Jumat, 12 November 2010

Yuanita Hasibuan

YUANITA HASIBUAN
======================.

Tanggal 7 November 2010, YUANITA ( Ita ) HASIBUAN, akan melangsungkan pernikahannya dengan BAYU SETIAWAN POLUAN SE , resepsi akan diadakan di Restauran Cazasuki di Jln.Kebon Sirih Raya no. 38 Jakarta Pusat.
Ita ini putri bungsu dari Alm.Drs.Saner Hasibuan dengan Esther Harahap, sedangkan Bayu adalah putra dari Johnny Poluan dengan Tiena Poluan.

Walau kami Harahap yang turun temurun sudah lahir di Jakarta, gak ngerti bahasa batak, gak ngerti budaya batak, tapi kami selalu berusaha agar budaya batak yang kami tau, tetap kami laksanakan, inilah budaya yang selalu diajarkan oleh orangtua kami.
Makanya, pada hari minggu kemarin tgl 31 Oktober ’01 malam, kita yang berkakak beradik ditambah dengan Keluarga Tulang Rempoa dan Nantulang Ais, berkumpul untuk melaksanakan “ MANGALEHEN MANGAN BORU “.
Budaya ini adalah ciri khas dari Tapanuli Selatan, dimana pada saat kita akan melepas boru ( anak perempuan ), semua keluarga terdekat, terutama orangtuanya akan memberikan makan dengan menyulangi kepada calon pengantin perempuan, sesudahnya, semua yang hadir diharapkan memberikan petatah petitih, nasehat, wejangan dan kalau perlu kritikkan, yang pedes boleh, yang setengah pedes juga boleh, ini sebagai bekal nantinya sesudah mereka berumah tangga,
Karena di budaya batak yang boleh bicara di forum hanya yang sudah menikah, maka biasanya petatah petitihnya mengenai permasalahan dalam rumah tangga, malah tanpa disadari sebenarnya dia lagi curhat mengenai pengalaman dalam rumah tangganya, kalau orang pinter, biasanya dia minum tolak angin atau dia akan berbicara dan mengupas yang alkitabiah saja, bisa aja dia mengambil dari Effesus 5 : 22-dst mengenai “KASIH KRISTUS ADALAH DASAR HIDUP DARI SUAMI ISTRI” atau dia mengambil dari Amsal 31 : 19-dst mengenai “PUJI PUJIAN UNTUK ISTRI YANG CAKAP”, itu kalau yang pinter, kalau yang gak pinter..? yah., gitu deh, tanpa disadarinya, sebenarnya dia lagi menceritakan rumah tangganya sendiri.
Kemarin itu gue jadi malu sendiri, karena gue dateng jam 8 lewat, sedangkan perjanjiannya paling lambat jam 7 sudah harus dimulai, bertambah besar kemaluan gue, karena acara belum bisa dimulai kalau gue belum dateng, dan bertambah besar lagi kemaluan gue, karena diacara itu gue ditunjuk sebagai protokol pembuka acara.
Sebelum kita menyampaikan petatah petitih, kita menyerahkan dulu makanan tumpeng cari khas batak, yang memberikan makan dengan disuapin adalah kak esther sebagai mamanya dan linda sebagai bujingnya, tapi sebelumnya kita berdoa dulu yang dipimpin oleh tulang rempoa,
Sebagai pembicara tamu adalah Adek, Stevie dan ardith, yang mengatakan ; “karena kami belum punya pengalaman menikah, maka kami hanya bisa mengucapkan selamat dan kiranya rumah tangga Ita dan Bayu selalu dalam damai sejahtera Tuhan”, lalu Stevie memberikan cendera mata dari kita semua.
Pembicara tamu kedua adalah Anggi, yang mengatakan ; “Kak Ita adalah tempat mengadu dan tempat curhat, yang selalu mengerti dan memberi pengertian, yang selalu dapat memberikan jalan terang dan solusi yang tepat, terima kasih untuk kebaikkan kak Ita selama ini kepada Anggi, semoga selalu berbahagia “
Pembicara selanjut adalah Linda sebagai bujingnya, yang intinya mengatakan ; “dengan pengalaman berpacaran dengan Bayu selama 5 tahun dan ribut ributnya lebih dari 10.000 kali, diharapkan ini menjadi bekal dan pengalaman untuk lebih bisa saling mengerti sesudah menikah, jangan hanya melihat hal yang kecil kecilnya saja, walaupun si Bayu kecil, tapi lihatlah., segala sesuatu dalam scope yang lebih besar “
Edwin Siregar dan Nantulang Ais kira kira mengatakan begini ; “ Ita dan Bayu kita yakin, adalah pasangan yang memang telah disatukan oleh Tuhan, karena mereka saling mengenal digereja, saling berhubungan digereja dan sama sama melayani di gereja, mamanya Ita adalah pelayan digereja dan calon mertua Ita pun melayani digereja dan semua itu ada dalam 1 gereja yang sama, yaitu Gereja Kabar Mempelai di Tanah Abang Jakarta Pusat “
Karena nantulang rempoa katanya lagi tidak mood, maka semuanya diwakilkan kepada opung doli saja, maksudnya kepada tulang rempoa,
Tulang banyak mengupas nilai nilai pernikahan dari segi alkitabiahnya, walau dikemas dengan gaya yang lembut dan halus ( ini memang ciri khasnya tulang ) sebenarnya sih., kalau mau dimaknai dan mau dimengerti, yah.,pedes pedes juga, yah., itulah gaya tulang, makanya semua bere berenya, ponakkan dan cucu cucunya pada sayang dengan beliau ini.
Kalau Miranda mengatakan, jangan lupa untuk banyak berdoa, karena saya inget sekali, kalau amangboru ( maksudnya papi ) selalu mendoakan satu persatu anak anaknya, agar berguna untuk sesama, terlebih kepada Tuhan. (parumaen hasian memang beda lho..!).
Sesudah mir, baru gue deh., inilah gue yang suka ngomong suka suka, asal jeplak, gak mau mengerti yang diomongin sakit hati apa enggak, tapi yang udah udah sih., kalau gue masih mau ngomong, tandanya gue masih sayang, yang repot kalau gue udah gak mau ngomong lagi, itu tandanya elo kekanan, gue kekiri, elo dibarat, gue ditimur, istilahnya sundanya sabodo teuing waelah..!
Saat itu gue bilang gini “ nantul Ais bilang, mamanya bayu orangnya baik dan rohani, tapi menurut gue, mamanya bayu orangnya sangat dominan, tapi bukan berarti orang yang dominan tidak rohani, untuk Ita sebagai seorang wanita, agar kembali ke habitatnya sebagai tulang rusuk, penopang dan penolong bagi suami, jangan sampai overlapping dalam bertindak didalam keluarga, kalau selama masih pacaran, Ita lebih banyak ngaturnya daripada diatur, nah., nanti kalau sudah bekeluarga, ubah semua tabiat itu, karena katanya dan yang tulang tau, kalau ita itu lebih cenderung seperti namborunya, yah., judesnya, yah., galaknya, apalagi wajah ita, seperti pinang dibelah dua dengan wajah namborunya, pesen tulang, jangan terlalu mudah mengemas keluarga itu seperti jambu cingcalok, bagus bentuknya , manis rupanya, tapi didalamnya banyak yang ada ulatnya , tapi nantinya tulang yakin dan percaya, suatu saat Bayu akan mengatakan ,” BANYAK WANITA YANG BERBUAT BAIK, TAPI ITA LEBIH DARI SEMUANYA ITU,” tuhkan., domu ini lagi memberikan wejangan ke ita atau lagi curhat sih..?
Sesudah gue, barulah ‘Bang Pollie yang berbicara, singkat,padat dan harap maklum, ‘Bang Pollie bilang gini “ Ita kan singer di gerejanya, nah., lakukanlah itu dalam kehidupan sehari hari ita “ nah., ita. nanti kalau dirumah, dijalan, dikantor maupun dikamar mandi, ita tetap harus jadi singer yah., bukan maksudnya sing a song melulu, tapi apa yang kamu nyanyikan, PERBUATLAH..!
Sesudah semua kita keluarga yang berbicara, barulah mereka yang kakak beradik yang berbicara.
Teteh bilang “ waktu kita masih bekerja dan punya uang sendiri, kita suka menjadi suka suka berbuat kepada suami, kita mau sok jadi jagoan yang gak mau diatur suami, tapi sesudah teteh gak kerja dan ikut suami ke Balikpapan, teteh seperti macan ompong, yang gak punya taring lagi, apa kata suami sekarang ngikut aja, tapi dibalik itu semua, ada hikmat yang diberikan Tuhan kepada teteh, setidaknya sekarang ini teteh kembali kepada habitat nya sebagai seorang wanita yang berpedoman kepada alkitab.
Kalau Devi berbicara dengan sedikit sesunggukkan, bahwa devipun merasakan adanya kesombongan sebagai seorang wanita yang mempunyai penghasilan sendiri, dan mengharapkan agar ita menghilangkan sifat sifatnya tsb.
Nah., sekarang gilirannya coco yang berbicara, dengan gaya cengengesannya, dia bilang gini “ ‘Ta., kalau ada apa apa dengan ita dan bayu, jangan cerita kemana mana dulu, cerita dengan coco dulu ya..?
Wow…! Hebat sekali pernyataan itu ‘co, tapi tulang salut juga koq, setidaknya coco mengikrarkan diri sebagai pengganti papa bagi adik2 perempuanmu, itu sangat bagus dan sangat batak banget, asal jangan jadi lebay aja ya ‘co..?
Inilah kak esther, karena mungkin tidak mengerti makna dari acara “mangalehen mangan”, maka gaya bicaranya santai santai aja, malah masih sempet2nya mengkritik calon mantunya, yang ginilah, yang gitulah, yang pendeklah, bersyukur ajalah kak, dia pendek tapi rambutnya lebatkan..? ada yang tinggi, tapi rambutnya botak, sama sama ajakan..?

Yang terakhir, dan inilah puncak acaranya, Ita bercerita tentang masa kecilnya yang telah ditinggal oleh papanya, yang selalu takut keluar dari kamar, karena takut dimarahin orang lain, yang takut berbuat apa apa, karena takut berbuat salah, intinya kira kira begini, masa kecil ita selalu dalam ketakutan dan mempunyai rasa rendah diri,
Yang tadi acaranya kita masih santai santai dan masih ada senyum, sejak ita cerita itu, langsung deh., suasana menjadi hening, sepi , sedih dan trenyuh semuanya.
Yang ini terakhir, tapi diluar dari konteks acara , kita nyanyi, kita tiup lilin dan potong kue ultah, karena pada bulan oktober ini kedua ito gue tersayang, kak esther dan linda berulang tahun.
Sehat sehat agar pada panjang umur ya..?





Tanggal 07 November 2010 jam 15.00,
Ita dan Bayu melaksanakan catatan sipil untuk pernikahannya di salah satu ruangan di restaurant Cazasuki.
Gue sekeluarga gak hadir, karena mengikuti dulu acara ultahnya mertua yang ke 86 tahun dirumah Bogor. Tapi saat itu ‘Bang Pollie ama Mir hadir

Tanggal 07 November 2010 jam 16.00
Ita dan Bayu melaksanakan peneguhan pernikahannya disalah satu ruangan di restaurant Cazasuki.
Saat itu gue ama keluarga sudah hadir, dan yang hadir dari kita, hanya kita yang kakak beradik, lainnya keluarga Bayu dan anggota gereja.
Ibadah peneguhan pernikahannya Ita dan Bayu, nyanyi nyanyinya sekitar 10 menit, khotbahnya 55 menit, doanya 30 menit, yang hadir diacara peneguhannya sekitar 30 orang, simple banget acaranya, dan saat itu tidak ada acara tumpang tangan dikepala dikedua pengantin oleh gembala sidang, yang sempet gue denger dari doa gembala sidang, katanya Tuhan langsung yang memberkati kedua pengantin tsb, sayang khotbahnya kelamaan, dan kayanya khotbah itu untuk jemaat yang hadir deh., dan bukan untuk kedua pengantin, karena setau gue, sebelumnya mereka sudah mengikuti konseling pernikahan, apa yang dikatakan pada saat khotbah, gue yakin, itu juga yang dikatakan pada saat konseling.
Lain lubuk lain belalangnya dom, lain gereja, yah., lain juga tatacaranya.

Tanggal 07 November 2010 jam 19.00 s/d 21.00
Resepsi pernikahan Ita dan Bayu di ruangan utama restaurant Cazasuki.
Kita semua keluarga dari pasangan St.Loedin P Harahap dan Nellyonard Siregar hadir bersama, kecuali anaknya Benny, Yoan dan Karl ( Yoan lagi dinas di Jambi, kalau Karl katanya lagi ngikutin ujian di kampusnya ), mungkin juga saat itu papi dan mami turut hadir, pasti mereka bangga menyaksikan semua turunannya kelihatan begitu kompak dan rukun, penuh sukacita dan penuh dengan kebahagiaan, ada yang datang dari Pakanbaru, ada yang datang dari Solo, ada yang datang dari Bogor, ada yang datang dari Serang, dan ada yang datang dari Tanggerang, karena hanya linda sendiri yang tinggal di Jakarta.
Pada saat kedua pengantin masuk ruangan, kita semua harus berdiri menyambut, inilah tanda penghormatan yang hadir kepada kedua mempelai, didepan pengantin ada pasukan tuyul yang mengiringinya, disitu ada Ose, ada Alma dan ada si popol,
Acara pertama saat resepsi adalah, kata sambutan yang mewakili kedua keluarga oleh Bapak Venny Agus Siregar, dilanjutkan dengan pemotongan kue pengantin, dah gitu pelemparan bunga oleh pengantin, yang menurut ceritanya “ siapa yang dapet bunganya, dia akan segera mendapatkan jodoh “ (alkitabiah banget ya..? )
Selesai itu semua, hadirin dipersilahkan untuk menyalam pengantin dan dilanjutkan dengan santap malam bersama, tapi sebelumnya doa dulu , yang dipimpin oleh pendeta Lukas, setelah itu yang hadir sibuk ngantri untuk salam dan ngantri untuk makan, sedangkan kedua pengantin selanjutnya sibuk foto foto dengan tamu VIP dan mempersilahkan tamu VIP untuk masuk keruangan VIP dan makan makanan yang VIP, VIP itu sendiri kalau diartikan adalah orang orang yang sangat PENTING, bisa penting karena jabatannya, bisa penting karena materinya, bisa juga penting karena kerohaniaannya, saat itu standard VIP kira kira begitulah.
Yang hadir pada saat itu cukup beragam, dari fihak kita, saudara2nya papi banyak yang hadir, saudara2nya mami juga banyak yang hadir, mantan tetangga di grogol juga banyak yang hadir, jadi terimakasih banget untuk kehadirannya ya..?

Selamat berbahagia dan selamat menempuh hidup baru, kiranya rumah tangga ITA dan BAYU, menjadi rumah tangga yang penuh dengan damai sejahtera Tuhan, menjadi rumah tangga yang takut akan Tuhan dan rumah tangga yang selalu menyinarkan sinar kasih Tuhan. Amin.

TUHAN MEMBERKATI……!



Bogor, November 2010













====================================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar