Kamis, 16 Juni 2011

MOTHER INLAW IN MEMORY Part 5

Di part 5 ini, gue hanya mau cerita tentang pernak perniknya aja,
Rombongan pertama Boy pulang pada hari kamis sore dari Padangsidempuan, dilanjutkan naik travel ke Padang dan berangkat pada Jum’at pagi menuju Jakarta,
Jum’at pagi, kita semua anak, boru, parumaen dan hela kumpul untuk konferensi tingkat tinggi, disini membicarakan mengenai rumah di Bogor dan yang di Cibogo, intinya untuk sementara tidak ada perubahan apa apa, hal hal yang menyangkut lain lain, akan dibicarakan lain waktu, karena setelah acara ini akan ada rombongan yang akan mulai pulang, maka saat itu kita saling mendoakan dan saling berpengharapan Horas tondi mandingin pir tondi matogu, Horas jala gabe..!
Jum’at sorenya rombongan keluarga Iya pulang ke Medan, berangkat dengan mobil Telkomsel yang memang mau dipulangin kesana,
Sabtu, tgl 26 Maret 2011 ( Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you..! )
Hari ini gue ulang tahun yang ke 56, karena selama disana kita hanya makan makanan yang bersantan melulu, maka di ultah gue ini, menu dirubah menjadi chinese food plus pesana daging yang digoreng garing, lalu dipakein sambel dan asam dari siang malam di Sipirok, Wow mantaaap..!
terkesannya gue saat ini bermacem macem, macem yang pertama., “ Segala sesuatu didunia ini ada waktunya, ada waktu untuk berduka dan ada waktu yang indah untuk bersuka, maka dari itu., belajarlah untuk mengucap syukurlah dalam segala hal “, tanpa terasa baru kemarin kita menyelesaikan seluruh prosesi acara pemakaman orangtua yang kita kasihi, tapi sekarang..? itulah Tuhan kita, Dia menciptakan segala sesuatu indah pada waktunya , dan seumur umur baru inilah gue acara ultah di Bungabondar , dan gue bangga untuk acara ini, gue pernah dibuatkan acara ultah dipelataran swimming pool Hotel Shangrilla dan pernah juga di Hanamasa, tapi gak ada artinya dibandingkan dengan acara disini, wah., segitunya dom..!
Macem yang ke 2., saat acara ultah anak panggoaran gue, andre gak ikut ( I’m so sad ),
Macem yang ke 3., kaget, bangga dan terharu biru, saat yang kumpul diacara ultah gue, ada Tulang dan Nantulang Padangmatinggi, ada Nimrod Nasution dan ada Tulangku hasian, ( Tulang yang selalu hadir dalam suka maupun duka ), di acara itu gue dapet indahan horas horas dari mora gue Siregar, dan yang menyerahkan adalah 2 opung bayo gue, bahat tarimo kasih di hamu sude Tulang dohot moraku..!
Macem yang ke 4., yang mandok hata ‘Bang Tunggal, mengucapkan selamat ultah ke gue dan mengucapkan selamat jalan untuk rombongan yang nanti malam akan berangkat, sedangkan yang berdoa Tulang Padangmatinggi, Tulang gue koq gak dilibatkan ya .? padahal tinggal itu lho satu 1 nya Tulang kandung gue.
Macem yang ke 5., saat motong kue ultah dan nyuapin kue ke istri tercinta, nyuapin kue ke anak terkasih dan nyuapin kue ke parumaen tersayang.
Macem ke 6., saat Iya telpon gue dan ngucapin selamat ulang tahun dan bilang ; kenapa gak bilang bilang dom, tau gitukan gue gak pulang buru buru, he..he..he., basa basi nih yee..!
Malamnya rombongan besar berangkat, yang dari pamulang, yang dari cibogo dan yang dari bogor (Ardith), mereka charter 2 mobil travel yang ngejemput ke Bungabondar langsung ke Padang, dan minggu paginya naik Lion Air ke Jakarta, gue, duma, kak Idar, ‘Bang Uli dan Tulang Agus rombongan terakhir yang pulang, sedangkan Hanny pulang ke Pekanbaru rencananya hari senen, rombongan gue ini, nganter kak Idar dulu ke Sibolga, sudah barangnya banyak, penumpang banyak, jadilah gue kejepit sendiri dibangku belakang, untungnya sebelum pinggang sakit, kita berhenti dulu di Batangtoru, ngopi ngopi dulu, makan pisang goreng dulu dan makan indomie goreng dulu, yang traktir Tulang pake uang busuk katanya, itu hasil kemenangan joker semalam di Bungabondar.
Sampai di Sibolga kita santai santai dulu, makan macam macam ikan laut dulu , pulangnya gue mulai duduk ditengah, pas banget dengan jalan yang hancur lebur menuju bonandolok dan bonandolok menuju perbatasan dengan Tarutung, sekarang kebagian ‘Bang Uli yang remuk pinggangnya, di bonandolok kita santai santai lagi dan foto foto dulu melihat pemandangan pelabuhan Sibolga dari ketinggian, malamnya kita masuk Siantar dan diajak makan mie Pangsit dulu sama Tulang di Ameng, selesai makan barulah nganterin Tulang ke Kerasaan, disini Tulang turun dan pinjeman koper gue juga turun, selamat berpisah Tulang ya., sampai ketemu lagi di Jakarta..?
Jam 12 malam kita masuk Medan, langsung numpang nginep dikamarnya Nimrod, yang kebetulan juga habis acara di Bungabondar langsung dinas ke Medan, Puji Tuhan banget..!
Oh iya., waktu di Bungabondar, gue telpon ke Tulang Parmon Sinambela ( BC di Belawan Medan ) minta tolong untuk bayarin tiket gue bertiga dari Medan Jakarta di Lion Air Medan, sedangkan tiket pesennya dari Padang, nah., untuk urusan itu, senen paginya gue kekantor BC Belawan, niat sih., untuk ngembali’in uang, siangnya kita makan rame rame dengan semua PFPD Belawan , katanya Tulang Parmon; ada gule kambing yang enak banget, kalau kita telat dateng pasti gak kebagian, bener juga rupanya, dari kita yang 11 orang, yang kebagian cuman gue ama dia aja, yang hebatnya juga, saat kita lagi kumpul bareng, eh., Cerah Bangun nelpon, dia ngasih tau, gak bisa ketemu, karena lagi jalan dengan Kakanwil ke Sibolga, oke kawan., untuk semua bantuandan dukungannya, ras bujur mejuah juah ya..!
Waktu gue berangkat ke Belawan dianterin supir namanya Asdi, dah gitu supir ama mobil gue suruh balik lagi ke hotel, gue pulangnya dianterin sama Budi Lubis ke hotel, sedangkan duma dan ‘Bang Uli kelilingan dengan istrinya Laung Siregar.
Sebelum berangkat, kita mampir dulu kerumah Laung Siregar, disana kita disediakan segepok babi panggang, dan disana juga Tunggane gue itu, gue kerjain habis habisan, maklum aja, yang punya anak perempuan dengan punya anak laki bedakan,..? setidaknya yang punya anak perempuan harus sedikit rada ja’im.
Untungnya saat itu Lion Air sesuai jadwal, jadi kita gak ketinggalan Bis Damri yang terakhir dari Bandara Cengkareng ke Bogor, sampailah kita dirumah tengah malam dengan hati mengucap syukur, mata yang mengantuk dan badan yang sudah remuk redam kelelahan.
Kita semua sudah sampai kerumah masing masing, tinggal kita mempersiapkan diri untuk menerima penghiburan yang membuka luka lama dari sanak dan saudara, namanya juga budaya, mau tidak mau yah., harus kita terima juga, walau…..,
Tgl 9 April 2011, Peserta Penghibur pertama , adalah rombongan Pomparan opu Amir Nasution plus keluarga besar Yosopandoyo, umumnya mereka mengatakan KAGET, kalau gue bilang ke mereka SYUKUR karena mereka yang pertama, kalau mereka yang terakhir, repot kita nantinya, kapan kita mau melupakan, kalau setiap mereka ngomong pada nangis.
Tgl 17 April 2011, peserta penghibur ke dua adalah rombongan pomparan Opung Jarumahut Nasution bersama dengan rombongan GKPA resort 2 Diponegoro, diacara ini cukup rame, karena dua rombongan dijadikan 1, yang membawakan firman pada saat itu Pdt.Gabe Panggabean.
Tgl 30 April 2011, peserta penghibur ke 3, inilah adalah rombongan dari Pomparan Raja Ondak Sojuangon Siregar (ROSS ), inilah keluarganya dari mami, cukup rame dan sangat rame malah, sampai gue terkaget kaget, yang pimpin acaranya ‘Bang Arthur Sitorus, sedangkan yang bawakan firman Tuhan nya Ipar Binsar Siregar, karena awal pembukaan acara sudah dibuka dengan lagu Holan Jesus do Hubaen dongan ku ( versi Angkola ) jadilah diacara itu gue teringat terus sama mami, di acara ini gue yang menceritakan riwayat hidup dan riwayat menjelang kembalinya mertua kepangkuan Bapak di Surga, yang sebelumnya yang menceritakan ‘Bang Udin, dan pada saat Tulang Rempoa mandok hata, barulah keluarga yang lain pada tau, kalau Andre hari ini berulang tahun ke 24 .
Tgl 8 Mey 2011, peserta penghibur ke 4, adalah rombongan punguan Siregar Dongoran , yang pimpin acara dan yang membawakan firman Tuhan, kembali ipar Binsar Siregar, kalau di acara ini sekalian acara arisan, jadi yang dapet arisan keluarga Hutagaol, tapi yang siapin makanannya keluarga Binsar Siregar, saat ini yang menceritakan curriculum vitae nya mertua adalah Duma, katanya waktu gue yang bawain banyak salah, salah satunya , memang rada rancu kalau ditanya pomparan dari mertua gue ini, awalnya ‘Bang Udin bilang 26, 26, 26, dah gitu waktu gue ngomong ada 93, terakhir duma bilang ada 95, ada juga yang bilang jumlahnya 97 orang, yang terakhir gue gak nanya lagi jumlahnya berapa.
Tgl 14 Mey 2011, peserta penghibur ke 5, adalah rombongan keluarga pomparan Opung Constan Harahap ( Ompu ni Magda ), terharu gue menerima penghiburan dari keluarga terdekat gue ini, dan inilah pertama kalinya pomparan melaksanakan kebaktian penghiburan, makanya pada saat gue mangampu (ungkapan balasan), gue bilang ; hal yang baik dan indah seperti ini, baiknya kita lestarikan dan dijadikan kegiatan wajib dari pomparan, untuk itu., kita akan cari waktu dan meminta waktu kepada ipar Natal Siahaan untuk dapat menerima pomparan kita berkunjung kerumahnya untuk kebaktian penghiburan, karena tgl 29 April kemarin, mertuanya meninggal dunia. Acara ini dipandu oleh Lena Gultom/Br Sitompul sebagai liturgost, sedangkan yang membawakan firman Tuhan nya Henry Siahaan, selesai acara kita rapat mengenai rencana keberangkatan untuk retreat ke Ciater ketempatnya Yance Siregar, tks ya Hen., gue tau ini semua bisa terlaksana karena elo yang jadi promotornya.
Tgl 15 Mey 2011, ditanggal ini ada 2 acara kebaktian penghiburan, yang pertama dirumahnya Manus Siregar akan datang rombongan Tambunan, sekalian acara arisan mereka, yang kedua dirumahnya Kak Idar akan datang rombongan Pasaribu, di acara inipun sekalian arisan mereka, karena berada didua tempat, maka kitapun terpaksa berbagi juga, ‘Bang Uli dan duma ditempat Manus, gue dan “Bang Udin ditempat Kak Idar.
Sebenarnya masih ada yang belum datang untuk kebaktian penghiburan ini, merekalah yang seharusnya membuka atau menutup perhelatan ini , yang berangkat ini adalah orangtua mereka dan itupun tinggal satu satunya, kalau orang batak bilang “ suhut paduahon “ dimana yang mengatur, yang menerima , yang mendampingi dan yang mengucapkan terima kasih kepada yang hadir adalah mereka, siapakah mereka itu..? sekeras itukah mereka ..? atau inikah yang disebut dengan Bungabondar sihutur na mata..?
Bogor, Juni 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar