan, atau karena kehebatan gue dalam menjalin persahabatan, tapi karena kemurahan Tuhan dalam menciptakan waktu yang indah untuk kehidupan ini.
Amin..!
Bogor, 11012010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar