Pdt.Dr.Indryati Pardewi membuka khotbahnya dengan ilustrasi mengenai mata jasmani dapat diperbaiki dan dilihat dengan menggunakan laser, sedangkan mata rohani dapat diperbaiki dan dilihat dengan menggunakan firman Tuhan.
jika dalam kehidupan ini kita hanya menggunakan mata jasmani, maka kita seperti tertutup dalam 1 kotak kehidupan, dimana setiap langkah kehidupan berpola pada kepentingan individu sesaat, kepentingan golongan , yang akhirnya malah menciptakan SARA ( suku, agama dan ras ).
Sedangkan , jika kita melihat kehidupan ini dengan mata rohani, maka kita harus bisa membuka kotak kehidupan tsb berdasarkan firman Tuhan, dimana pola yang tertulis didalam firman Tuhan adalah sama rata, sama rasa dan sama berkarya.
Ilustrasi tsb untuk mendukung dari thema khotbah yang diambil dari “ Johanes 4 : 1 – 10 dan Johanes 4: 27 – 36 “.
Disitu dikatakan, bahwa orang Jahudi merasa mempunyai derajat yang lebih tinggi daripada orang Samaria, derajat dalam hal keimanan, derajat dalam hal intelektual dan derajat dalam kehidupan sehari hari, karena itulah, murid murid Jesus merasa heran, kenapa Jesus mau bercakap cakap dengan seorang perempuan Samaria,
Sesudah Jesus mengkuliahi perempuan tsb mengenai air yang tidak membuat haus lagi yang namanya air kehidupan, lalu Jesus menyuruh perempuan tsb membawa suaminya, tapi perempuan tsb mengatakann, bahwa dia tidak mempunyai suami, Jesus mengatakan “tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai 5 suami dan yang sekarang padamu, bukanlah suamimu, dalam hal ini engkau berkata benar“,
memang menjadi suatu kenyataan, kadang untuk membuat orang yakin dan percaya, kita harus bisa menebak dan menafsir dengan benar, dan itu yang dilakukan oleh Jesus kepada perempuan Samaria tsb.
dampak yang dihasilkan dari perkataan dan perbuatan Jesus tsb sangat luar biasa, hanya oleh kesaksian perempuan yang pernah mempunyai suami 5 dan sekarang dalam status living together, orang orang Samaria dalam 1 kota tsb telah menjadi percaya, malah saat ditawarkan nginep disana, Jesuspun nginep selama 2 hari dan semakin menambah orang yang percaya kepadaNya.
Nah itulah firman Tuhan., dia sama rata, sama rasa dan sama berkarya, dari manapun datangnya tetap saja firman Tuhan, ada mujizat disana dan ada kuasa disana.
Sekarang bagaimana dengan kita..? apakah kita ingin tetap seperti perempuan Samaria yang pernah punya 5 suami dan living together sebelum kenal Jesus, atau ingin seperti perempuan Samaria yg pernah punya 5 suami & living together sesudah mengenal Jesus..?
Kalau kita ingin merubah hidup kita, kita harus keluar dari kotak kehidupan dengan pola pandang mata jasmani , mungkin sekarang kita sudah nyaman dengan gaya hidup kita, mungkin sudah nyaman dengan lingkungan kita dan mungkin juga sudah nyaman dengan strata sosial kita, tapi itu semua masih didalam kotak kehidupan mata jasmani, jangan kita hanya didalam gereja, mari kita kita keluar, mari ciptakan jemaat jemaat yang missioner, jemaat jemaaat yang mau melayani dan bukan dilayani, janganlah kita seperti katak dalam tempurung, yang hanya menjadi jago kandang, mari kita keluar, mari kita kelapangan dan mari kita bermain.
Johanes 4 : 35, Jesus mengatakan “ …………………., Lihatlah disekelilingmu dan pandanglah ladang ladang yang sudah menguning dan matang yang siap untuk dituai “.
Firman Tuhan tsb jelas meminta kepada kita untuk merubah pola pandang mata jasmani dengan pola pandang mata rohani, perubahan itu memang akan merubah keseluruhan hidup kita, tapi perubahan tsb bukan akan membuat kita mundur, perubahan tsb membuat kita semakin berakar dan semakin kita kuat dalam iman.
Tinggal kita meminta dan memohon kepada Tuhan :
“ Tuhan berikanlah kepada kami, mataMu, mata yang mampu dan mau melihat penderitaan dan kesusahan sesama disekeliling kami,
Tuhan berikanlah kepada kami, tanganMu, tangan tangan yang mampu dan mau merangkul orang orang yang berbeban berat disekeliling kami,
Tuhan berikanlah kepada kami, kakiMu, kaki kaki yang mampu dan mau menjangkau untuk dapat membantu orang orang disekeliling kami,
Tuhan berikanlah kepada kami hatiMu, hati yang mampu dan mau berbelas kasih kepada semua orang disekeliling kami, dan KASIH yang ada pada 1 Korintus 13 : 1 – 13 “.
Itulah inti dari ungkapan khotbah, lagu, doa dan pengharapan yang disampaikan sebagai penutup kebaktian pada hari minggu tgl 21 Agustus 2011 di GSJA Chalvary Bogor.
Amin…!
Bogor, Agustus 2011
DmH
Kamis, 19 Januari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar