Kamis, 16 Juni 2011

MOTHER IN-LAW IN MEMORY. part 1

FOR YOU TO REMEMBER 1 :
Apabila aku pergi, berikan apa yang kumiliki kepada saudara saudaramu.
Kalau kau perlu menangis, menangislah untuk saudara saudaramu yg berjalan disampingmu,
Lingkarkan tanganmu pada setiap saudaramu, dan beri mereka apa yg kau perlu berikan kepadaku,
Aku ingin meninggalkanmu dengan sesuatu, sesuatu yg lebih baik dibanding dgn kata kata,
Lihatlah diriku, dalam diri orang orang yg kukenal dan kucintai,
Dan., apabila kau tidak bisa hidup tanpa aku, maka biarkan aku hidup terus dalam matamu, dalam pikiranmu, dan dalam tindakkan tindakkan kebaikkanmu,
Kau bisa mencintaiku dengan membiarkan tangan tanganmu saling menyentuh untuk berdoa dan memberikan pundakmu untuk menaruh kepala dari saudara saudaramu,
Karena cinta tidak akan mati, tetapi manusia akan mati,
Jadi.., bila semua yang tersisa dariku adalah C I N T A…,
Relakanlah aku….!
R (rest) I ( in) P (Peace), telah beristirahat dalam damai :
Hanifah Nasution
Lahir : Padangmatinggi, 07 November 1924
Wafat: Bogor, 21 Maret 2011
Dimakamkan pada tanggal 24 Maret 2011 di Bungabondar Tapanuli Selatan.
Sehat itu mahal, benar…! tapi dengan sehat saja belum menjamin kita lepas dari cengkraman Nya, kelihatannya sehat, tetapi tidak menjamin kita sehat beneran,sehat itu pilihan, benar..! tapi pilihan kita, belum tentu menjadi pilihan Nya, Orang Latin bilang “ Mensana in corpore sana “ dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat, benar..! tapi dengan tubuh dan jiwa yang kuat, tidak menjamin dapat lepas dari panggilan Nya.
Karena Alkitab mencatat “ Rencanamu, bukan rencanaKu, Rancanganmu, bukan pula rancanganKu “ malah lagu dangdut lebih tegas mengatakan “ kau yang memulai, kau yang mengakhiri, kau yang berjanji, kau yang mengingkari “, yang dimaksud dengan mengingkari, yaitu ; ketuklah.., maka pintu akan Ku bukakan, pintalah, maka semuanya akan Ku berikan, karena prinsipnya., Tuhan memberikan kepada kita bukan apa yang kita perlukan atau apa yang kita pintakan, tapi apa yang kita butuhkan.
Inilah proloog, mari kita lanjutkan..!
Hari minggu pagi tgl 20 Maret 2011, semua yang dirumah belum mulai bergerak, malah masih ada juga yang belum bangun, tapi mertua sudah mulai sibuk bikin pisang goreng, katanya untuk dibawa diacaranya Nasution yang lagi retreat di Gadog, katanya juga., pisangnya dipotong potong rada kecil, tapi tepungnya yang rada dibanyakkin, supaya kelihatannya rada gede, niatnya sih.., biar semua yang hadir kebagian.
Jam 8 pagi berangkatlah mertua bersama ‘Bang Udin, rencananya supaya bisa ikut kebaktian minggu bersama dengan saudara saudaranya, selesai kebaktian dilanjutkan dengan acara makan siang bersama sambil karaokean bersama dan foto foto bersama dipinggir kolam renang, dan semua itu dilakukan selalu bersama dengan edanya Ny.Arifin Nasution, pokoknya mereka berdua sdh seperti perangko, lengket teruuus.., malah mereka berdua sempet juga menyanyikan lagu “ Na sonang do hita nadua “, maklumlah, karena tinggal mereka berdua di Jakarta ini yang merupakan sesepuh dari punguan Nasution ompu ni Amir.
Jam 2 siang, mereka kembali dari acara di Gadog, jam 3 nya, rombongan Pamulang pulang, dan mertua langsung masuk kamar untuk istirahat, sedangkan gue cs sama linda cs kongkow2 di kebunnya linda, yang memang gak jauh dari rumah, jam 5 sore, andre berangkat ke gereja, ardith pulang kerumah, katanya mau nemenin opung, jam 6 kita pulang, ardith langsung lapor ; ‘ma., opung sakit, katanya dadanya sesak, padahal daritadi ardith sdh pijitin,’
Werwerwerwer….! duma langsung lari kekamar mertua, dan casciscuscasciscus…! duma langsung memberikan perintah, sabdanya saat itu kira kira begini, “ domu bertugas menjemput Dokter Ira dan membawanya langsung keruang UGD di RS PMI, Sayon dan Linda dan duma membawa mamak ke UGD di RS PMI, sedangkan ardith dan anggi tunggu dirumah “ keras, tegas dan tanpa kompromi. He..he..he.!
Saat berangkat dari rumah naik ke mobil, turun dari mobil di rumah sakit dan naik lagi ke tempat tidur diruang UGD, mertua melakukannya sendiri, tapi saat sampai di UGD mulai dari jam setengah 8 sampai jam 11 malam, mulai terjadilah pasang surut kondisinya, mulai dari sesak nafas, batuk batuk, terhenti pernafasan sampai katanya dokter sempat berhenti pula detak jantung, disaat saat kondisi mulai kritis, dengan cepat gue telpon ardith dan andre, dengan instruksi “ segera berangkat ke Rumah Sakit,opung kritis “, ardith langsung meninggalkan makanannya, lari dan naik ojek, tidak sampai setengah jam sudah sampai di rumah sakit, dan langsung teriak “ opung… jangan tinggalin adit…! “ sedangkan andre dan anggi melanjutkan makanannya, lalu jalan kedepan menunggu angkot dan 2 jam kemudian baru sampai. dan langsung bertanya “ siapa saja yang sudah datang ‘pa..? ”
Karena jam 11 malam kondisinya mulai stabil, maka dipindahkanlah perawatannya keruang ICCU, dan karena Dr.Ira pernah jadi kepala Sub jantung di RS PMI, maka duma boleh menunggu didalam ruangan dan bergantian jaga dengan ‘Bang Udin, yang lain harap nunggunya diluar aja, yang mau pulang, silahkan pulang, yang mau nunggu, silahkan tunggu, tapi sekitar jam 2 pagi ada hal yang menarik perhatian gue, menurut gue., yang namanya ruang ICCU, harusnya bersih dan bebas dari apapun, tapi saat itu , didalam ruangannya ada kupu2 coklat yang berterbangan, yang anehnya pula, dia terbang hanya disekitar mertua gue aja, lalu gue bangunin Yuni dan bilang “ liat tuh Yun., ada kupu2 yang selalu terbang disekitar opung, malaikat kali ya Yun..? “
Sekitar jam 3 pagi, mertua mulai anfaal lagi, mulai batuk2 lagi disertai riak, mulai sesak napas lagi dan terakhir mulai kena serangan jantung lagi, satu persatu kita semua masuk kedalam ruangan ICCU sambil melihat petugas yang memompa jantung secara manual, awalnya kita masih bisa menyanyi dan berdoa, lama lama dan semakin lama dan malah kelamaan yang dipompa, kita semua menjadi tidak tega dan tidak berpengharapan lagi, akhirnya pada nangis sesunggukkan dan berbisik pilu “ berangkatlah dalam damai ‘mak, kami begitu mencintai mamak, tapi Tuhan Jesus rupanya lebih lebih lagi mencintai mamak, TUHAN..… ! Kedalam kuasa tanganMu, kami serahkan orangtua yang kami cintai ini. Amin…! “ .
IN OPTIMA FORMA berarti dalam kondisi yang sangat prima, atau dalam keadaan sehat wal ‘afiat, itulah yang tercermin dari kondisi terakhir dari mertua , bayangkan saja., minggu pagi masih bisa bikin pisang goreng, siangnya masih bisa nyanyi “ Na sonang do hita na 2 “ sorenya masih bisa naik turun mobil dan jalan sendiri keruang UGD, malamnya koq., bisa bisanya anfaal terkena serangan jantung, dan senin paginya sekitar jam 4, berangkatlah beliau kepangkuan Bapak di surga, “ enak yang berangkat, gak enak yang ditinggalin ”, kira kira begitulah kondisi kita semua saat itu.
FOR YOU TO REMEMBER 2 :
Keluargaku yang terkasih, janganlah terlalu lama berduka untukku
Bukankah kita semua hanya singgah didunia ini,
Percayalah., dunia ini hanyalah rumah sementara
Aku pulang ke surga,
Untuk menyembah dihadapan takhtaNya yang mulia,
Saat kita pergi..,
Roh kita akan berkumpul dengan roh orang orang yang kita kasihi.
Yah., kita semua akan berkumpul bersama dengan Anak Allah,
Kita akan hidup di istana, melewati bulan, naik turun bukit, tetapi tetap dalam pengawasanNya
Tetaplah minta Jesus datang dalam hatimu,
Sehingga kita dapat hidup bersama, sehingga kita takkan pernah berpisah,
Janganlah susah karena kepergianku
Karena saat ini., aku sedang bernyanyi bersukaria dan dalam suasana sukacita.
Amin….!
Bogor, Maret 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar