Sabtu, 06 Februari 2010

Sebab “ ALLAH adalah KASIH “ ( 1 Yoh 4 : 7 – 8 )

Sebab “ ALLAH adalah KASIH “

( 1 Yoh 4 : 7 – 8 )

Inilah thema perayaan Natal Pomparan Ompu Jamuaro Siregar ( Bungabondar ) yang diadakan pada tgl 19 & 20 Desember 2009 di Taman Wisata Alam Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara.

Sub Thema “ Diatas semua itu, Kenakanlah KASIH sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan “

Kalau kita bicara KASIH memang mudah, tapi ngelaksanainnya yang repot, dia lintas agama, lintas suku, lintas bangsa, kalau orang berbuat baik sama kita dan kita juga baik, yah., pantas2 aja, herder juga bisa begitu koq, kalau orang berbuat tidak baik sama kita dan kita juga tidak berbuat baik, yah., wajar2 jugalah, itu namanya mata ganti mata, tangan ganti tangan, kalau preman bilang “ elo jual, gue beli “ kalau orang tidak berbuat baik kepada kita, dan kita tidak membalasnya, nah., itu banyak juga artinya, bisa saja kita orang baik, kita orang yang sabar dan bisa juga kita seorang pengecut, jadi repot juga ya..?

Tapi kalau orang berbuat tidak baik dan kita membalasnya dengan kebaikkan, bolehlah kita bilang dia mempunyai sifat KASIH, tapi bukan kASIH yang seperti itu yang dimaksud dalam judul tulisan ini.

Daripada kita repot menterjemahkan KASIH secara rohani, bagaimana kalau kita berfikir kasih secara duniawi saja, barangkali lebih ini simple dan lebih terasa gregetnya bagi sesama.

Anda setuju..?

Saat kita masuk ditempat acara perayaan, terpampang dengan jelas spanduk yang bertuliskan “MALAM KEAKRABAN DAN KEPEDULIAN parsadaan pomparan Ompu Ja Muaro“

Tergelitik juga otak ini membaca spanduk tsb, Kalau mau bicara AKRAB mah., gampang2 aja, sambil main kartu kita bisa bertambah akrab, sambil ngegossippun bisa bertambah akrab, apalagi kalau lagi pesta natal, pokoknya hal yang mudahlah kalau mau ber akrab2, apalagi memang pada dasarnya kita semua saling bersaudara, kalau bicara PEDULI..?

Nah., ini yang paling repot, kalau gak punya sifat tulus, sifat memberi dan mempunyai kasih, jangan harap mempunyai KEPEDULIAN kepada saudara, apalagi kepada sesama. Yang ada nantinya hanya kesombongan dan rasa lebih dari lainnya.

Makanya gue salut juga dengan keberanian panitia membuat ungkapan tsb dalam spanduk.

Gue sebagai pendatang, angkat topi dan kagum akan parsadaan ini, gak main2 loh.,

Ja Muaro itu sudah ditingkat nenek moyang mereka, bukan hanya sebatas nenek saja, sudah mencapai generasi ke 6 yang hadir dalam acara tsb. Barangkali tidak salah juga, kalau gue bilang: ” malam mengenang keakraban dan kepedulian Opung dan Orangtua kita “

Kenapa gue bilang begitu., inilah warisan berharga yang ditinggalkan orangtua kepada semua turunannya, mereka memberikan contoh perbuatan, bukan contoh perkataan, mereka memberikan bukti, bukan janji, akrab yah., akrab dan dibarengi dengan rasa peduli, istilahnya ringan sama dipikul, berat sama dijinjing, jangan akrabnya iya, tapi rasa pedulinya enggak.

Kita berharap, hal yang baik, hal yang indah dan hal2 yang mengagumkan yang diajarkan oleh Opung dan Orangtua kita ini, terus dapat dipertahankan, bagus2 kalau malah bisa ditingkatkan. Amin..!

Saat indah

Saat kita dapat berkumpul kembali

Saat indah

Saat kita dapat berkomunikasi kembali

Saat indah

Saat kita dapat bercengkrama kembali

Itulah saat saat indah, saat kita bersilahturahmi

Karena ada KASIH dalam persaudaraan

Karena ada KASIH antar sesama,

Dan, inilah KASIH yang diwujudkan dalam perbuatan

Man laa yarhamu, laa yurhamu.

Bogor,20 Desember 2009

Dm.H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar