ANGGI ta
Dia ini anak adek gue Linda Harahap, nama bapaknya Sayon Lubis. Dia lahir di RS Bakti Yudha Depok tgl 27 Mey 1995.
Cirinya khasnya, dan barangkali yang gak perlu diikutin adalah, kalau ketawa hua ha ha ha dengan ayunan nada 3 oktaf. Kulitnya putih, wajahnya mirip bapaknya, hobbinya main basket dan nyanyi.
SD Sampe SMP sekolahnya di Strada, dan sekarang ini sekolahnya di SMA BHK Jakarta Barat.
Liburan sekolah tahun ini dia tour ke Bali, dan tour lagi ama gue, memang rencana perjalanan ini untuk Anggi, dia lagi sumpek dirumahnya, yang gak ada pembantulah dirumahnya, yang mamanya ke timur, papanya ke baratlah, sampai kita berangkat aja, gak dianterin papanya sampe mobil, hebaaat ya., sampai segitunya yang lagi ngambek. nah., gue yang belum sebulan ini happy family tour ama anak anak, jadi jalan deh lagi nemenin mereka. Tapi gue nimat nikmat aja tuh., memang dasarnya gue tukang keluyuran x yah.?
nah., inilah cerita perjalanannya :
Kita berangkat tgl 28 Juni 2010 jam 9 pagi dari rumah linda, kita naik mobil xenia yang sewanya 200 rb/hr. yang ngikut gue, duma, linda, ardith, anggi dan novi, lumayanlah tidak terlalu berat penumpangnya, soalnya tuh mobi ccnya cuman 980. Tarikkannya bagus dan memang mobilnya masih baru banget. Perjalanan ini yg membuat gue terkagetkaget, jalanannya semua 4 jalur, mulus dan tidak padat, masuk arjawinangun kita sudah masuk tol yang langsung masuk jawa tengah, gak ngelewatin lagi perbatasan jabar dan jateng, yang biasanya suka macet. Jam setengah 2 kita sudah masuk Tegal, wow.., cepet amat ya..? disini kita istirahat dan makan di restoran Priangan, pas dipinggir jalan menuju Pemalang, makanannya enak, tempatnya enak dan makannya prasmanan, cumannya di Tegal ini lho. gak diluar kotanya, gak didalam kotanya, semuanya sedang dalam perbaikkan, macet dan debu berbaur dalam 1 kata “SUMPEK”.
Lepas Tegal, masuk Pemalang, lepas Pemalang masuk Pekalongan, disini kita banyak meliat masyarakatnya yang mengunakan sepeda sebagai sarana transportasi, dah gitu rata rata sepedanya ada keranjang didepannya, seragam banget, yang empunya cerita, mengatakan, bahwa itu sepeda second dari jepang, sangat bagus untuk mencegah terjadinya polusi, tapi barangkali gak bagus untuk polusi jarak pendek, gue gak ngebayang burket pasti ada dimana mana, ayo rexona.! katanya setia setiap saat, disana pasti pangsa pasarnya sangat menjanjikan.
Lepas Pekalongan, kita masuk daerah alas roban, rupanya kota Batang sudah tidak dilewatin kendaraan pelintas lagi, bagus juga untuk percepatan, tapi tentunya gak bagus untuk kota Batang, ini kota perlintasan jalur pantura, kalau udah gak dilewatin kendaraan lagi, sepi sunyi dong., kotanya. Harusnya sih kota Tegal dan Pekalongan aja yg dibuat jalur alternatif, masa bis, truk dan semua kendaraan lewat tengah kota, yang udah udah dan yang gue tau, ditengah kota itulah yg sering terjadi kemacetan. Lepas alas roban, yang jalannya sudah tidak melewatin tanjakan, hutan dan kelok kelokkannya, masuklah kearah gringsing, disini biasanya dipake untuk tempat peristirahatan bis dan truk, makanya disana banyak betebaran restoran dan warung, mau masuk Kendal sudah tidak melewatin lagi kota Weleri, ada jalur alternatifnya, dan 1 lagi kota menjadi sepi sunyi dengan perubahan tsb. Lepas Kendal kearah Semarang, jalur mulai macet, dan semakin macet saat masuk kota Semarang, pas pula kita masuk Semarang saat bubar kantor, yang rencananya masuk kota Semarang jam 6 malam,jadilah sampai dirumah dinas ‘Bang Apul jam setengah 8 malam.
Maaf seribu maaf ‘Bang dan Kakak, karena mereka berharap kita tidur dirumahnya, kamar udah disiapkan ,TV untuk nonton kejuaraan bola dunia tinggal dipindahkan, tapi linda dan dan anggi gak mau, yah., gimana lagi, padahal ini malam yang main Spanyol lawan , tapi maklum jugalah, karena mereka tidak terbiasa, akhirnya malam itu kita hanya makan malam aja dirumah Abang, tapi suguhannya itu lho., nasi campur dan capcay yang enak, nikmat dan porsinya banyak, Maaf lagi dan banyak terima kasih ya ‘Bang, nanti di Jogja kami pasti nginep dan ngerepotin lagi deh.,
Jam setengah 11 malam, kita keluar dari Semarang dengan tambahan logistik, ada kripik tempe, ada kripik paru , ditambah dengan 4 kaleng pocari sweat dan perut kenyang. nah ini memang kebiasaan kalau kerumah Abang, pasti ada yang dibawa kalau pulang dari rumahnya.
Kita sengaja keluar malam, untuk menghindarkan jalur macet keluar Semarang kearah Gombel, kearah Ungaran menuju Bawen dan arah Bawen menuju Salatiga, untuk perkiraan macet ini kita memang betul, tapi rupanya sepanjang jalan banyak razia oleh polisi yang berpakaian lengkap dan persenjataannya juga lengkap, ada apa ya..? mungkin karena yang duduk didepan sebagai co pilotnya ardith, sepanjang ada razia, kita gak pernah diberhenti’in, kasian deh lo dith., masih dianggap anak kecil ama polisi.
Kita sampe dirumahnya Benny Harahap didaerah Mojosongo Solo jam 1 pagi, kita udah ditunggu disana, kamar sudah disiapkan, tempat tidur sudah digelar, yang gak disiapkan makan,minum dan keceriaan, karena kamarnya cuman 2, gue ama duma tidurnya diruang tamu, komplain aja kerjanya elo dom.!
Nah., apa kerjanya Anggi selama dalam perjalanan ini, yang pertama sms an sambil ngemil, yang kedua tidur, sambil ngedengerin sms masuk. Jadi intinya selama dalam perjalanan ini , anggi sibuk dengan sms, iyakan nggi..? padahal dia bilang hobbinya nyanyi, gak ada tuh., sepanjang jalan kedengeran suara dia yang nyanyi, repot memang kalau jadi penyanyi kamar mandi, jadi gak PD yah nggi..?
Tanggal 29 Juni, Pagi ini gue nganterin para wanita belanja di pasar gede dan makan bakso enak diseberangnya pasar, tapi yang lebih enak menurut gue, pangsit gorengnya, sesudah dari pasar gede pulangkah kita..? oh enggaklah., kaya gak tau linda aja, hobbi belanjanya seimbang dengan hobbi bedandannya, dan anggipun bilang gini “ anggikan udah gadis, jadi harus ikut belanja juga dong.,” jadi berangkat lagi deh., kita kepasar Klewer, gue ama ardith nungguin aja di parkiran sambil nyari buku bekas diseberang pasar,
Setengah jam berjalan, duma nelpon, ngasih tau kalau anggi ama novi mau balik ke mobil,katanya anggi perutnya mual, he..he..he.., katanya udah gadis nggi, koq baru gitu aja langsung mual..? rupanya standard wanita sudah gadis atau belum, kalau dia bisa belanja dengan desak2an, bisa nawar dengan ulet dan bisa jalan ber jam2 tanpa betisnya keram. gitu ya..?
Malamnya gue ama duma main kerumahnya Ardi, rupanya dia sekarang sudah jadi pimpinan cabang BNI khusus kredit di Solo, wah., seru banget yang ngobrolnya, dia itu temen perjalanan koboy gue waktu ke Bali tahun 1974, kita cerita saat nyolong telor dari atas jendela bis, kita cerita saat berbugil ria dipantai Kuta, kita cerita saat perjalanan tanpa uang yang memadai, yang akhirnya jual celana jeans di pasar loak Denpasar, sarapan pagi dengan belimbing wuluh, nyantronin saudara2 supaya dapet sangu, dan pulangnya naik truk dari Denpasar ke gilimanuk,
Bener ‘Di, ini cerita yang tidak akan pernah habis dan selesai dibicarakan, indah dan manis untuk dikenang dan mungkin akan terus dibincangkan sampe ke anak cucu kita.
Jam 11 malam, gue,linda ama anak2 nongkrong dan makan di angkringan, disitu gue cerita mengenai candi ceto yang ada di segoro gunung, awal ceritanya sih., pake ungkapan2 yang halus, gak enak juga, masa cerita ama ponakkan pake bahasa yang vulgar, tapi rupanya anggi lugu banget, berapa kali dijelaskan gak ngerti2 juga, kalau ardith, yah., jangan ditanyalah, langsung aja dia nyeletuk “ seperti kamasutra ‘nggi gambar2 dicandi itu “ wow.., ardith..!
Besok paginya tgl 30 Juni, kita berangkat ke Sarangan, penumpang bertambah 2 orang Dea dan Karl dan mobil bertambah bebannya sekitar 180 Kg, makan siangnya kita di warung ‘Bu Ugi di Tawangmangu, ini kebiasaan kita2 juga, gak afdol rasanya, kalau ke tawangmangu, gak makan sop buntut ‘Bu Ugi.
Pas ditanjakkan gondosuli dari arah tawangmangu menuju cemoro sewu, mobilnya ndut endutan dan langsung berhenti, ini gara gara gak bisa nanjak, yah.,panteslah, mobil ccnya 980, yang naik beratnya sekitar 600 Kg, belum lagi berat mesinnya, yah matilah dia..!
Akhirnya linda cs pada naik angkot ke sarangan, yang di mobil tinggal gue, ardith dan novi.
Sampai sana cari Pak Yatno dulu, dia temen gue, yang selama ini ngejalani obat gue di sarangan, gak salah memang deh, gara gara pake referensi nya, kita dapet potongan biaya hotel sampai 30%.
Selama disana pada naik speedboatnya pak yatno, ardith malah dibolehin nyetir sendiri, wah., pada happy banget, kalau linda ketakutan banget, namanya juga ardith, mumpung dikasih bawa sendiri, dia kebut tuh speedboat suka sukanya. Gue seneng ngeliat mereka pada kompak, pada tidur bareng, pada becanda bareng, pada foto bareng, paginya sesudah kita ngelilingin danau, pada makan bareng, nikmat memang., makan pecel madiun sambil nongkrong dipinggir danau.
Sayang sekali musim stroberi belum datang, biasanya kalau gue disana, sambil jalan pagi, gue keliling sama pak yatno, naik turun bukit, sambil jalan ngambilin stroberi, metik sendiri, makan sendiri, walau masih bercampur dengan tanah, nikmatnya itu lho., yang tak tertandingi.
Tgl 1 Juli Jam 10 pagi kita balik ke solo, dan linda cs kembali lagi naik angkot, kita ketemunya didepan warung ‘bu Ugi di tawang mangu.
Sampai solo jam 12, kita benah benah bentaran, cabut lagi deh menuju Jogja, tapi mampir dulu kekantornya Sri, untuk pamitan dan menerima ungkapan maafnya, karena tidak bisa menemani selama kita di solo. yah.., mboten nopo nopo dik sri..!
Sampai di Jogja, para wanita langsung pada shoping di malioboro, gue ama ardith nyari hotel, kebetulan pula saat itu libur panjang dan bersamaan pula dengan kongres akbar Muhammadiyah, yah., jadi gitu deh., nyari hotelnya susah, keluar hotelnya pun susah, maklum dimana mana jalan pada macet, akhirnya dapet juga hotel yang ala kadarnya, yang penting ada AC nya dan gak begitu jauh dari malioboro.
Yang pada hebat perempuan itu deh, gue gak tau betisnya pada dibuat dari apaan, kuat banget yang pada shoping, kalau sampai gak gue batasin dan gak gue cerewetin, mungkin pada gak inget pulang,
Malamnya gue, duma dan ardith tidur dirumah ‘Bang Apul, sisanya pada di hotel.
Tgl 2 Juli paginya, gue jemput mereka lagi, sekarang duma yang gak ikut, kita pada jalan ke Keteb, katanya dari satu titik disana, kita bisa sekaligus melihat 5 puncak gunung, memang memukau dan indah dipandang mata, dari bukit keteb, mata kita langsung melihat lembah dan secara perlahan naik mencapai puncak gunung, disini juga ada pertunjukkan bioskop, yang berisi mengenai volcano, sayang kita gak pada ada yang nonton, mereka sibuk dengan sms an, nyebelin juga sih., jauh jauh gue bawa mereka kesana, eh., merekanya disana pada sms an aja, mana camera habis baterenya, mana si karel disuruh beli batere salah pula, mana si karel disuruh foto pake hpnya gak mau,, katanya sayang foto foto yang ada di hp nya harus dihapus. Habislah moment untuk mengabadikan pemandangan disana, kata yang empunya cerita, dulu Bung Karno suka kesini, mungkin bertapa, mungkin juga cari wangsit, yang jelas pada saat Megawati yang jadi Presiden, tempat ini dibuat menjadi bagus dengan segala fasilitasnya,
Pulang dari keteb, kita lewat jalur lain, ditengah jalan kita ketemu dengan perkebunan stroberi, kebetulan lagi pada panen, waktu diajak pada turun, mereka mereka pada males malesan, sesudahnya, pada ngelahap stroberi, sekali sekali nikmatilah stroberi dengan memetik sendiri, memang repot kalau bawa anak anak ini, sepanjang jalan pada pada main HP melulu, dah gitu kita mampir dulu ke kopeng, disini gue nyari lagi temen, namanya Sugeng, dia temen gue juga pada saat gue ngejalanin obat disana, dan rupanya nyari dia gak rugi juga, karena pada saat masuk ke tempat wisata kopeng, pada gak bayar, lumayan juga tuh.,
Pulang dari kopeng, nyempetin dulu ke candi Borobudur, sayang pintu masuknya udah pada tutup, jadi deh., mereka hanya ngeliat tempat parkiran dan tempat shopingnya aja, kalau borobudurnya sendiri sih., gak keliatan dari luar. Untuk sekedar melihat candi, kita sempetin liat candi Mendut, memang posisinya berada dipinggir jalan antara Borobudur kearah Jogja.
Pulangnya kita mampir dulu kerumah ‘Bang Apul, kita makan malam disana,
Gak enak jugalah, linda cs udah mampir di semarang, ditawarin nginep gak mau, masa pas di Jogja juga gak mampir lagi. malemnya nganterin mereka lagi ke hotelnya, wah., remuk redam di tulang belulang.
Tgl 3 Juli pagi, gue ama duma pamitan dengan keluarga ‘Bang Apul, ardith gak ikutan pulang, seperti biasanya, oleh oleh selalu tidak pernah ketinggalan, waktu kita jemput linda cs di hotel, mereka tidak ada, katanya lagi sarapan sop ceker di malioboro, linda linda.., gak pernah puas yah., kalau shoping..? padahal janjian jam 8 pagi kita sudah harus berangkat, eh., dia balik ke hotel jam 10.
Tadinya rencana perjalanan menuju pantai Pangandaran akan menyusuri pantai selatan Jawa Tengah. Kita sudah masuk dari Wates dan menyusuri pantai tsb, sayangnya gue gak berani terus lanjut, maklum cowonya cuman gue sendiri dan daerahnya belum gue kenal, jadi deh., sesudah melewati gombong, kita masuk lagi ke jalur biasanya, gak lupa makan bebek didaerah perbebekkan di luar kota gombong, enak, empuk,pedas dan gak mahal juga harganya.
Waktu kita masih dijalan, kita booking hotel di Pangadaran, yang punya ngasih tau, “ ada jalur potong yang lebih dekat, lebih sepi dan lebih bagus jalannya, nanti sebelum masuk daerah Sidareja, ada jalan yang belok kanan, dari situ nanti langsung bisa tembus di daerah Kalipucang,” kita lewat situ deh., bener lebih dekat sih., tapi juga gak lebih cepet, bener lebih sepi, tapi bukan berarti kita bisa jalan kenceng, jalanannya itu lho., kadang bagus, kadang jelek, kadang mulus kadang berantakkan, kalau dibilang jalannya lebih bagus, yah., enggak jugalah, lebih jelek malah, tapi gapapalah, namanya jalan jalan, yah nikmatin aja, cuman rada ngeri juga sih, mana jalan mulai gelap, perut mulai lapar, mau cari makan juga gak ada, mau cari indomart atau alfamart, yah., boro boro deh..!
Jam 7 malam kita nyampe Pangandaran dan nginepnya di Hotel Grand Mutiara, lokasinya strategis banget, dipinggir pantai dan di pusat keramaian. Saat itu bertepatan dengan acara Harley Davidson, yang biasanya dibuat setiap 5 tahun sekali, jadi sangat rame acaranya, sangat penuh manusianya, sangat banyak motornya dan sangat ribut suaranya, ngebayang gak sih., saat mereka pulang jam 5 pagi, mereka bersamaan manasin motornya, kita yang lagi tidur langsung pada kebangunan, bayangin., semua kaca dikamar pada bergetar, seperti ada gempa, nyebelin banget deh.,
Tanggal 4 Juli pagi, belum sarapan di hotel kita berangkat dulu kepasir putih, disana duma , linda dan anggi mau diving di laut, waktu dipake alatnya, lucu lucu deh., tampangnya mereka, apalagi linda, syok banget yah lin..? akhirnya hanya anggi aja bermain main dengan ikan ditengah laut, darisana kita balik sebentar ke hotel, baru lanjut ke Green Canyon yang jaraknya sekitar 30 KM dari Pangandaran, waktu berangkat kesana sama andre dan ardith, gue takut untuk nyemplung nyusurin sungai dan foto foto di cadas, tapi kalau sekarang gue takut, yah., kapan lagi dan pastinya anggi pun gak berani juga, akhirnya gue, duma dan anggi ikut nyemplung dan foto foto di cadas, tapinya itu lho., gak ada satupun gambar yang kita punya, sayang banget ya..?
Balik darisana ke Pangandaran, kita masih sempetin untuk mampir di Batu Hiu.
Sempetin berendem di laut dan foto, cuman fotonya pake tukang foto keliling, yah., daripada gak ada, lumayanlah.
Sampai di hotel, bersih bersih, benah benah, makan, berangkatlah dari sana jam 4 sore menuju Bandung, sekarang kita lewat jalur biasa.
kita makan malam dulu di Limbangan Garut dan untung aja kita makan dulu, karena pas keluar dari restoran, jalanan macet total sampai daerah Nagrek, rupanya disana sudah juga diterapkan jalur buka tutup jalan.
Baru kali ini gue nyetir sambil melayang layang, masuk Bandungpun sudah sepi, yang numpang udah pada tidur, yang nyetirpun udah keliyengan gak karuan, kita nyampe dirumahnya Joe di Taman Setiabudi sudah jam 12 malam, wow.., Pangandaran menuju Bandung 8 jam euy..!
Tanggal 5 Juli, jam 10 pagi kita keluar dari rumah Joe, kita jalan dulu kearah Lembang, mampir bentar di kebun stroberi yang lagi gak panen, dah gitu makan siang di Lembang.
Pulangnya nganterin linda kerumahnya, gak pake mampir lagi gue langsung pulang ke Bogor, malemnya ngembaliin mobil ke Pak Wawan, dan bayar uang sewa mobi Rp. 1.600.000,- ( inilah total sewa mobil selama 8 hari ).
Apa yang terkesan dan menjadi catatan untuk gue selama perjalanan ini..?
1. Persiapkan diri kalau berjalan jalan dengan para wanita, siapkan sabar, siapkan waktu, siapkan badan dan kaki yang tegap, karena selama perjalanan kita akan menghadapi segala cobaan, baik saat mereka shoping maupun saat mereka selalu tidak tepat waktu.
2. Kalau berjalan dengan wanita yang masih muda lain lagi ceritanya, kita akan merasakan dan melihat, bahwa., indahnya laut, sejuknya udara pegunungan, segarnya buah buah yang dipetik langsung dan nikmatnya perjalanan, masih kalah dengan nikmatnya internetan dan sms an disepanjang perjalanan.
Suatu saat kita akan mendengar “ akukan sudah gadis, jadi sudah bisa dong shoping berlama lama “ eh., belum lama shoping dikelas ekonomi, langsung mual mau muntah, he..he..he.., jam terbangnya belum bisa nyaingin mama dan nantulang ya ‘nggi..?
3. Kalau berjalan dengan wanita, ada 2 hal yang PASTI, yang PERTAMA. kalau mereka melek, mereka akan ngobrol dan ngemil, keDUA , sesudahnya mereka akan tidur, itu untuk wanita yang dewasa, kalau yang masih puber lain lagi, kalau dia melek, dia akan sms an, internetan, ngemil dan cekakak cekikik, sesudahnya, yah.,sama juga dengan kedua diatas, tiduuuur.
4. Cape deh..!
5. Tapi gue seneng seneng aja koq, karena memang gue seneng jalan dengan saudara saudara gue.
Juli 2010
Jumat, 12 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar